Tutup Iklan
Sepur kluthuk Jaladara di Solo. (Solopos-Dok)

Solopos.com, SOLO - Menteri Perhubungan (Menhub), -garuda-lion-sriwijaya-dengarlah-keluhan-konsumen" title="Menhub: Garuda, Lion, Sriwijaya, Dengarlah Keluhan Konsumen!">Budi Karya Sumadi, meminta kereta uap -solo-sepur-kluthuk-dan-railbus-potensial-dikembangkan-tapi" title="WISATA SOLO : Sepur Kluthuk dan Railbus Potensial Dikembangkan, Tapi...">Sepur Kluthuk Jaladara bisa dinikmati wisatawan secara gratis. Lantas, biaya operasional kereta dari mana?

Menhub mengatakan biayanya bisa menggunakan dana corporate social responsibility (CSR) PT -kai-penambahan-ka-prameks-tak-bisa-tahun-ini" title="PT KAI: Penambahan KA Prameks Tak Bisa Tahun Ini">Kereta Api Indonesia (KAI). Jika hal itu tidak memungkinkan, Budi Karya menyebut pembiayaan operasional kereta kuno itu bisa berasal dari beberapa sumber dengan dukungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

"Kami memang minta kepada PT KAI agar dilaksanakan secara gratis. Melalui CSR KAI. Kalau KAI tidak bisa sendiri nanti kami gabungkan dengan yang lain," kata dia kepada wartawan di Stasiun Balapan Solo, Sabtu (4/5/2019).

Budi juga menginginkan Sepur Kluthuk Jaladara beroperasi rutin setidaknya setiap akhir pekan agar bisa dinikmati wisatawan. Selama ini, pengoperasian kereta api uap itu hanya jika ada order.

"Nanti kami sarankan dua kali setiap hari Minggu. Bisa gratis, tidak perlu sewa. Jadi anak-anak pun bisa naik. Kami harapkan kereta api yang sudah diminati itu bisa berjalan lebih baik," tegas dia.

Dia juga memberi masukan agar Jaladara dioperasikan dengan jalur berbeda, bukan hanya di tengah kota. Hal itu untuk mengantisipasi gangguan saat melintas di tengah kota yang kondisinya padat.

"Dari Wali Kota Solo memberikan masukan kepada kami terkait kereta heritage yang memang harus dipertahankan. Sekarang ini melintasi Jl. Slamet Riyadi. Kami menambahkan saja, bisa kombinasinya kalau yang pagi melalui Jl. Slamet Riyadi, siang atau sore bisa dari Stasiun Kota ke Sukoharjo atau ke Palur sehingga ada variasi. Pagi pemandangannya kota, siang atau sore sawah," jelas Budi Karya.

 

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten