Tutup Iklan
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (Bisnis-Rinaldi M Azka)

Solopos.com, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperingatkan akan memberi sanksi bagi maskapai yang tidak mengikuti aturan https://news.solopos.com/read/20190513/496/991806/pemerintah-turunkan-tarif-batas-atas-tiket-pesawat-sampai-16" target="_blank" rel="noopener">tarif batas atas (TBA) tiket penerbangan yang baru. Penumpang mesti bersabar karena Kemenhub masih memberi waktu 2 hari bagi maskapai menurunkan harga tiket.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menuturkan penurunan TBA secara rata-rata 15% dengan jarak 12%-16%. "Semua bersepakat satu jalan yang baik lakukan evaluasi TBA. Harapannya tarif teratas itu enggak dipakai," tuturnya, Kamis (16/5/2019).

Dia menuturkan penurunan https://news.solopos.com/read/20190408/496/983678/terkuak-kenapa-maskapai-naikkan-harga-tiket-pesawat-gila-gilaan" target="_blank" rel="noopener">harga tiket pesawat tersebut berdasarkan kriteria masing-masing rute penerbangan. Penerbangan jarak dekat turun berkisar 12%, sedangkan penerbangan jarak jauh di kisaran 15%-16%.

"Bila maskapai masih melanggar itu, kami akan beri peringatan. Kami harap mereka ikut apa yang kami regulasikan yang tidak mengikuti kami kasih penalti dengan tidak melayani," katanya.

Budi menuturkan dengan perubahan TBA tersebut, seluruh maskapai termasuk maskapai berbiaya rendah atau low cost carrier (LCC) turut menyesuaikan tarifnya. Dia berharap, maskapai LCC memberi harga yang dapat dijangkau berkisar 50% dari TBA, supaya penyebaran tarifnya antara 50%-85%.

"Kami berikan waktu 2 hari sampai besok, lusa harus efektif," imbuhnya.

"Kami tetapkan suatu evaluasi, persuasi dunia penerbangan, dan juga banyaknya keluhan masyarakat seluruh Indonesia dan komplain dunia pariwisata, perhotelan menjadi pemicu inflasi kami lakukan rapat koordinasi dengan Pak Menko," katanya.

Avatar
Editor:
Adib M Asfar

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten