Tutup Iklan
Ilustrasi pasangan suami istri. (Freepik)

Solopos.com, SOLO – Menikah dan memiliki keluarga bahagia merupakan dambaan sejumlah orang. Selain menambah kebahagiaan, ternyata ada hasil penelitian yang menunjukkan pernikahan membuat seseorang berumur panjang.

Hasil penelitian yang dirilis National Center for Health Statistics (NHCS) di Amerika Serikat menyebutkan orang menikah umurnya lebih panjang ketimbang lajang. Hasil penelitian ini juga mengungkap angka kematian pasangan suami-istri menurun tujuh persen dari 2010-2017.

Dikutip dari Web MD, Selasa (15/10/2019), angka kematian bagi mereka yang tidak menikah hanya menurun dua persen. Sementara yang paling tinggi adalah angka kematian para janda, yakni melonjak hingga enam persen.

Saat seseorang menikah, ada banyak manfaat kesehatan yang bisa didapatkan. Misalnya memiliki asuransi kesehatan dan mendapatkan akses pelayanan kesehatan lebih baik. Di sisi lain, menikah juga memastikan seseorang punya pasangan yang pasti merawat dan juga mengajak berperilaku atau gaya hidup sehat.

"Memiliki seseorang suami atau istri cenderung mendorong penerapan pola hidup sehat. Misalnya periksa ke dokter, makan lebih baik, atau olahraga. Pria cenderung memiliki kemampuan lebih kecil ketimbang wanita soal menjaga diri mereka sendiri," ungkap Michael Rendall, direktur Maryland Population Research Center di University of Maryland.

Pernikahan juga menyingkirkan perasaan sendirian dan terisolasi. Dukungan dan interaksi sosial pada pasangan suami-istri bermanfaat besar bagi kesehatan mental dan fisik. Hal ini menjelaskan juga alasan para janda atau duda cenderung tampak buruk saat ditinggal pasanga.

“Janda dan duda sering mengalami penyakit jantung, kesepian, dan stres finansial. Mereka tak lagi memiliki pasangan untuk menjaga dan merawat, sehingga lebih mungkin untuk mengabaikan kesehatan,” pungkasnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten