Tutup Iklan
Dokumentasi sebaran apam pada acara Ya Qawiyyu di Desa Jatinom, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Jateng. (Solopos-Dok.)

Solopos.com, KLATEN -- Menteri Perindustrian (Menperin) yang juga Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar, Airlangga Hartarto, dan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, dijadwalkan hadir dalam tradisi dan perayaan sebaran apam Yaa Qawiyyu di Jatinom, Klaten, Jumat (18/10/2019).

Sehari sebelum Yaa Qawiyyu atau Kamis (17/10/2019), masyarakat Jatinom dan sekitarnya dipersilakan menonton kirab gunungan apam dari kompleks kantor Kecamatan Jatinom ke Masjid Gedhe Jatinom.

Berdasarkan data yang dihimpun solopos.com, pembukaan rangkaian kegiatan Yaa Qawiyyu berlangsung sejak Kamis (10/10/2019). Yakni dilakukan haul Ki Ageng Gribig di Lapangan Amphiteater Klampeyan Jatinom.

Selanjutnya, panitia penyelenggara dan pemerintah kecamatan di Jatinom menggelar kirab budaya gunungan apam, Kamis pukul 14.00 WIB. Kemudian Kamis malam, panitia penyelenggara mulai menerima sedekah apam dari seluruh elemen masyarakat.

Di kesempatan tersebut juga berlangsung pentas seni budaya. Puncak kegiatan Yaa Qawiyyu berupa penyebaran apam digelar di Klampeyan besok Jumat bakda salat Jumat. Di tahun 2018, sebanyak enam ton apam disebar di lokasi tersebut.

“Tamu undangan yang bakal hadir, Pak Airlangga Hartarto, Pak Ganjar Pranowo. Ada pula pejabat dari Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Kejakti Jateng, dan tentu saja Bupati Klaten. Antara Kamis-Jumat itu, ada juga kegiatan ziarah yang dilakukan para pejabat [ke makam Ki Ageng Gribig],” kata Ketua Pengelola Pelestari Peninggalan Kyai Ageng Gribig (P3KAG) Jatinom, Ebta Tri Cahya, saat ditemui solopos.com, di Jatinom, Selasa (15/10/2019).

Ebta Tri Cahya mengatakan pentas seni dan budaya yang ditampilkan di Jatinom, meliputi wayang suket, seni hadrah, laras madya, dan seni tari.

Hal senada dijelaskan Koordinator Piket dan Kerumahtanggaan P3KAG Jatinom, Barid. Kirab gunungan apam dan sebaran apam menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Jatinom dan sekitarnya. Jumlah pengunjung yang diperkirakan mengikuti puncak Yaa Qawiyyu mencapai ribuan orang.

“Apam yang disebarkan di acara puncak itu berasal dari sedekah warga. Sebagian besar, apam itu dibikin warga sini sehingga memiliki rasa yang manis dan gurih. Selain warga Jatinom, biasanya ada juga warga di luar Jatinom atau di luar Klaten yang ingin bersedekah apam,” kata dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten