Mengulik Sejarah Asli Marabunta, Gedung Unik di Kota Lama Semarang

Gedung Marabunta di kawasan Kota Semarang disebut-sebut memiliki kaitan dengan mata-mata legendaris asal Belanda, Mata Hari.

 Gedung Marabunta di kawasan Kota Lama Semarang.  (Dok. Solopos.com)

SOLOPOS.COM - Gedung Marabunta di kawasan Kota Lama Semarang. (Dok. Solopos.com)

Solopos.com, SEMARANG – Bangunan bergaya arsitektur kuno dengan hiasan patung dua ekor semur merah berukuran raksasa berdiri kokoh di kawasan Kota Lama Semarang. Siapa pun yang melintas di Jalan Cenderawasih, Kota Lama Semarang, pasti akan tergoda untuk menatap gedung itu dengan cukup lama. Gedung itu tak lain adalah Marabunta.

Tak hanya unik, Gedung Marabunta memiliki banyak cerita lama dan dipercaya pernah menjadi saksi sejarah tentang sosok Mata Hari, penari erotis cantik berdarah Indo yang dieksekusi mati oleh tentara Perancis pada 15 Oktober 1917 karena dianggap mata-mata Jerman.

PromosiTokopedia Card Jadi Kartu Kredit Terbaik Versi The Asian Banker Awards 2022

Dikutip dari situs festivalkotalama.com, pembangunan Gedung Marabunta tidak diketahui persis. Para arkeolog Balai Arkeologi memperkirakan, Gedung Schouwbrug, nama lain Gedung Marabunta, dibangun setelah pembongkaran benteng Kota Lama pada tahun 1824, sejalan dengan pengembangan kawasan permukiman di Kota Semarang dan jalan pos Daendels.

Gedung ini dibangun dengan tujuan untuk menyediakan tempat hiburan bagi para penghuni kawasan Kota Lama yang waktu itu didominasi warga Eropa.

Masih menurut situs tersebut, pada era kolonialisme Belanda, di gedung ini sering dipentaskan komedi Stamboel. Stamboel merupakan istilah serapan dari kata Istambul, yang merujuk pada nama kota di Turki, tempat komedi ini berkembang luas di daratan Eropa.

Baca juga: Semarang Dijuluki Kota Atlas, Begini Sejarahnya

Stamboel merupakan teater sandiwara keliling mirip sirkus di Eropa yang diadopsi di Hindia Belanda. Saking seringnya Komedi Stamboel dipentaskan di sana, maka nama jalan di depan gedung akhirnya juga dikenal dengan nama Komedistraat.

Selain komedi, di sana kerap ditampilkan pula musik dan lagu-lagu dari para musisi dan penyanyi terkenal, juga beragam tarian, mulai dari tari tradisional hingga tari erotis.

Mata Hari

Ada salah satu artis legendaris kelahiran Belanda yang juga pernah menampilkan tari erotis di sana, yaitu Mata Hari atau yang memiliki nama asli Margaretha Geertruida MacLeod.

Margaretha Geertruida MacLeod merupakan penari erotis dan wanita penghibur asal Belanda yang juga dipercaya sebagai mata-mata atau spion Jerman selama Perang Dunia I. Mata Hari konon dipercaya pernah tampil atau menari di Gedung Schouwburg atau Marabunta.

Baca juga: Menengok Gedung Sarekat Islam di Semarang yang Didirikan Tokoh Pendiri PKI

Kendati demikian, keberadaan Mata Hari di Gedung Marabunta tak jarang juga ditepis para pengamat sejarah di Kota Semarang. Salah satu pengamat sejarah yang menampik adalah Tjahjono Rahardjo yang juga seorang akademisi dari Universitas Katolik Soegijapranata Kota Semarang.

“Mata Hari tidak pernah ke Semarang, tidak pernah menari di Schouwburg. Dan Schouwburg tidaklah sama dengan Marabunta,” kata Tjahjono Rahardjo kepada Solopos.com, pada Kamis (29/9/2022).

Menurut sejarawan Unika Soegijapranata ini, Gedug Schouwburg memiliki usia yang jauh lebih tua daripada Gedung Marabunta. Tjahjono menambahkan, rekaman peta lama Kota Semarang tahun 1866 menunjukkan Gedung Schouwburg sudah berdiri.

“Sementara pada 1994 Gedung Schouwburg roboh, dan kemudian di atasnya didirikan Gedung Marabunta. Beberapa interior bangunan lama digunakan di gedung baru hingga Marabunta disebut-sebut sebagai replika Schouwburg,” ungkapnya.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Tabrak Trotoar, Pengendara Motor Meninggal Terlindas Minibus di Semarang

      Peristiwa kecelakaan maut terjadi di Jalan Teuku Umar, Jatingaleh Semarang, yang melibatkan seorang pengendara sepeda motor dengan minibus.

      Ayo Party Tahun Baruan di Hotel Dekat Pantai Bandengan Jepara, Dijamin Pecah!

      Bakal ada party pergantian tahun di Hotel d'Season Premiere Jepara yang lokasinya dekat dengan Pantai Bandengan.

      Pj Wali Kota Salatiga: Hasil Korupsi Bukan Rezeki

      Jangan terima yang bukan menjadi haknya. Ingat hasil korupsi itu bukan rezeki

      Kaget! Hendak Salat Jumat, Warga Semarang Temukan Mayat di Depan Rumah

      Penemuan mayat pria tanpa identitas terjadi di Jalan MH Thamrin, Kota Semarang, Jumat (9/12/2022).

      Lewat Flashmob, Cara Dispangtan Salatiga Sosialisasikan Kenyang Tak Harus Nasi

      Kepala Dispangtan Kota Salatiga Henny Mulyani mengaku tujuan flashmob sebagai bentuk edukasi dan publikasi bahwa kenyang tidak harus makan nasi.

      Pemkot Salatiga Raih 2 Penghargaan di Akhir 2022, Ini Daftarnya

      Government Entrepreneurial Marketing Awards merupakan sebuah bentuk apresiasi yang diharapkan dapat membantu memperkenalkan inovasi, kreativitas, interpretasi dan benefit yang telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota di Indonesia

      Terekam CCTV, Siswa SMK di Semarang Serang Sekolah Lain dengan Sajam

      Sebanyak empat siswa SMK Negeri 10 Semarang ditangkap lantaran melakukan penyerangan atau memicu tawuran dengan menggunakan senjata tajam kepada siswa SMKN 3 Semarang.

      Drama My Superhero Tomato SD Kristen Satya Wacana Ingatkan Pola Hidup Sehat

      My Superhero Tomato bercerita tentang perjuangan untuk hidup sehat. Beraneka jenisnya makanan, jika tidak diimbangi pola hidup sehat akan menjadi sumber penyakit.

      Berenang di Sungai Bogowonto, Seorang Lansia Purworejo Hanyut

      Seorang warga lanjut usia (lansia) dilaporkan hanyut dan tenggelam saat berenang di Sungai Bogowonto, Purworejo.

      Wuiihhh Keren! Peralatan Makan dari Kayu Buatan Jepara Tembus Pasar Dubai

      Peralatan makan berbahan kayu buatan perajin asal Jepara yang mampu tembus pasar Timur Tengah atau Dubai dipamerkan di Kota Semarang.

      Program Matching Fund, Dosen UKSW Ciptakan Aplikasi eRumputTernak

      program matching fund ini dilaksanakan melihat masalah yang dihadapi usaha perternakan, antara lain jumlah produk belum mampu memenuhi kebutuhan pasar dan pelangan, terbatasnya lahan produksi, serta harga bahan baku complete feed cukup mahal.

      Si Baja, Animasi Belajar Budaya Jawa Karya ISI Jogja Dikenalkan di Salatiga

      Film animasi Si Baja mendapat dukungan Program Matching Found Vokasi Kedaireka Kemendikbudristek.

      Simak! Ini Skenario Rekayasa Lalu Lintas saat Pernikahan Kaesang-Erina

      Begini rekayasa lalu lintas yang disusun Polda DIY saat pernikahan Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono di Sleman, Yogyakarta.

      UMK Kota Semarang Tertinggi di Jateng, Begini Reaksi Buruh

      Serikat pekerja atau buruh yang tergabung dalam KSPN Jateng menilai kenaikan UMK di Kota Semarang tahun 2023 belum sesuai dengan kebutuhan hidup layak (KHL).

      Pasar Ngaliyan Kota Semarang Kebakaran, 10 Kios Hangus

      Kebakaran melanda Pasar Ngaliyan di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), pada Kamis (8/12/2022) sore dan menghanguskan sejumlah kios.