Mengulik Sejarah Asli Marabunta, Gedung Unik di Kota Lama Semarang

Gedung Marabunta di kawasan Kota Semarang disebut-sebut memiliki kaitan dengan mata-mata legendaris asal Belanda, Mata Hari.

Kamis, 29 September 2022 - 15:45 WIB Penulis: Ponco Wiyono Editor: Imam Yuda Saputra | Solopos.com

SOLOPOS.COM - Gedung Marabunta di kawasan Kota Lama Semarang. (Dok. Solopos.com)

Solopos.com, SEMARANG – Bangunan bergaya arsitektur kuno dengan hiasan patung dua ekor semur merah berukuran raksasa berdiri kokoh di kawasan Kota Lama Semarang. Siapa pun yang melintas di Jalan Cenderawasih, Kota Lama Semarang, pasti akan tergoda untuk menatap gedung itu dengan cukup lama. Gedung itu tak lain adalah Marabunta.

Tak hanya unik, Gedung Marabunta memiliki banyak cerita lama dan dipercaya pernah menjadi saksi sejarah tentang sosok Mata Hari, penari erotis cantik berdarah Indo yang dieksekusi mati oleh tentara Perancis pada 15 Oktober 1917 karena dianggap mata-mata Jerman.

Dikutip dari situs festivalkotalama.com, pembangunan Gedung Marabunta tidak diketahui persis. Para arkeolog Balai Arkeologi memperkirakan, Gedung Schouwbrug, nama lain Gedung Marabunta, dibangun setelah pembongkaran benteng Kota Lama pada tahun 1824, sejalan dengan pengembangan kawasan permukiman di Kota Semarang dan jalan pos Daendels.

Gedung ini dibangun dengan tujuan untuk menyediakan tempat hiburan bagi para penghuni kawasan Kota Lama yang waktu itu didominasi warga Eropa.

Masih menurut situs tersebut, pada era kolonialisme Belanda, di gedung ini sering dipentaskan komedi Stamboel. Stamboel merupakan istilah serapan dari kata Istambul, yang merujuk pada nama kota di Turki, tempat komedi ini berkembang luas di daratan Eropa.

Baca juga: Semarang Dijuluki Kota Atlas, Begini Sejarahnya

Stamboel merupakan teater sandiwara keliling mirip sirkus di Eropa yang diadopsi di Hindia Belanda. Saking seringnya Komedi Stamboel dipentaskan di sana, maka nama jalan di depan gedung akhirnya juga dikenal dengan nama Komedistraat.

Selain komedi, di sana kerap ditampilkan pula musik dan lagu-lagu dari para musisi dan penyanyi terkenal, juga beragam tarian, mulai dari tari tradisional hingga tari erotis.

Mata Hari

Ada salah satu artis legendaris kelahiran Belanda yang juga pernah menampilkan tari erotis di sana, yaitu Mata Hari atau yang memiliki nama asli Margaretha Geertruida MacLeod.

Margaretha Geertruida MacLeod merupakan penari erotis dan wanita penghibur asal Belanda yang juga dipercaya sebagai mata-mata atau spion Jerman selama Perang Dunia I. Mata Hari konon dipercaya pernah tampil atau menari di Gedung Schouwburg atau Marabunta.

Baca juga: Menengok Gedung Sarekat Islam di Semarang yang Didirikan Tokoh Pendiri PKI

Kendati demikian, keberadaan Mata Hari di Gedung Marabunta tak jarang juga ditepis para pengamat sejarah di Kota Semarang. Salah satu pengamat sejarah yang menampik adalah Tjahjono Rahardjo yang juga seorang akademisi dari Universitas Katolik Soegijapranata Kota Semarang.

“Mata Hari tidak pernah ke Semarang, tidak pernah menari di Schouwburg. Dan Schouwburg tidaklah sama dengan Marabunta,” kata Tjahjono Rahardjo kepada Solopos.com, pada Kamis (29/9/2022).

Menurut sejarawan Unika Soegijapranata ini, Gedug Schouwburg memiliki usia yang jauh lebih tua daripada Gedung Marabunta. Tjahjono menambahkan, rekaman peta lama Kota Semarang tahun 1866 menunjukkan Gedung Schouwburg sudah berdiri.

“Sementara pada 1994 Gedung Schouwburg roboh, dan kemudian di atasnya didirikan Gedung Marabunta. Beberapa interior bangunan lama digunakan di gedung baru hingga Marabunta disebut-sebut sebagai replika Schouwburg,” ungkapnya.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif
HEADLINE jateng Iriban, Tradisi Warga Desa Kenteng Kabupaten Semarang Bersihkan Sendang Desa 3 jam yang lalu

HEADLINE jateng Pemkot Semarang Jamin Biaya Perawatan Korban Selamat Kecelakaan Bus Sarangan 4 jam yang lalu

HEADLINE jateng Tiba di Semarang, Jenazah Korban Kecelakaan Bus Sarangan Langsung Dimakamkan 9 jam yang lalu

HEADLINE jateng Cerita Korban Selamat Bus Masuk Jurang di Sarangan 14 jam yang lalu

HEADLINE jateng Rem Rusak, Ini Kronologi Bus Pariwisata Semarang Jatuh ke Jurang Sarangan 14 jam yang lalu

HEADLINE jateng Warga Semarang Korban Kecelakaan Bus di Sarangan akan Dimakamkan di Manyaran 16 jam yang lalu

HEADLINE jateng Bus Kecelakaan di Sarangan, Begini Cerita Warga Semarang Tolak Ikut Wisata 17 jam yang lalu

HEADLINE jateng Daftar 7 Korban Meninggal Kecelakaan Bus Masuk Jurang di Sarangan 18 jam yang lalu

HEADLINE jateng Bus Wisata Masuk Jurang di Sarangan Ternyata Bawa Rombongan dari Semarang 19 jam yang lalu

HEADLINE jateng Nasi Rames, Sega Khas Jawa Sing Ora Mesti 20 jam yang lalu

HEADLINE jateng Begini Tujuan Kerja Sama UKSW dan Badan Keahlian DPR 1 hari yang lalu

HEADLINE jateng Kampung Singkong Salatiga Raih Piagam Leprid, Hari Ini Gelar Sedekah Singkong 1 hari yang lalu

HEADLINE jateng Sehari Seusai Dilantik, Rektor UKSW Lantik 170 Pejabat Kabinet Kerja Satu Hati 1 hari yang lalu

HEADLINE jateng 2.431 Orang Peroleh Pelayanan Mata Gratis di Salatiga, Ini Jenis Pelayanannya 1 hari yang lalu

HEADLINE jateng Ikuti Aturan Pusat, Pemkot Salatiga Bakal Beli Mobil Listrik Tahun Depan 1 hari yang lalu