Menghilang, Kades Jotangan Klaten Terindikasi Korupsi Rp406 Juta
Rumah Kepala Desa Jotangan, Sriyono, di Dukuh Sutan RT 001/RW 006, Desa Jotangan, Bayat, Klaten, Senin (17/9/2018). (Solopos-Cahyadi Kurniawan)

Solopos.com, SOLO -- Kepala Desa (Kades) Jotangan, Sriyono, yang dikabarkan menghilang diduga menyelewengkan Anggaran Pendapatan dan Belanja (APB) Desa 2017. Jumlah dana yang disinyalir digunakan untuk kepentingan pribadi sehingga mengakibatkan kerugian negara itu mencapai Rp406,531 juta.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, kerugian itu berasal dari sejumlah program yang tak terealisasi pada APB Desa 2017. Perinciannya meliputi program yang didanai Dana Desa (DD) mencapai Rp247.351.000, dari Alokasi Dana Desa (ADD) Rp59.200.000, lalu bantuan keuangan dari Pemerintah Kabupaten Klaten Rp70.000.000, dan bantuan pembangunan kios dari Pemerintah Provinsi Jateng Rp30.000.000.

“Total kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp406 juta. Saat ini, kasus masuk ke dalam tahap penyidikan Kejaksaan Negeri Klaten,”kata Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Klaten, Masruri Abdul Aziz, kepada Solopos.com, Senin (17/9/2018).

Solopos.com berusaha meminta konfirmasi kepada Sriyono dengan mendatangi rumahnya di Dukuh Sutan RT 001/RW 006, Desa Jotangan, Bayat, yang berjarak sekitar 100 meter arah selatan dari Balai Desa Jotangan.

Namun, rumah itu kosong. Berulang salam Solopos.com tak direspons. Dua nomor telepon Sriyono, tak satu pun bisa dihubungi. Pesan singkat juga berstatus tertunda (pending).

Menurut keterangan sejumlah tetangganya, Sriyono kali terakhir terlihat di Desa Jotangan saat pelantikan perangkat desa, Mei lalu. Rumah Sriyono hanya ditempati orang tuanya, Ny. Tarno Tiyoso, sendirian.

“Sudah setahun lebih [rumahnya] kosong. Warga enggak ada yang tahu perginya ke mana. Dulu masih bisa dihubungi lewat ponsel, sekarang sulit,” ujar tetangga Sriyono yang enggan disebutkan namanya, Senin (17/9/2018).

Putra Sriyono, Bima, yang sedang kuliah di Jogja, saat dihubungi Solopos.com, juga mengaku tak tahu keberadaan ayahnya. Ia mengaku sudah lama tak berkomunikasi dengan ayahnya atau pun pulang ke rumahnya di Jotangan.

“Saya enggak tahu sama sekali keadaan atau keberadaannya. Ngapunten [maaf]. Saya sudah sangat lama lost contact dan saya juga lama enggak pulang. Jadi enggak tahu apa-apa,” balas Bima melalui Whatsapp.

Sebagaimana diinformasikan, Kades Jotangan, Sriyono, menghilang sejak Mei 2018 lalu. Hal itu mengakibatkan sejumlah pekerjaan di pemerintahan desanya terganggu. Perangkat desa bahkan sudah sembilan bulan tak menerima gaji karena dana-dana bantuan dari -pemerintah tak dapat dicairkan.



Avatar
Editor:
Suharsih


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom