Mengungkap Legenda Paku Bumi di Balik Gunung Tidar Magelang

Gunung Tidar yang berdiri di bagian selatan Kota Magelang dengan ketinggian 503 meter di atas permukaan laut (mdpl) memiliki banyak legenda misteri yang kuat.

 Gunung Tidar (Instagram/@gunungtidar)

SOLOPOS.COM - Gunung Tidar (Instagram/@gunungtidar)

Solopos.com, MAGELANG -- Gunung Tidar yang berdiri di bagian selatan Kota Magelang dengan ketinggian 503 meter di atas permukaan laut (mdpl) memiliki banyak legenda misteri yang kuat. Berdasarkan pantauan Solopos.com  melalui kanal Youtube Si Memen, Selasa (8/6/2021), ada dua legenda di balik Gunung Tidar, Legenda pertama menceritakan tentang paku bumi tanah Jawa.

Dalam legenda ini, masyarakat tradisional Jawa meyakini bahwa Gunung Tidar adalah paku bumi di tanah Jawa. Konon dahulu pulau Jawa berbentuk seperti perahu yang selalu terombang-ambing oleh gelombang laut dan sewaktu-waktu bisa terbawa arus laut.

Promosi46 Hektare Mangrove Terancam Tol Semarang-Demak, Relokasi Bukan Solusi

Paku bumi yang kemudian berubah menjadi Gunung Tidar itu diyakini ditancapkan oleh seorang dewa dari kayangan. Sejak saat itu, pulau Jawa dihuni oleh bangsa jin dan masyarakatnya sebagian besar memiliki ilmu kanuragan.

Tugu Gunung Tidar
Tugu Gunung Tidar (Instagram/@m.fahilul_anamm)

Baca Juga: Berlibur Sekalian Belajar Bahasa Inggris di Ngargogondo Borobudur

Nama Gunung Tidar berasal dari dua kata Bahasa Jawa, ‘Mati lan Modar’(kalau tidak mati, ya mampus). Konon saat itu Gunung Tidar menjadi pusat kerajaan gaib di pulau Jawa karena dihuni oleh serangkaian bangsa jin sehingga siapapun yang masuk ke area Gunung Tidar dipastikan akan tewas.

Karena begitu kuatnya kepercayaan tradisional masyarakat Jawa saat itu, banyak ulama-ulama Agama Islam gagal untuk menyebarkan dakwah Islam di tanah Jawa. Hingga akhirnya datanglah sosok sakti dari Persia yang bernama Syekh Maulana Subakir yang hendak menyucikan Pulau Jawa dari kemusyrikan bangsa Jin dan menyebarkan dakwah Islam di tanah Jawa.

Dalam peperangannya melawan bangsa jin, Syekh Subakir menancapkan tombak di Gunung Tidar dan akhirnya membuat bangsa jin terusir dari tanah Jawa dan mengungsi ke pantai selatan Jawa. Kemudian Sabda Palon yang merupakan pengasuh tanah Jawa menampakan diri dan menantang Syekh Subakir bertanding

Baca Juga : Jajal Sensasi Panorama Alam dari Silancur Highland Kaliangkrik

Namun pertarungan berakhir seri hingga perjanjian damai terjadi saat Syekh Subakir menjelaskan niatnya kepada Sabda Palon untuk menyebarkan dakwah Islam di tanah Jawa. Niat inipun akhirnya diterima baik oleh Sabda Palon.

Makam Syekh Subakir (1)
Makam Syekh Subakir (Instagram?@rynita_devi)

Legenda kedua adalah makam para ulama.  Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa Syekh Subakir adalah ulama yang didatangkan dari tanah Persia. Kedatangannya bersamaan dengan rombongan Wali Songo periode pertama yang diutus oleh Sultan Muhammad I dari Istambul, Turki untuk berdakwah di Pulau Jawa pada tahun 1404.

Gunung Tidar adalah tempat makam para ulama dan Wali Songo, termasuk makam Syekh Subakir. Selain sebagai tempat wisata, Gunung Tidar ini juga kerap didatangi oleh masyarakat Jawa tradisional yang hendak berziarah dan mencari wangsit.

Di tengah lapangan di  atas Gunung Tidar juga terdapat sebuah tugu dengan simbol huruf ‘Sa’ dalam aksara jawa di ketiga sisi yang menutut juru kunci setempat bermakna Sapa Salah Seleh (siapa yang salah akan ketahuan) . Tugu inilah yang dipercaya sebagai tombak yang ditancapkan oleh Syekh Subakir untuk mengusir bangsa jin dari tanah Jawa.

Sumber: Okezone.com, Kanal Youtube SI MIMEN

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

10 Prajurit TNI Membantu Local Strongman Mengelola Kerangkeng Manusia

+ PLUS 10 Prajurit TNI Membantu Local Strongman Mengelola Kerangkeng Manusia

Sepuluh orang prajurit TNI ditetapkan menjadi tersangka kasus penganiayaan dan penyiksaan penghuni kerangkeng manusia di rumah Bupai Langkat nonaktif, Provinsi Sumatra Utara, Terbit Rencana Peranginangin.

Berita Terkini

Tanggul di Semarang Jebol, PLN Respons Cepat Amankan Jaringan Listrik

PLN terpaksa harus mengamankan sebanyak 408 gardu distribusi yang menyalurkan listrik ke sebanyak 35.000 pelanggan.

Banjir Rob di Semarang, PLN Lakukan Pemadaman Listrik

Banjir rob yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), akibat jebolnya tanggul laut direspons PLN dengan melakukan pemadaman listrik di wilayah yang terdampak.

Banjir Rob Landa 4 Daerah di Jateng, Ganjar: Siapkan Posko Darurat!

Sejumlah daerah di kawasan pesisir utara Jawa Tengah atau Jateng dilanda banjir rob pada Senin (23/5/2022).

Kejaksaan dan Kepolisian Ikut Awasi Pelaksanaan Proyek di Grobogan

Kejaksaan Negeri Grobogan dan Polres Grobogan dilibatkan dalam proses pengawasan pelaksanaan pekerjaan konstruksi, barang dan jasa di Kabupaten Grobogan.

Banjir Rob Terjang Rumah Warga di Semarang Gegara Tanggul Jebol

Banjir rob melanda kawasan pesisir Kota Semarang, tepatnya daerah dekat Pelabuhan Tanjung Emas, akibat jebolnya tanggul penahan air.

Begini Curhatan Warga Semarang Jadi Langganan Banjir Rob

Banjir rob sudah menjadi peristiwa yang jamak bagi warga Kampung Tambakrejo, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

Banjir Rob Genangi Pesisir Pati, Tanggul Laut Jebol

Sejumlah desa di pesisir Kabupaten Pati, Jawa Tengah, digenangi banjir rob.

Hangus Terbakar, Jembatan Juwana Pati Segera Dibongkar

Jembatan Juwana di Kabupaten Pati, Jawa Tengah diusulkan segera dibongkar.

46 Hektare Mangrove Terancam Tol Semarang-Demak, Relokasi Bukan Solusi

Hutan mangrove atau bakau seluas 46 hektare terancam oleh pembangunan tol Semarang-Demak. Langkah merelokasi hutan mangrove itu bukan solusi.

Banjir Rob Setinggi 2 Meter Terjang Kota Semarang

Peristiwa banjir rob dengan ketinggian lebih dari 2 meter melanda daerah pesisir di Kota Semarang, Senin (23/5/2022).

Diklaim Punah, Ini Cerita Kemunculan Harimau Jawa di Sejumlah Tempat

Harimau Jawa diklaim telah punah sejak 1980-an, meski demikian cerita tentang kemunculan binatang ini masih sering terdengar hingga sekarang.

Ratusan Jiwa di Jawa Tengah Dipasung Karena Alasan Malu dan Aib

Sepanjang 2021, jumlah warga di Jawa Tengah yang hidup terkungkung dan dipasung karena mengalami gangguan jiwa mencapai 390 orang, oleh keluarganya sendiri dengan alasan malu atau aib keluarga dan tidak dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD).

Disebut dapat Restu Jokowi di Rakernas Projo, Ini Reaksi Ganjar

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menampik pernyataan Presiden Jokowi terkait capres yang akan diusung pada Pilpres 2024 saat Rakernas Projo ditujukan kepadanya.

Harimau Muncul di Banjarnegara, BKSDA Jateng Kerahkan 2 Tim

Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA Jateng menerjunkan dua tim guna menyelidiki kebenaran informasi kemunculan harimau di Banjarnegara.

Sejarah Banyumas: Dulu Bagian dari Keraton Solo

Kabupaten Banyumas di Jawa Tengah ternyata dulu pernah termasuk dalam wilayah kekuasaan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.