Mengintip Kecanggihan Gelang Pelacak Pasien Covid-19 Buatan LIPI

Gelang pelacak pasien Covid-19 ini otomatis akan berbunyi jika melampaui area karantina termasuk bila pemakai berusaha melepas paksa.

SOLOPOS.COM - Gelang pelacak pasien covid-19 bernama Si-Monic buatan LIPI (Istimewa)

Solopos.com, SOLO -- Kasus pasien Covid-19 sempat kabur dari rumah sakit atau lokasi karantina terjadi di beberapa daerah. Sampai-sampai dibentuk Tim Covid-19 Hunter. LIPI pun mengembangkan gelang pelacak pasien Covid-19 agar kasus serupa tidak terjadi.

Gelang pelacak pasien Covid-19 buatan LIPI itu diberi nama Si-Monic. Pusat Penelitian Elektronika dan Telekomunikasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PPET LIPI) meluncurkan alat monitoring berbasis wearable device bernama Si-Monic (Smart Innovated Monitoring for Covid-19) pada November 2020.

Gelang pelacak pasien Covid-19 sudah dipakai untuk para individu yang terjangkit corona di Jawa Barat. Kepala PPET LIPI Budi Prawara sebagaimana dikutip dari indonesia.go.id, menjelaskan Si-Monic adalah sistem pengawasan individu bagi orang yang terkonfirmasi/suspek/kontak erat Covid-19, berbasis wearable device pertama di Indonesia.

Wajah Wanita Ini Bengkak Setelah Pencet Jerawat di Hidung

Bentuknya mirip gelang tangan gadget dan nyaman dipakai di pergelangan tangan. Si-Monic memiliki fungsi yang sangat penting dalam aspek pengawasan suspek Covid19.

Teknologi yang dibenamkan pada Si-Monic berupa chip bluetooth low energy (BLE) yang memiliki ID khusus dan terkoneksi dengan Internet, via smartphone melalui aplikasi Si-Monic yang tersedia dan dapat diunduh di aplikasi Play Store.

Gelang pelacak pasien Covid-19 ini otomatis akan berbunyi jika melampaui area karantina. Dari sistem tersebut pemakainya akan selalu bisa dipantau melalui server terpusat.

Baterai Kuat 14 Hari

Informasi pergerakan dan status pengguna Si-Monic akan selalu diperbarui termasuk apabila pemakai Si-Monic berusaha melepas paksa atau menonaktifkan perangkat dengan cara apa pun.

Ketuk Pintu Misterius Meneror Malaysia

Pengawas bersangkutan akan langsung mengetahui hal tersebut. Piranti ini dilengkapi baterai lithium berdurasi minimal 14 hari, sesuai dengan masa karantina pasien Covid-19.

Ada pun pada sistem monitoring yang dipantau petugas, beberapa informasi bisa dipantau. Informasi itu meliputi antara lain, basis data pemetaan identitas individu yang dipantau dengan nomor identitas dari masing-masing gelang; data pengawas untuk tiap area di tingkat desa, kelurahan, maupun RT dan RW, serta dashboard pemantauan individu dalam pengawasan.

Gelang pelacak pasien Covid-19 buatan LIPI telah lolos uji secara laboratorium dan secara fungsional. Kerja sama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat (BP2D) pun merupakan salah satu langkah strategis LIPI untuk mempercepat upaya difusi produk-produk riset LIPI di Jawa Barat.

Segar dan Cantik, Pameran Tanaman Hias dan Aquascape di Plaza Madiun

Budi Prawara mengatakan bahwa PPET LIPI sudah menyiapkan 20 unit wearable device Si-Monic yang siap digunakan oleh pasien positif Covid-19 di Jawa Barat.

Pengembangan perangkat hingga dashboard Si-Monic ini berlangsung sejak akhir Maret 2020, dengan memanfaatkan dana penelitian dari Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN).

Dua industri sudah siap memproduksi massal gelang pelacak pasien Covid-19 bernama Si-Monic ini.

Pengusaha Ramai-Ramai Protes Kebijakan Karantina Wali Kota Solo

Berita Terbaru

Murah Dan Akurat, Ini Fakta GeNose Alat Deteksi Covid-19 Buatan UGM

Solopos.com, SOLO-- Meningkatnya angka infeksi Covid-19 di Indonesia, membuat proses deteksi Covid-19 menjadi langkah yang penting. Ada beragam alat...

70% Lebih Cepat Menular, Ini Kata Lembaga Eijkman soal Virus Supercovid...

Solopos.com, JAKARTA — Lembaga Biologi Molekuler Eijkman menyebut mutasi terbaru virus corona yang kini memicu penyakit yang dijuluki Supercovid...