Menjelajahi Eksotisnya Alam Perbukitan Sukoharjo Di Era Kebiasaan Baru
Anggota komunitas gowes berfoto dengan latar Gunung Sepikul, di Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, belum lama ini. (Istimewa/Budi Narwanto)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Menikmati pemandangan alam di kawasan perbukitan Sukoharjo bagian selatan tak pernah membosankan. Pesona alam yang disuguhkan pun menjadi pilihan alternatif destinasi wisata bagi wisatawan lokal.

Gunung Sepikul dan Watu Giring di Desa Tiyaran, dan Gunung Pegat di Desa Karangasem, Kecamatan Bulu, misalnya. Kawasan ini mulai dibuka kembali seiring pelonggaran aktivitas masyarakat di era adaptasi kebiasaan baru.

Sebelumnya kawasan wisata ini ditutup guna mencegah persebaran virus corona. Kini pengunjung sudah bisa kembali menikmati keindahan alam nan elok tersebut.

Banteng Solo Bergerak Endus Adanya Upaya Bersih-Bersih Pendukung Gibran di Struktur Ranting PDIP

Berada sekitar 20 kilometer (km) arah selatan Kabupaten Sukoharjo, alam perbukitan ini menyimpan eksotisme yang luar biasa. Gunung Sepikul konon identik dengan legenda Bandung Bondowoso.

Dalam cerita sejarah Gunung Sepikul adalah bebatuan yang digunakan Bandung Bondowoso untuk membangun Candi Prambanan. Namun, saat Bandung Bondowoso gagal membangun 1.000 Candi, bebatuan tersebut ditinggalkan begitu saja.

Tracking Jalan Setapak

Menuju kawasan Gunung Sepikul, pengunjung harus tracking melewati jalan setapak hingga bebatuan. Di setiap tanjakan, terdapat papan petunjuk arah dan beberapa pos pemberhentian.

GP Ansor Desak Polisi Tangkap Pelaku Kericuhan Di Mertodranan Solo

Rasa letih setelah kurang lebih 20 menit berjalan menaiki jalan setapak dan bebatuan, semuanya terbayar dengan pesona keindahan alam perbukitan nan eksotis dari puncak Gunung Sepikul, Sukoharjo.

Sejak dibuka kembali sebulan lalu, kawasan wisata alam tersebut ramai pengunjung dari anak-anak hingga orang tua, tak terkecuali para penghobi olahraga bersepeda alias penggowes. Sebagian besar pengunjung menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan menggunakan masker dan menjaga jarak.

alam perbukitan sukoharjo
Anggota komunitas gowes berfoto di puncak Gunung Sepikul, di Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, belum lama ini. (Istimewa/Budi Narwanto)

Kades Tiyaran Sunardi mengatakan Gunung Sepikul dan Watu Giring ramai pengunjung, terutama para penggowes pada akhir pekan. Mereka tak hanya berasal dari Sukoharjo, namun juga beberapa daerah lain seperti Wonogiri, Karanganyar, Klaten, Solo, dan Boyolali.

Polisi Terjunkan 1 Peleton Brimob Amankan Kampung Mertodranan Solo Seusai Kericuhan

"Sekarang mulai ramai lagi. Sebelumnya sempat sepi bahkan pernah ditutup [Gunung Sepikul dan Watu Giring] saat awal pandemi Covid-19," katanya ketika berbincang dengan Solopos.com, Sabtu (8/8/2020).

Dia mengatakan kawasan wisata alam perbuktikan Gunung Sepikul dan Watu Giring dibuka kembali untuk umum setelah Pemkab Sukoharjo mulai menerapkan pelonggaran aktivitas di era adaptasi kebiasaan baru.

Penerapan Protokol Kesehatan

Tentunya kawasan wisata ini dibuka dengan aturan penerapan protokol kesehatan Covid-19 seperti mewajibkan seluruh pengunjung pakai masker, cuci tangan sebelum masuk ke area wisata, dan ada pengecekan suhu tubuh.

Waduh, Kapolresta Solo Juga Ikut Diserang Saat Lindungi Korban Kericuhan di Mertodranan

Selain itu pengunjung juga dilarang bergerombol atau diminta saling menjaga jarak. Tatanan kehidupan baru ini diberlakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona.

"Saat ini kita harus berdampingan dengan Corona. Tidak mungkin kawasan wisata ditutup terus menerus. Yang penting protokol kesehatan diberlakukan secara ketat," katanya.

Gunung Sepikul dan Watu Giring, Bulu, Sukoharjo, memiliki potensi wisata alat perbukitan indah yang bisa jadi andalan warga Desa Tiyaran. Hal ini berdampak positif bagi pertumbuhan perekonomian warga setempat.

Covid-19 Klaster Perkantoran Solo: Selain Inspektorat, Gugus Tugas Juga Tracing Di Disdik

Tak sedikit warga yang kini membangun warung makan, toko kelontong hingga mengelola parkir. “Sejauh ini memang belum ada pemasukan ke desa, tapi warga sudah merasakan dampak positif dari pengembangan Gunung Sepikul dan Watu Giring” katanya.

Warga Wonokarto, Kabupaten Wonogiri, Budi Narwanto, 37, datang ke Gunung Sepikul bersama komunitas sepeda seli Soloraya. Mereka menjelajah rute kawasan alam perbukitan di Sukoharjo bagian selatan belum lama ini.

Selama gowes bareng komunitasnya, dia menerapkan physical distancing. Langkah ini sebagai upaya mencegah penyebaran virus Corona. Salah satunya menjaga jarak antar pesepeda, hingga membawa masker.

Gibran dan Teguh Hadiri Rapat Pleno PAN Solo Bahas Usulan Cawali-Cawawali Ke DPP

Namun masker tidak digunakan saat bersepeda karena akan mengganggu pernapasan, terutama di medan kawasan perbukitan yang penuh tanjakan.

Tidak Bergerombol

"Jadi kita tidak mungkin harus terkungkung di rumah terus. Tapi harus beraktivitas salah satunya berolahraga untuk menjaga imunitas. Tentunya bersepeda dengan tidak bergerombol. Ada jarak pesepeda satu dengan lainnya. Lalu kita juga membawa masker dan hand sanitizer. Ada juga bawa face shield," katanya.

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo Siti Laela mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo Darno mengatakan objek wisata tirta seperti Batu Seribu di Kecamatan Bulu, Waterboom Pandawa, dan lainnya masih ditutup untuk pengunjung sejak Maret lalu.

Tolak Hasil Musran, Banteng Solo Bergerak Ngadu ke DPD & DPP PDIP

Akibat penutupan objek wisata itu, Pemkab kehilangan potensi pendapatan hingga ratusan juta rupiah. Pemkab saat ini baru memberikan kelonggaran operasional tempat wisata yang bersifat alam dan terbuka seperti Gunung Sepikul, Gunung Pegat, Watu Giring maupun The Heritage Palace Kartasura.

"Yang baru boleh dibuka yang tempat terbuka dan kena sinar matahari, sedangkan wisata tirta belum boleh dibuka," katanya.

Dia tak memungkiri pembukaan objek wisata berdampak positif bagi daerah tersebut. Yang terpenting dia mengatakan pengelola mengedepankan protokol kesehatan seperti penyediaan sarana prasarana cuci tangan, pengecekan suhu tubuh bagi pengunjung dan aturan menjaga jarak. Harapannya pengunjung yang datang tidak berkerumun guna menekan penyebaran virus Corona.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya


Kolom