Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir. (Bisnis-Abdullah Azzam)

Semarangpos.com, SEMARANG — Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir memimpin khataman alias membaca hingga tamat Alquran dalam acara Kampus Nusantara Mengaji yang dipusatkan di Masjid Kampus Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jumat (1/7/2018) sore.

Pembacaan Alquran dimulai Jumat sekitar pukul 08.00 WIB dan berlangsung hingga sore sebelum ditutup oleh Mohamad Nasir. Nasir memimpin pembacaan Surat Al Kafirun hingga Al Ikhlas.

Dia juga menyapa para jemaah masjid kampus yang ikut mengaji dari berbagai kampus di Indonesia, antara lain Universitas Negeri Semarang, Universitas Sebelas Maret Solo, Universitas Hasanuddin Makassar dan Universitas Tanjung Pura Kalbar. Menristekdikti menyapa peserta mengaji melalui konferensi video jarak jauh.

Nasir mengatakan dengan membaca Alquran maka diharapkan dapat mewujudkan Indonesia sebagai negara makmur dan sejahtera. Dia juga berpesan para rektor dan guru besar agar menjauhkan kampus dari pengaruh radikalisme dan terorisme.

"Kampus selain mengembangkan ilmu pengetahuan juga harus mengembangkan rasa nasionalisme," katanya saat memberikan kata sambutan di depana peserta khataman Universitas Diponegoro.

Dia berharap acara Kampus Nusantara Mengaji bisa menghindari kampus dari bahaya radikalisme, terorisme dan narkoba. Nasir mengatakan pihaknya juga selalu mengajak Kepla Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius untuk menanggulangi terorisme dan radikalisme.

Pada bagian lain, mantan Rektor terpilih Universitas Diponegoro itu berpesan agar dunia kampus bebas dari pengaruh organisasi yang dilarang pemerintah, semisal Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). "Pemerintah melarang HTI. Jangan sampai kampus terpapar HTI, ya Pak Rektor. Yang terpapar kita ajak kembali ke Pancasila sebagai ideologi negara, UUD 45 sebagai dasar negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan bangsa Indoneaia," katanya.

Dia mengatakan rektor bertanggung jawab atas eksistensi masjid kampus dan menjaga agar dunia kampus terhindar paparan radikalisme.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten