Menko Airlangga: Butuh Solidaritas Antar Negara Atasi Pandemi Covid-19

Dalam menghadapi pandemi Covid-19, harus menguatkan solidaritas antar negara, terus bergandengan tangan sebagai sesama manusia.

 Bantuan Pemerintah India untuk Indonesia dalam menghadapi pandemi Covid-19, Liquid Medical Oxygen (LMO) sebanyak 100 MT dalam 5 tangki ISO Cryogenic. Juga 300 konsentrator oksigen. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Bantuan Pemerintah India untuk Indonesia dalam menghadapi pandemi Covid-19, Liquid Medical Oxygen (LMO) sebanyak 100 MT dalam 5 tangki ISO Cryogenic. Juga 300 konsentrator oksigen. (Istimewa)

Solopos.com, JAKARTA – Pandemi sudah berlangsung hampir dua tahun, solidaritas dan keterlibatan setiap negara untuk saling mendukung dalalam menghadapi krisis dan lonjakan kasus Covid-19 sangat dibutuhkan.

Salah satunya dengan saling mengirimkan bantuan peralatan kesehatan, vaksin, obat-obatan hingga oksigen medis. Contoh nyata solidaritas antar negara adalah yang dilakukan Pemerintah India yang membantu mengatasi lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia.

Pemerintah India melalui “Operation Samudra Setu” melakukan misi melawan Covid-19 dengan mengirimkan Kapal Perang India INS Airavat L24 untuk mengirimkan bantuan ke Pemerintah Indonesia.

Baca juga: Diharap Waspada! Persebaran Varian Delta Hampir Merata di Indonesia

INS Airavat L24 berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok pada Sabtu (24/7/) lalu membawa bantuan dari Pemerintah India. Berupa Liquid Medical Oxygen (LMO) sebanyak 100 MT dalam 5 tangki ISO Cryogenic. Juga 300 konsentrator oksigen bagi penanganan Covid-19 di Indonesia.

“A friend in need is a friend indeed,” ujar Duta Besar India untuk Indonesia Manoj Khumar Bharti saat mengapresiasi bantuan tabung oksigen dari Pemerintah Indonesia beberapa waktu lalu. Saat itu, India berjuang melawan gelombang kedua Covid-19.

Baca juga: Menko Airlangga Hartarto Ungkap Kunci Penanganan Lonjakan Kasus Covid-19 di Indonesia

Solidaritas Antar Negara Maritim

Pada kesempatan yang berbeda, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa selama ini India telah banyak membantu Indonesia. Yakni dalam memenuhi suplai vaksin Astra Zeneca yang diproduksi di India melalui fasilitas multilateral COVAX. Di samping itu, sudah semestinya bangsa Indonesia memberikan kemampuan terbaik dalam membantu negara yang sedang mengalami gelombang hebat pandemi.

“Merupakan kehormatan bagi saya untuk menyampaikan bahwa sesuai dengan semangat persahabatan dua negara maritim yang bertetangga ini. Pemerintah India membalas sikap baik Indonesia dengan mengirimkan bantuan medis yang sangat dibutuhkan Pemerintah Indonesia di masa krisis saat ini,” tutur Manoj Khumar Bharti secara tertulis.

Baca juga: Jepang Umumkan Nama Pelanggar Isolasi Mandiri

Menko Airlangga juga mengatakan bahwa inisiatif memberikan bantuan antar negara merupakan bentuk solidaritas. Tidak hanya dengan India, tetapi juga negara-negara lain seperti Singapura, Inggris, dan Amerika Serikat.

“Ini sebagai pengingat. Bahwa dalam menghadapi pandemi Covid-19, kita harus menguatkan solidaritas. Terus bergandengan tangan sebagai sesama manusia. Agar pandemi ini bisa lebih mudah dihadapi dan dapat segera diakhiri,” kata Menko Airlangga.

 

Berita Terkait

Espos Premium

Kemarin Delta Bikin Heboh, Sekarang Covid-19 Ada Varian Mu, Harus Bagaimana?

Kemarin Delta Bikin Heboh, Sekarang Covid-19 Ada Varian Mu, Harus Bagaimana?

Pemerintah memperketat pengawasan dan karantina pelaku perjalanan ke Indonesia di bandara dan pelabuhan internasional guna mencegah varian Mu dari virus penyebab Covid-19 masuk ke Tanah Air. Kemunculan varian Mu mendorong pemerintah memperketat pengawasan dan karantina pelaku perjalanan internasional yang masuk ke Indonesia.

Berita Terkini

Bom Waktu China Itu Bernama Evergrande

Evergrande adalah raksasa perusahaan real estat China yang paling terbebani utang saat ini.

Surat Terbuka Brigjen Junior ke Kapolri Berujung Pemeriksaan Puspomad

Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin menyayangkan surat terbuka itu.

Geger Jenderal TNI Bela Tentara yang Lindungi Warga dalam Konflik Lahan

Brigjen Junior mengatakan siap bertanggung jawab atas apa yang ditulisnya.

Diserang PSI, Anies Baswedan Disebut Pura-Pura Peduli Rakyat

Uang muka acara Formula E dibayar Anies pada saat pemerintah mengumumkan negara dalam keadaan darurat karena pandemi.

Penggabungan Gojek dan Tokopedia Diusut KPPU, Adakah Monopoli Bisnis?

Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina meminta jangan sampai terjadi monopoli bisnis dari hasil merger Gojek-Tokopedia.

Ganjar Pranowo: Soal Capres Urusan Bu Mega

Perihal pelarangan itu disampaikan Sekjen PDIP Hasto Kristyanto menyikapi dinamika politik yang berkembang belakangan ini.

Bisnis Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Seberapa Menguntungkan?

Diperkirakan potensi pengurangan konsumsi BBM-nya bisa sampai 6 juta kiloliter di 2030

Dililit Utang Rp4.275 Triliun, Evergrande Juga Meminjam Uang ke Karyawan

Pembeli rumah dan karyawan memadati lobi kantor Evergrande pekan lalu dan meminta uang mereka kembali.

Perusahaan Properti China Bangkrut Picu Kekhawatiran Ekonomi Global

Ketakutan akan kebangkrutan Evergrande mengarah pada kekhawatiran tentang momen Lehman Brothers di seluruh kawasan

Selamat Jalan Prof Sahetapy, Pakar Hukum Perumus Rancangan KUHP

Dia pernah tercatat sebagai anggota tim perumus RKUHP yang diketuai pakar hukum Universitas Diponegoro Prof. Soedarto pada 1964.

Update Covid-19 Indonesia: Hari Ini Kasus Covid-19 Tambah 3.263

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengumumkan total kasus positif Covid-19 di Indonesia menembus 4.195.958 orang.

Kemarin Delta Bikin Heboh, Sekarang Covid-19 Ada Varian Mu, Harus Bagaimana?

Pemerintah memperketat pengawasan dan karantina pelaku perjalanan ke Indonesia di bandara dan pelabuhan internasional guna mencegah varian Mu dari virus penyebab Covid-19 masuk ke Tanah Air. Kemunculan varian Mu mendorong pemerintah memperketat pengawasan dan karantina pelaku perjalanan internasional yang masuk ke Indonesia.

PPKM Makin Longgar, Jangan Buru-Buru "Balas Dendam" Berwisata!

Pelonggaran kegiatan seusai pembatasan ketat berbulan-bulan demi menurunkan penularan Covid-19 memicu munculnya revenge travel atau revenge tourism atau biasa disebut wisata balas dendam. Kedisiplinan terhadap protokol kesehatan selama revenge travel menjadi kunci mencegah lonjakan kasus berikutnya. Revenge travel terjadi ketika masyarakat merasa haus mendapatkan hiburan atau refreshing setelah pengetatan aktivitas di rumah saja dalam periode yang lama.

Akui Dukung Gibran Jadi Wali Kota Solo, Kaesang: Biar Bisnisnya Bisa Saya Ambil

Kaesang mengaku kini memegang bisnis bapaknya, Jokowi. Ia juga sering mengirim makanan ke Istana lewa Gofood.

Diwawancara Deddy Corbuzier, Kaesang Mengaku Tertarik Terjun di Politik, Tapi..

Kaesang Pangarep mengaku kasihan dengan gaji kakaknya, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. Ia juga mengaku bisa membeli pabrik ayahnya secara tunai sekarang juga.

Nyaris 20.000 Pejabat Belum Sampaikan LHKPN ke KPK, Mendagri Tito Termasuk

KPK mengungkapkan masih ada nyaris 20.000 pejabat pemerintah yang belum menyerahkan LHKPN dari total 377.344 wajib lapor.