Mengintip Koleksi Jarik Waldjinah di Museum Batik Walang Kekek Solo

Koleksi kain jarik milik maestro keroncong Waldjinah yang indah dapat dilihat di Museum Batik Walang Kekek di Solo.

 Waldjinah menunjukkan galeri Batik Walang Kekek miliknya di Solo. (Solopos/Ika Yuniati)

SOLOPOS.COM - Waldjinah menunjukkan galeri Batik Walang Kekek miliknya di Solo. (Solopos/Ika Yuniati)

Solopos.com, SOLO – Kehidupan maestro keroncong, Waldjinah, selalu lekat dengan seni dan budaya Jawa. Pentasnya tak pernah lepas dari kebaya dan gelungan. Jarik batik yang dikenakan selalu beda di tiap acara. Dibuat khusus oleh sang Kakak yang merupakan pembatik.

Batik Kembang Kacang adalah salah satu favoritnya. Jarik yang dibuat dari batik tulis tersebut dikenakan Waldjinah ketika mendapat penghargaan pertama kali dalam kompetisi Festival Kembang Kacang tahun 50-an. Sampai hari ini batik tersebut masih disimpan di kediamannya, kawasan Jalan Parang Cantel, No.31, Mangkuyudan, Solo.

Puluhan jarik lawasan yang merupakan koleksi Waldjinah sejak pertama menyanyi juga ikut ditata rapi di satu ruangan. Beberapa ditempatkan pada kotak kayu berisi merica dalam plastik agar awet. Tak hanya batik asli, ada beberapa replika yang sengaja dibuat ulang karena dipesan pembeli.

Baca juga: Eksotis & Elegan, Museum Tumurun di Solo Suguhkan Masterpiece Seniman Top Indonesia

Semuanya disimpan rapi di kediaman Waldjinah yang sekarang disulap menjadi museum batik dengan nama Museum Batik Walang Kekek. Galeri batik tersebut dikelola langsung oleh Sang putri menantu, Ester Wulandari. Sasarannya tentu saja para kolektor dan pencinta budaya yang mengagumi batik sekaligus musik keroncong Waldjinah.

Sebelumnya museum bertempat di kawasan Grogol, Sukoharjo. Namun sejak April lalu dipindah ke Mangkuyudan Solo agar lebih mudah diakses. Sementara tempat lama dimanfaatkan untuk produksi batik Walang Kekek.

Saat berbincang dengan Solopos.com beberapa waktu lalu Ester mengatakan museum milik keluarganya terbuka untuk umum. Mereka juga melayani pemesanan batik Walang Kekek yang tentu saja dibuat dengan motif khas keluarga Waldjinah.

Baca juga: Korupsi Bansos Covid-19, Eks Mensos Juliari Batubara Divonis 12 Tahun Penjara

Batik Keris

Museum batik lain yang juga baru dikenalkan ke publik adalah Rumah Heritage Batik Keris. Bekas Omah Lowo ini terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan No 1 Solo. Bangunan zaman kolonial yang awalnya bergaya art deco dan art nouveau diubah bak istana megah khas Eropa.

Setelah mangkrak lama, Rumah Heritage direnovasi kemudian difungsikan sebagai galeri display batik dan pusat kerajinan. Sang pemilik, Lina Tjokosaputro, saat peresmian akhir 2020 lalu mengatakan Rumah Heritage menjadi benang merah perjalanan Batik Keris.

Bangunan utama (A) yang terletak paling depan diperuntukkan sebagai galeri koleksi Batik Keris kelas premium. Pada bangunan ini setiap ruangnya diberi nama, misalnya teras Agung (teras depan), ruang Liberty (ruang tengah), ruang Sekar Jagad (tempat koleksi busana perempuan), dan ruang mulia (tempat koleksi busana lelaki). Berbeda dengan dua bangunan lainnya, mereka yang ingin mengunjungi gedung utama ini mesti reservasi terlebih dahulu.

Berita Terkait

Espos Plus

Volume Kubah Lava Merapi Bertambah 400 Bak Truk/Hari

+ PLUS Volume Kubah Lava Merapi Bertambah 400 Bak Truk/Hari

Aktivitas erupsi efusif Gunung Merapi membentuk kubah lava yang salah satunya di bagian barat daya dengan volume mencapai 1.670.000 m3. dan pada bagian tengah mencapai 3.007.000 m3.

Berita Terkini

Air Terjun Bertingkat Kali Klating, Surga Tersembunyi Pegunungan Kendeng

Berbeda dengan sungai pada umumnya, Kali Klating yang berada di kawasan Pegunungan Kendeng ini membentuk undakan layaknya air terjun bertingkat.

Menikmati Keindahan Alam di Sibajag Green Canyon, Berasa di Jepang Hlo!

Tempat ini unik karena terdapat jembatan bambu super panjang yang dihiasi pohon sakura khas Jepang. jembatan ini menjadi spot utama para wisatawan untuk berswafoto.

Girpasang, Pesona Kampung Terisolir di Lereng Merapi

Kampung terisolasi di lereng Gunung Merapi, Girpasang, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, menjadi magnet orang-orang karena panorama alam dipadu kearifan lokal.

Glamour Camping di Lawu Park Tawangmangu, Cara Kemah Semewah Hotel

The Lawu Park memiliki fasilitas glamour camping untuk para wisatawan yang ingin berkemah di alam namun tetap mewah dan tak perlu repot.

Mengintip Koleksi Jarik Waldjinah di Museum Batik Walang Kekek Solo

Koleksi kain jarik milik maestro keroncong Waldjinah yang indah dapat dilihat di Museum Batik Walang Kekek di Solo.

Eksotis & Elegan, Museum Tumurun di Solo Suguhkan Masterpiece Seniman Top Indonesia

Keberadaan Museum Tumurun menjadi penanda bangkitnya seni rupa di Kota Solo, Jawa Tengah,

Menengok Industri Batik di Kampung Batik Semarang, Lokasinya di Dekat Kota Lama

Kota Semarang memiliki kampung batik di Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Semarang Timur, dengan pengrajin batik yang mulai tumbuh.

Penampakan Kafe Jamu Nguter Sukoharjo, Tempat Nongkrong Cozy Dengan Minuman Menyehatkan

Kafe Jamu Nguter di dekat Pasar Nguter Sukoharjo menawarkan minuman tradisional yang menyehatkan dengan tempat yang cozy dan modern.

Sajikan Rasa Dan Nama Kekinian, Kafe Jamu Nguter Sukoharjo Digandrungi Milenial

Kafe Jamu di Kecamatan Nguter, Sukoharjo, menyediakan aneka minuman jamu dengan rasa dan nama unik serta kekinian guna menarik kaum milenial.

Perjalanan Industri Jamu Nguter Sukoharjo, Dari Jamu Gendong Hingga Kafe

Industri jamu Nguter, Sukoharjo, telah melewati perjalanan panjang mulai dari produksi dengan pemasaran menggunakan jamu gendong hingga kafe.

Uniknya Kerajinan Limbah Organik, Suvenir Khas Desa Wisata Kandri

Ada berbagai kegiatan ekonomi kreatif warga di Desa Wisata Kandri, Gunungpati, Semarang seperti pembuatan kuliner hingga beragam kerajinan.

Di Kali Pusur Klaten, River Tubing Bisa Bayar Pakai Sampah

River tubing atau susur sungai di Kali Pusur, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten bisa dilakukan hanya dengan membayar menggunakan sampah.

Dari Polanharjo hingga Tulung, Ini Deretan Wisata Air Alami di Klaten

Kecamatan Polanharjo di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah bisa disebut sebagai gudangnya wisata air yang memanfaatkan sumber mata air alami.

Menjelajah Jejak Peradaban Hindu-Budha di Dataran Tinggi Boyolali

Menjelajah jejak peradaban Hindu-Budha di dataran tinggi Boyolali.

Menarik, Belanja Bisa Lanjut Wisata Tubbing dan Petik Buah di Pasar Ciplukan Karanganyar

Belanja bisa melanjutkan wisata tubbing dan petik buah di Pasar Ciplukan Karanganyar

Asa Seribuan Pembatik di Desa Wisata Batik Girilayu Karanganyar Dongkrak Perekonomian

Harapannya pemerintah memberikan perhatian dan minat khusus sehingga Desa Wisata Batik Girilayu bisa meningkatkan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan.