Menjelajah Benteng Terluas Sedunia di Sulawesi, Lebih Luas dari Kauman Solo
Benteng Buton merupakan benteng terluas di dunia (Antara)

Solopos.com, SOLO -- Mungkin belum banyak yang tahu bila benteng terluas di dunia ada di Indonesia. Benteng Keraton Buton atau Benteng Wolio namanya.

Sesuai namanya, benteng terluas di dunia ini ada di Kota Baubau, Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Luas benteng ini mencapai 23,375 hektare (ha) dengan panjang keliling tembok benteng mencapai 2.740 meter.

Sebagai pembanding, luas Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, adalah 15,129 ha. Atau luas Kelurahan Kauman di Kota Solo yang luasnya 19,20 ha.

Biar Aman, Jangan Lupa Cuci Tangan Saat Mengunjungi Taman di Sragen

Benteng Wolio ditetapkan sebagai bangunan pertahanan terluas di dunia oleh benteng Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dan Guinness Book of World Record pada September 2006.

Sebagaimana dikutip dari laman indonesia.go.id, Sabtu (31/10/2020), benteng ini terletak di puncak bukit setinggi 100 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan lereng yang cukup terjal. Hal ini menjadikan tempat ini sebagai tempat pertahanan terbaik di zamannya.

Dari tepi benteng tampak pemandangan menakjubkan Kota Baubau dan hilir mudik kapal di Selat Buton. Selain itu, di dalam kawasan benteng dapat dijumpai berbagai peninggalan sejarah Kesultanan Buton.

Benteng didirikan sebagai pusat pertahanan dan peradaban masyarakat Buton saat menghadapi penjajah Portugis, selain melindungi diri dari serangan bajak laut.

Wisata di Alam Terbuka Lebih Aman Saat Pandemi? Ini Penjelasan Dokter

Benteng itu hanya berjarak sekitar 3 km atau sekitar 5 menit berkendara dari pusat kota. Benteng ini berdiri mengelilingi tiga dusun meliputi Baluwu, Peropa, dan Dete di Kelurahan Melai, Kecamatan Wolio.

Asal Nama

Dalam situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, merujuk pada penetapan benteng ini sebagai warisan budaya benda nasional pada 4 Maret 2003, Benteng Wolio berasal dari kata welia yang artinya ‘membabat’. Itu karena sewaktu masa pembangunannya dilakukan pembabatan dan penebangan pohon-pohon besar di sekitar bukit.

Desain bangunannya menarik dan memiliki bentuk arsitektur unik karena terbuat dari batu gunung dan karang yang direkatkan dengan putih telur memakai campuran pasir dan kapur.

Tinggi dan tebal temboknya tidak sama, mengikuti kontur tanah atau lereng bukit. Pada bagian-bagian bukit yang terjal tinggi tembok mencapai delapan meter dengan ketebalan sampai dua meter. Pada bagian dalam sisi timur dan selatan terdapat turap-turap sebagai penahan atau penguat.

Truk Pengangkut 21 Pendaki Terguling di Jenawi Karanganyar, Begini Kronologinya

Benteng terluas di dunia ini memiliki empat buah boka-boka atau pos pengintai (bastion) di empat penjuru, 12 buah lawa atau pintu gerbang, 16 benteng kecil (baluara), parit dan sistem persenjataan berupa badili atau meriam sepanjang buatan Portugis dan Belanda.

Di dalam Benteng Keraton Buton terdapat Masigi Ogena atau Masjid Agung, istana sultan (kamali), makam-makam sultan, dan pejabat tinggi serta rumah adat malige.

Ada pula perkampungan penduduk dengan rumah-rumah tradisional yang masih ditempati hingga saat ini oleh sekitar 700 kepala keluarga (KK) di dalam kompleks benteng terluas di dunia ini. Rumah-rumah penduduk ini terhubung langsung dengan lingkungan istana melalui lawa.

Terdapat pula Sulana Tombi, yaitu tiang bendera setinggi 21 meter yang dibangun pada tahun 1712 di masa Sultan Buton Sakiuddin Darul Alam. Tiang bendera terbuat dari kayu jati ini berada di halaman Masjid Agung dan digunakan untuk mengibarkan longa-longa, bendera milik kesultanan berbentuk segitiga.

Diduga Takut Diminta Rapid Test, Jumlah Pengunjung Kawasan Wisata Tawangmangu Turun

Di halaman masjid juga terdapat jangkar raksasa yang diambil dari kapal dagang VOC yang karam di perairan Buton pada 1592.

Awalnya Tumpukan Batu

Menurut Anggota Tim Ahli Cagar Budaya Nasional (TACBN) Susanto Zuhdi, Benteng Keraton Buton adalah cagar budaya yang sangat langka jika dilihat dari jenis dan keunikan rancangannya karena jumlahnya sangat sedikit di seluruh Indonesia. Kesultanan Buton adalah pemilik dari benteng ini.

Pemandu wisata di Benteng Keraton Buton, Laode M. Adam Vatiq, menceritakan Benteng Keraton Buton yang terluas di dunia mulai dibangun pada masa Sultan Buton III La Sangaji yang bergelar Sultan Kaimuddin, yang memerintah Buton pada 1591-1596.

Semula, benteng tersebut hanya dibangun dalam bentuk tumpukan batu yang disusun mengelilingi kompleks istana. Tujuannya untuk membuat pagar pembatas antara komplek istana dengan perkampungan masyarakat sekaligus sebagai benteng pertahanan.

Penumpang KA di Madiun Melonjak 83 Persen Saat Libur Panjang

Kemudian pada masa pemerintahan La Elangi atau Sultan Dayanu Ikhsanuddin sebagai Sultan Buton IV, benteng berupa tumpukan batu tersebut dijadikan bangunan permanen. Pembangunan benteng rampung seluruhnya ketika La Buke sebagai Sultan Buton VI, yang memerintah Buton pada 1632-1645.

Benteng Keraton Buton yang terluas di dunia merupakan obyek wisata unggulan Kota Baubau dan telah dikunjungi ribuan turis domestik dan mancanegara setiap tahunnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom