Sepur kluthuk Jaladara di Solo. (Solopos-Dok)

Solopos.com, SOLO -- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo berkomitmen mendukung Sepur Kluthuk Jaladara beroperasi di Kota Solo. Kendati demikian, terkait permintaan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi agar kereta uap itu digratiskan bagi wisatawan, Dishub menyerahkannya ke PT KAI dan pemerintah pusat.

Kepala Dishub Solo, Hari Prihatno, mengatakan selama ini pengelolaan kereta uap atau Sepur Kluthuk Jaladara dilakukan dengan kerja sama antara Dishub Solo dan PT KAI. "Teknis operasionalnya dari PT KAI. Sedangkan pemesanan melalui Dishub. Kami hanya menerima order. Ketika ada yang mau menyewa, kami sampaikan ke PT KAI," kata dia kepada wartawan di kantornya, pekan lalu.

Dia menyebutkan selama ini Sepur Kluthuk Jaladara beroperasi hanya ketika ada penyewa. Selama ini untuk mendukung keberadaan kereta uap sebagai salah satu destinasi Kota Solo, pemerintah menyewa sekitar Rp981 juta per tahun kepada PT KAI dengan kuota 80 kali perjalanan.

Sedangkan bagi masyarakat yang ingin menyewa dikenakan biaya sekitar Rp3,5 juta untuk seluruh kereta. "Kalau ditumpangi sedikit orang akan terasa mahal. Kami juga tidak menjual tiket secara ritel, selama ini memang rombongan," kata dia.

Dengan biaya tersebut, rombongan bisa menikmati sensasi kereta uap kuno yang berjalan membelah pusat Kota Solo. "Kalau dari Menteri Perhubungan menghendaki digratiskan, ya nanti tinggal dari PT KAI bagaimana. Kalau kami tidak masalah," tambah dia.

Lebih lanjut, Hari mengatakan pada momentum Lebaran dan hari libur, Sepur Kluthuk Jaladara banyak diminati wisatawan. Bahkan menjelang lebaran, biasanya kereta uap tersebut sudah dipesan.

Pemesanan sewa memang tidak bisa dilakukan secara mendadak karena harus ada persiapan bahan bakar dan persiapan teknis lainnya. Sementara terkait operasional di dalam kota, Hari mengatakan sejauh ini tidak ada persoalan.

"Setiap Jaladara beroperasi akan ada pengawalan dan kami berkoordinasi dengan CC room," kata dia.

Sebelumnya Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, meminta agar kereta uap itu bisa dinikmati secara gratis oleh wisatawan yang datang ke Solo. "Kami memang minta kepada PT KAI [Kereta Api Indonesia] agar dilaksanakan secara gratis melalui CSR KAI. Kalau KAI tidak bisa sendiri nanti kami gabungkan dengan yang lain," kata dia kepada wartawan di Solo belum lama ini.

Menanggapi hal itu Kepala Daop VI PT KAI, Eko Purwanto, mengatakan akan mendiskusikannya di internal PT KAI.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten