Menilik Garasi 17 Bus di Simo Boyolali yang Disita Kejagung Terkait Korupsi PT Asabri
Warga melintas di jalan Simo-Bangak, di depan garasi PT Restu Wijaya Simo, Kecamatan Simo, Kamis (25/2/2021). (Solopos/Bayu Jatmiko Adi)

Solopos.com, BOYOLALI - Garasi bus PT Restu Wijaya Simo, pada Selasa (23/2/2021) malam didatangi tim dari Kejaksaan Agung (Kejagung). Kedatangan petugas Kejagung adalah untuk menyita 17 bus di garasi tersebut karena terkait korupsi PT Asabri.

Tindak pidana korupsi PT Asabri sendiri mengungkap Letjen TNI (Pur) Sonny Widjaja sebagai tersangka. Penyitaan bus terjadi malam hari sekitar pukul 21.46 WIB. Diperkirakan saat itu di sekitar lokasi sudah cukup sepi. Dengan begitu tidak banyak masyarakat yang melihat langsung keluarnya bus dari garasi.

Menurut http://spionam.dephub.go.id, PT Restu Wijaya Simo merupakan perusahaan bus pariwisata di Dukuh Tegalrayung, Desa Pelem, Kecamatan Simo, yang dipimpin oleh Suryawisnu Magandha. Perusahaan itu memiliki 17 armada orang tidak dalam trayek. Sebanyak 12 bermerek Hino, tiga bus bermerk Mercedes Benz dan dua bus keluaran Mitsubishi.

Baca Juga: Keji! Oknum Pesilat di Sragen Tega Perkosa Bocah 9 Tahun

Sedangkan Sonny merupakan Direktur PT Asabri sampai dengan tahun 2020. Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, Sonny sempat menduduki jabatan di lingkungan militer sebelum menjabat di PT Asabri.

Dia pernah menjabat sebagai Dandim Boyolali pada 1999. Dia juga tercatat pernah menjabat sebagai Pangdam III/Siliwangi pada 2012. Setelah itu dia juga tercatat sebagai Komandan Sekolah Staf dan Komando (Dansesko) TNI pada 2014.

Salah satu warga, Andi, mengatakan sekitar pukul 20.00 WIB, pihaknya sempat berada di sekitar garasi yang berada di Jl. Simo-Bangak, Desa Pelem, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali itu. Tapi menurutnya saat itu belum ada aktivitas mencolok di garasi.

"Sekitar pukul 20.00 WIB saya di sekitar SPBU situ, tapi tidak ada apa-apa. Garasi itu juga sepi-sepi saja," kata dia, Kamis (25/2/2021).

Tak Terkejut

Dia mengaku tidak terkejut dengan kabar adanya penyitaan bus di daerah sekitarnya, terkait kasus korupsi PT Asabri yang ditangani Kejagung. Terlebih sebelumnya juga sudah beredar berita tentang adanya kasus yang menyeret beberapa aset di Boyolali.

"Ya tahu ada kasus itu. Tidak kaget, ya biar saja. Kalau itu masalah korupsi, kan yang menikmati uangnya juga orang-orang yang terlibat di sana," kata dia.

Mengenai aktivitas garasi, menurutnya sudah cukup lama tidak ada aktivitas mencolok di garasi itu. Dia memperkirakan sudah sekitar lima bulan, tidak melihat bus keluar masuk garasi.

Sedangkan menurut warga lain, pada Selasa malam kemarin sempat ada beberapa kendaraan pribadi masuk ke garasi itu. Namun dia tidak mengetahui untuk keperluan apa rombongan itu. "Ada beberapa mobil masuk. Tapi saya tidak melihat bus-bus yang keluar," kata warga yang tidak mau disebut namanya.

Baca Juga: Ustaz Ahmad Sukina, Ulama Kharismatik Sukses Pimpin MTA Sejak 1992

Sementara di akun YouTube Taufik Irvani, menampilkan sejumlah bus yang keluar dari garasi PT Restu Wijaya Simo itu. Pada video berjudul Inilah Wujud 17 Bus yang Disita Kejaksaan Agung di Boyolali, terlihat bus-bus keluar dari garasi itu pada malam hari. Namun bus-bus itu tidak keluar secara serentak.

Bus keluar dari garasi dan berjalan ke arah Bangak, Kecamatan Banyudono. Bus-bus itu kemudian terlihat berhenti di tepi jalan Solo-Semarang, di sekitar pertigaan Bangak. Selanjutnya, dengan dikawal mobil Polisi, bus-bus tersebut berjalan masuk ke gerbang tol Colomadu.

Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Negeri Boyolali, Muhammad Anshar Wahyudin, mengatakan pada Selasa (23/2/2021) pada Selasa malam sekitar pukul 21.46 WIB sampai selesai, telah dilakukan penyitaan aset berupa 17 bus dari garasi PT Restu Wijaya Simo. Setelah dikeluarkan dari garasi di Simo, bus lalu dititipkan di garasi DAMRI, Palur, Karanganyar.



Berita Terkini Lainnya








Kolom