Menjadi Senior Bersama Teknologi Digital

Bahagia rasanya mengenal teknologi dan budaya digital pada masa senior seperti yang saya alami kini.

 Novi Saptina (Solopos/Istimewa)

SOLOPOS.COM - Novi Saptina (Solopos/Istimewa)

Solopos.com, SOLO — Bahagia rasanya mengenal teknologi dan budaya digital pada masa senior seperti yang saya alami kini. Ada kesempatan tetap mengembangkan karier meskipun berusia di atas kepala lima. Saya adalah warga senior di Kota Solo, Provinsi Jawa Tengah.

Saya bangga menjadi generasi yang punya pengalaman tumbuh pada masa sebelum dan ketika teknologi digital menjadi bagian kehidupan sehari-hari. Generasi muda sekarang bisa belajar sejarah kepada saya tentang kehidupan ketika sebelum ada digitalisasi.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Saya banyak belajar dari para generasi muda sekarang tentang teknologi digitak. Komunikasi akrab dua generasi beda zaman akan mempercepat Indonesia menjadi maju karena keseimbangan antara teknologi dan humaniora.

Kini sudah delapan bulan saya pensiun dari profesi guru. Saya jalani masa pensiun dengan bahagia dan sehat. Sebelum pensiun, saya menjalani masa mengajar dengan sistem daring lalu dilanjutkan dengan mengajar sistem blended learning.

Ini sistem gabungan antara tatap muka dan online sampai akhirnya tatap muka lagi 100% dan barulah saya pensiun. Saya mengalami pembelajaran sistem digital dan analog dalam waktu cepat. Saya aktif menulis di media cetak dan online. Tulisan saya lumayan banyak dan terpublikasikan di mana-mana.

Saya adalah penulis di platfom komunitas Kompasiana yang terverifikasi hijau. Termutakhir saya menang kompetisi menulis tentang pembelajaran pada masa pandemi dengan hadiah senilai Rp5 juta untuk 10 pemenang dari Transmedia.

Saya juga masuk lima besar pemenang kreator konten Instagram terbaik tentang bahasa daerah. Pada Mei 2022 saya meraih juara II menulis cerita pendek yang diadakan oleh sebuah penerbit. Masa pensiun saya isi dengan menulis dan berhubungan dengan media sosial serta media cetak.

Dari menulis dan mengikuti lomba menulis saya menjadi aktif dengan gerakan di media sosial. Biasanya persyaratan lomba menulis adalah harus mengikuti akun itu atau laman itu, harus mengunggah sesuatu di akun media sosial, harus bergabung dengan grup Telegram atau Whatsapp dan sebagainya.

Mau tidak mau saya harus mempunyai akun media sosial dan bergabung di berbagai grup Whatsapp atau Telegram. Jadilah saya mengetahui semua tampilan terbaru dari banyak laman dan akun media sosial.

Setelah enam bulan saya pensiun, saya mendapat juara II lomba menulis cerita pendek tingkat nasional yang diselenggarakan sebuah penerbit. Untuk menyegarkan diri saya mendapat kesempatan pergi ke Kota Jogja, menginap di hotel di kawasan Malioboro, dan menikmati Kota Jogja sepenuh hati. Kota ini benar-benar merebut hati saya.

Bersama keluarga, saya berangkat ke Jogja naik kereta rel listrik (KRL). Saya menggunakan e-money. Anak dan suami saya memakai aplikasi Linkaja. Kami menikmati kemudahan pembayaran digital di sarana transportasi publik ini.

Saya merasa senang, tenang, dan bahagia bisa mengikuti perkembangan teknologi digital di semua aspek kehidupan dan bisa menerapkan dengan baik. Bagi anak saya mungkin sudah biasa berteknologi digital sehari-hari.

Tanpa saya sadari saya telah menjadi pribadi baru yang tenang dan berani menghadapi kehidupan pada masa digital ini. Ternyata tidak seperti yang saya bayangkan sebelumnya. Bahwa digitalisasi tidak bisa dinikmati oleh kaum senior seperti saya. Ternyata itu tidak benar. Saya bisa menikmati digitalisasi dengan baik.

Ajaran lama tentang keharusan menyayangi yang muda dan menghormati yang tua ternyata penerapannya bisa sampai pada era digital ini. Ketika generasi tua menyayangi generasi muda akan mendapat keuntungan bisa belajar tentang yang serbadigital dengan mereka.

Memilih dan Memanfaatkan

Rata-rata generasi muda sebetulnya ramah dan mau memberikan pertolongan kepada yang tua asalkan yang tua mempunyai cara yang tepat untuk berinteraksi dengan mereka. Saya tidak merasa khawatir dan kecil hati dengan perkembangan teknologi digital.

Ketika mendapat kesulitan, saya bertanya kepada anak muda bagaimana cara mengatasi. Untuk hal yang sifatnya rutin, saya mencatat langkah dan cara penggunaannya berdasarkan petunjuk anak saya tentang aplikasi secara step by step.

Mencatat dengan cara saya sendiri yang paling mudah dipahami dan dimengerti agar bisa mandiri melakukannya. Sedangkan untuk hal yang sifatnya baru bisa bertanya kepada para muda lalu mencatat cara menjalankan aplikasinya agar bila menemui aplikasi yang sama sudah bisa mengoperasiken sendiri.

Saya punya satu buku seperti buku catatan yang isinya tentang cara-cara mengoperasikan aplikasi-aplikasi digital. Kali pertama yang saya catat adalah cara mengirimkan e-mail. Saya catat caranya agar saya bisa mengirimkan artikel sendiri ke redaksi media massa.

Saya bisa mengirimkan sendiri tulisan ke redaksi media massa secara online. Yang kedua adalah cara membuat video pembelajaran dengan Power Point, Canva, dan Quizziz, atau memaksimalkan layanan Google seperti Google Classroom, Google Form, dan lain-lain.

Yang ketiga adalah menggunakan Zoom Cloud Meeting. Saya bisa mengikuti zoom meeting dan menyelenggarakan sendiri. Yang keempat adalah cara menggabungkan Zoom Cloud Meeting dan LCD untuk dipakai sebagai media blended learning.

Pada urusan penggunaan aplikasi digitak rutin seperti ini saya mencatat dengan serius, beserta masalah yang saya hadapi. Berikutnya adalah mencatat cara mengikuti lomba menulis yang merupakan hobi saya. Biasanya para penyelenggara lomba menulis di platform online menggunakan aplikasi tertentu yang bervariasi dan menggunakan media sosial.

Ketika sudah berpengalaman menggunakan berbagai media digital, atau yang penting sudah mengalami menggunanakan platform digital, apabila ada penambahan aplikasi baru biasanya tidak kagok lagi.

Pada awalnya aneka aplikasi digital memang membuat takut dan khawatir berbuat bagi generasi senior seperti saya, namun bila dikenal dengan baik akan membantu menikmati dunia yang sedang berjalan ini. Yang terpenting harus bisa menyaring kegunaan aplikasi digital.

Yang bermanfaat untuk kemajuan diri bisa digunakan. Platform digital bisa membantu melakukan sesuatu, menyumbangkan saran dan karta untuk bangsa dan negara sesuai dengan kemampuan, dan diniatkan untuk berbuat baik bagi sesama manusia.

Menjadi warga senior yang terus mau belajar ternyata menyenangkan. Menjadi warga senior bersama teknologi digital ternyata membantu tetap produktif. Teknologi digital membantu warga senior terhubung dengan dunia luar yang sangat luas.

(Esai ini terbit di Harian Solopos edisi 10 September 2022. Penulis adalah pensiunan guru SD Muhammadiyah 1 di Kota Solo, Provinsi Jawa Tengah)

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Memaknai Perkemahan

      Ketika Lord Robert Baden Powell berkemah bersama 22 anak laki-laki pada 25 Juli 1907 di Pulau Brownsea, Inggris, ia punya maksud dan tujuan tersendiri.

      Relevansi Pemimpin Kerajaan sebagai Pemersatu

      Sebagai salah satu negara pelopor sistem monarki konstitusional, kedudukan penguasa kerajaan di Inggris hanya sebagai kepala negara yang tak punya hak politik untuk mencampuri urusan pemerintahan.

      Krisis Petani di Negeri Agraris

      Sektor pertanian masih memegang peranan penting dalam pembangunan nasional

      Kepergian Ratu Elizabeth, Negara Persemakmuran, dan Bahasa Indonesia

      Elizabeth Alexandra Mary, Ratu Inggris Raya kelahiran 21 April 1926, mangkat pada 8 September 2022 di Kastil Balmoral.

      Karut-Marut Subsidi BBM

      Keluhan Presiden Joko Widodo ini salah besar karena lebih dari separuh anggaran subsidi bahan bakar dan energi merupakan subsidi LPG tabung tiga kilogram.

      Wrexham

      Sepak bola ternyata bisa menjadi opsi investasi yang seksi. Jadi mengapa para pengusaha tidak turun ke lapangan dan membangun klub sepak bola?

      Dilema antara Penerimaan Negara dan Kesehatan Masyarakat

      Dari perspektif kesehatan, kalangan medis menyebut ada segudang bahaya merokok, baik perokok aktif maupun bukan perokok yang turut menghirup asap pembakaran rokok (perokok pasif).

      Tidak Oleng Menghadapi Dampak Kenaikan Harga BBM

      Mengurangi jajan di luar rumah dan membiasakan memasak sendiri bisa menghemat uang dengan nilai lumayan.

      Menjadi Senior Bersama Teknologi Digital

      Bahagia rasanya mengenal teknologi dan budaya digital pada masa senior seperti yang saya alami kini.

      Konten Berempati Berbasis Kreativitas

      Topiknya tentang menjual kemiskinan dan ketidakberdayaan seseorang untuk mendapatkan cuan.

      Momentum bagi Energi Baru dan Terbarukan

      Menaikkan harga BBM kali ini memang keputusan yang sulit bagi pemerintah. Ini memomentum membuka ruang bagi energi baru dan terbarukan.

      Warisan Si Momok Hiyong

      Geram dan marah. Itulah ekspresi yang bisa kita saksikan di warung angkringan, pada obrolan pinggir jalan wong cilik saat ini.

      Bencana Sosial

      Masyarakat secara mandiri telah menjadi produsen informasi, yang dimudahkan dengan jempol dan jari.Tak heran pula, bila sekeliling kita kemudian dipenuhi dengan ketidakjelasan. Bisa jadi, perilaku itu sangat dipahami oleh para buzzer dan hacktivist.

      Wajah Ganda Kota Solo

      Kota Solo masuk 10 besar sebagai kota toleran berdasarkan riset Setara Institute.

      Keberdayaan SMA Swasta

      Pada 26 Agustus 2022 pukul 15.00 WIB, Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) merilis Top 1.000 Sekolah di Indonesia dengan nilai ujian tulis berbasis komputer (UTBK) tertinggi tahun 2022.