Menkeu: PPS Berhasil Ungkap Harta di Kawasan ASEAN Rp61,03 Triliun

Harta terbesar yang berhasil diungkap di kawasan ASEAN berada di Singapura.

 Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melayat ke rumah duka Menpan RB Tjahjo Kumolo di Jakarta, Jumat (1/7/2022). (Antara/Muhammad Adimaja)

SOLOPOS.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melayat ke rumah duka Menpan RB Tjahjo Kumolo di Jakarta, Jumat (1/7/2022). (Antara/Muhammad Adimaja)

Solopos.com, JAKARTA–Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan pemrintah baru mampu mengungkap harta wajib pajak di kawasan ASEAN senilai Rp61,03 triliun, setelah program pengungkapan sukarela (PPS).

Harta terbesar berada di tetangga terdekat, yaitu Singapura.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Sri Mulyani memaparkan 15 negara yang menjadi asal deklarasi dan repatriasi, atau lokasi beradanya harta-harta luar negeri para peserta PPS.

Secara total, Rp59,9 triliun terungkap dan tetap berada di luar negeri, sedangkan Rp16,05 triliun direpatriasi.

Dari 15 negara yang disebutkan Sri Mulyani, tiga di antaranya merupakan tetangga dekat, yakni negara-negara di ASEAN.

Baca Juga: PPS Besok Terakhir, Harta Terungkap di Luar Negeri Rp44,2 Triliun

Bukan hanya itu, pengungkapan harta terbesar justru terdapat di negara yang menempel dengan Indonesia, yakni Singapura.

“Tetap yang pertama di Singapura, mayoritas bahkan. Rp56,9 triliun adalah yang hartanya ada di Singapura, dengan jumlah pesrerta 7.997 wajib pajak,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers hasil kinerja PPS, Jumat (2/7/2022).

Harta senilai Rp1,18 triliun terungkap dari Negeri Jiran, Malaysia yang dimiliki oleh 422 wajib pajak.

Lalu, terdapat Rp164,26 miliar aset yang berada di Filipina, milik 16 wajib pajak.

Total harta PPS yang terungkap di kawasan ASEAN menjadi Rp61,03 triliun, berasal dari 8.435 wajib pajak.

Baca Juga: Program PPS 2022: 40,9 Persen Peserta Berharta Rp10 Miliar

Pemerintah meraup pajak penghasilan (PPh) senilai Rp7,2 triliun dari Singapura, Rp162,2 miliar dari Malaysia, dan Rp22,9 miliar dari Filipina, sehingga total pajak dari harta-harta di ASEAN menjadi Rp7,8 triliun.

Sri Mulyani pun menyebut bahwa terdapat harta yang berada di negara-negara tax haven.

Mirisnya, nilai harta terbesar kedua justru ada di negara tax haven, yakni Kepulauan Virginia di Britania Raya dengan harta terungkap Rp4,97 triliun milik 50 peserta PPS.

“Kepulauan Virginia yang merupakan daerah United Kingdom ada 50 wajib pajak, dengan total harta Rp4,97 triliun, dan kami mendapatkan [PPh] Rp601 miliar,” kata Sri Mulyani.

Dari 15 negara asal deklarasi dan repatriasi PPS itu, Sri Mulyani hanya menyebut tiga negara sebagai tax haven, yakni Kepulauan Virginia Britania Raya, Kepulauan Virginia Amerika Serikat, dan Kepulauan Cayman.

Berita telah tayang di Bisnis.com berjudul Sri Mulyani: PPS Berhasil Ungkap Rp61 Triliun Harta di Asean

 

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Komunikasi dan Sinergi Kunci Menghadapi Ancaman Krisis Pangan

      + PLUS Komunikasi dan Sinergi Kunci Menghadapi Ancaman Krisis Pangan

      Sinergi yang kuat dan komunikasi efektif menjadi unsur penting dalam upaya mempercepat diseminasi informasi melalui kanal milik instansi pemerintah untuk menghadapi ancaman krisis pangan.

      Berita Terkini

      Pajak Balik Nama Mobil dan Motor Bekas akan Dihapus? Ini Penjelasannya

      Pemerintah mematangkan aturan penghapusan bea balik nama kendaraan atas kendaraan bekas karena sejumlah alasan.

      Cetak Talenta Unggul, BRI Hadirkan BRILiaN Young Leader Indonesia

      BRI terus berkomitmen mewujudkan visi sebagai The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia di mana salah satu enabler-nya adalah Home to The Best Talent.

      Pemegang Paspor RI Ditolak Jerman, Begini Solusi Kantor Imigrasi

      Direktorat Jenderal Imigrasi terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Jerman di Jakarta guna mendapatkan penyelesaian.

      Nadiem Makarim dan Gojek Lolos dari Gugatan Rp24,9 Triliun

      Gojek dan Nadiem Makarim lolos gugatan senilai triliunan rupiah terkait tuduhan menjiplak model bisnis. 

      Hyundai Stargazer Hadir di Soloraya, Ini Daftar Harganya

      Hyundai Stargazer kini resmi hadir di Soloraya, tepatnya di Hyundai Solo Baru. Produk tersebut hadir dengan empat varian dengan harga OTR Soloraya mulai dari Rp246.300.000.

      Bertekad Atasi Kemiskinan, Ini Strategi Bupati Blora

      Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora terus berupaya memerangi angka kemiskinan di wilayah tersebut. Salah satunya dengan menggandeng kalangan akademisi.

      Sulit Tergantikan Mesin, Potensi Profesi Akuntan Masih Terbuka Lebar

      Profesi akuntan disebut masih banyak dibutuhkan di Indonesia, terlebih dengan berkembangnya dunia bisnis saat ini.

      Beda Emas Batangan dan Emas Perhiasan untuk Investasi, Cek Yuk!

       Sama-sama bisa menjadi instrumen atau alat investasi, emas batangan dan emas perhiasan memiliki perbedaan yang perlu diketahui.

      Cek Syarat dan Cara Dapatkan Rp10 Juta dari BPJS Ketenagakerjaan

      elalui salah satu layanan BPJS Ketenagakerjaan yakni Program Jaminan Hari Tua (JHT), masyarakat dapat mencairkan dana hingga Rp10 juta. 

      Harga Mi Instan Disebut akan Naik, Bagaimana Nasib Warmindo?

      Kabar naiknya harga mi saat ini menjadi topik pembicaraan hangat di Indonesia. Lantas bagaimana dampaknya atau nasib warmindo akibat naiknya harga mi instan?

      Ekonom UGM Usulkan Harga Pertalite Naik dan Harga Pertamax Turun

      Menaikkan harga Pertalite dan menurunkan harga Pertamax merupakan langkah untuk mencegah disparitas harga yang terlalu tinggi.

      Indomie akan Kembangkan Mi Instan Sorgum Pengganti Gandum, Efektifkah?

      Indofood mendukung penuh upaya Kementerian Pertanian dalam mengantisipasi krisis pangan global dengan mencari alternatif bahan baku lokal seperti sorgum.

      OJK: Investor Ritel Capai 9,1 Juta, Mayoritas Milenial

      OJK senantiasa mendukung berbagai inisiatif Forum Koordinasi Pembiayaan Pembangunan melalui Pasar Keuangan (FKPPPK) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya investasi di dalam negeri.

      Pengusaha Minta Kemendag Hukum Importir Baju Bekas, Ini Alasannya

      Sekretaris Jenderal APSyFI Redma Gita Wirawasta menilai saat ini penegakan hukum terhadap impor pakaian bekas ilegal masih lemah.

      Penjual Thrift Pastikan Produk Mereka Bersih dan Tak Bakal Rugikan IKM

      pelaku usaha thrift di Soloraya menjamin baju yang dijual sudah bersih dan di laundry.