unta

DAYA TARIK -- Soerang penggembala tengah memberi makan unta di peternakan yang ada di kawasan Jeddah, Arab Saudi, Rabu (16/11/2011). Peternakan itu banyak dikunjungi jemaah haji yang ingin berfoto dengan unta atau membeli susu unta yang diperah langsung di tempat. (JIBI/SOLOPOS/Antara)
(Solopos.com) - Jemaah haji Indonesia yang kebetulan memiliki waktu luang saat berada di Mekkah, tak ada salahnya mengunjungi sejumlah peternakan unta di Hudaibiyah untuk mencicipi susu unta. Hudaibiyah yang letaknya berada sedikit di luar Kota Mekkah, menuju Jedah, memang menjadi salah satu daya tarik sendiri bagi jamaah haji dari berbagai negara untuk melihat unta dari dekat sekaligus minum susunya.

Untuk datang ke lokasi itu jemaah sebaiknya menggunakan bis atau mobil carteran yang dibawa dari Mekkah, karena jika menggunakan kendaraan umum akan sulit turun di lokasi dan kembali ke Mekkah. Jangan berpikiran peternakan unta yang ada di tepi jalan raya Mekkah-Jedah tersebut dikelola dengan baik seperti dengan tersedia restoran, tempat istirahat atau menjual cinderamata. Peternakan di situ merupakan hamparan luas padang pasir tandus dan dibiarkan terbuka alami dengan dikelilingi bukit batu cadas tanpa ada tempat tertutup untuk mengurangi sengatan matahari.

Kalaupun ada tempat tertutup hanyalah tempat istirahat bagi penjaga unta dengan kondisi yang sangat tidak layak bangunannya karena tendanya sudah robek-robek dan penuh tambalan di sana-sini. Sementara unta yang dipelihara dikumpulkan dalam suatu kandang terbuka yang hanya dibatasi oleh kawat yang sangat sederhana. Tujuannya agar unta tidak lari kemana-mana.

Soal bau kotoran unta, jangan ditanya lagi. Begitu turun dari kendaraan aroma bau menyengat sudah terasa. Bagi yang tak kuat silahkan sebelumnya menyiapkan dan memasang masker penutup hidung. "Saat musim haji banyak orang asing datang ke sini. Orang Indonesia juga banyak yang ke sini," kata Muhammad, seorang peternak yang bertugas menjaga unta dan menjual susu unta.

Dia yang mengaku bukan pemilik tapi hanya sebagai pesuruh mengatakan peternakan unta yang dikelolanya memiliki sertifikat kesehatan susu, sehingga aman dikonsumsi. Muhammad yang sudah dua tahun bertugas menjaga dan menjual susu unta tersebut, mengaku banyak orang asing yang datang berkunjung dan membeli susu unta. "Umumnya yang datang memang orang asing karena di negaranya mungkin tidak ada unta. Susunya pun kita jual langsung kita perah dari unta," katanya sambil memeragakan pemerahan susu.

Harga susu yang dijual tidak terlalu mahal, yaitu per botol ukuran 0,3 liter dijual lima riyal (1 Riyal sekitar Rp2.500). Dia mengatakan susu yang dijual hari itu, hari itu pula diperas dari unta dan bukan merupakan susu yang diperas beberapa hari sebelumnya karena memang di situ tidak ada lemari pendingin untuk menyimpan susu. Muhammad menjamin susu yang dijual asli tanpa bahan pengawet dan rasa tambahan seperti gula dan pewarna.

Jemaah Indonesia yang datang terlihat banyak yang sekedar foto-foto dengan latar belakang unta dan ada pula yang membeli dan mengonsumsi susu di situ. Awaluddin La Ode, seorang haji dari Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengatakan dirinya sejak sebelum datang ke Arab memang berencana mengunjungi peternakan unta di situ.

Dia yang datang bersama puluhan haji satu kelompok terbang (kloter) SUB (Surabaya) tersebut, mengatakan dirinya juga ingin mencoba susu unta yang selama ini belum pernah dicicipi. "Saya baru pertama kali ini minum susu unta dan rasanya enak sama dengan susu sapi," katanya. Ode mempercayai susu unta memiliki sejumlah khasiat yang baik untuk kesehatan seperti menurunkan penyakit gula, meningkatkan daya tahan tubuh, serta meningkatkan vitalitas pria.

Soal rasanya, katanya, dia mengaku hampir sama dengan susu sapi dan tidak ada rasa amis menyukainya. "Di Indonesia susah memperoleh susu unta dan kalaupun ada mungkin sudah tidak segar dan ditambah bahan pengawet," katanya. Ditambahkan, dirinya sebenarnya ingin sekali membawa pulang susu unta tapi diakui sulit membawanya karena proses ibadah di Arab Saudi masih panjang karena masih harus ke Madinah lagi.

Syukriyadi, asal NTT, mengatakan dirinya mendapat banyak manfaat dari rekan-rekannya soal khasiat susu unta. Menurut dia, rasanya agak hambar tapi tidak amis sehingga menyukainya. Dia juga menginginkan bisa membawa pulang ke Tanah Air tapi terkendala dengan cara menyimpannya. "Rasanya enak dan hampir sama dengan susu sapi. Saya sudah habis dua botol," katanya.

Studi yang dikeluarkan sejumlah lembaga ilmiah menyatakan susu unta jauh lebih bergizi bila dibandingkan dengan susu sapi. Ini lantaran susu unta mengandung sedikit lemak dan kolesterol, dan kaya dengan zat besi, potassium, dan mineral. Hal tersebut tertuang dalam satu dokumen yang disajikan pada Konferensi Ke-5 Keselamatan Makanan Internasional di Dubai, yang terselenggara pada 22-25 Februari 2010 di "Dubai International Convention and Exhibition Center".

Susu dari unta yang menjadi bagian penting dalam tradisi dan kebudayaan Arab ini menjadi komponen makanan penting di Emirat dan negara lain Arab. Susu unta biasanya memiliki rasa manis dan tajam, namun terkadang susu itu terasa asin dan bahkan pada saat yang lain terasa berair. Susu unta adalah sumber protein yang berlimpah dengan kegiatan perlindungan dan potensi anti-mikroba. Sebagian protein itu, tidak dapat ditemukan pada susu sapi, atau, ditemukan hanya sedikit.

Susu unta tidak perlu dimasak hingga mendidih layaknya susu kambing atau sapi sebelum dionsumsi. Susu unta yang kaya akan rasa ini, sebaiknya diminum secara perlahan, untuk memungkinkan perut mencernanya. Sebuah studi menunjukkan, bahwa kandungan lemak per unit susu unta adalah 1,8 persen - 3,8 persen. Vitamin C dan Niacin yang terkandung lebih tinggi pada susu unta dibanding susu sapi. Namun, susu unta berisi lebih sedikit Vitamin A, B2, Folic Acid, dan Panthontenic Acid.

JIBI/SOLOPOS/Ant


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten