Menghijaukan Sekaligus Dukung Pemulihan Ekonomi, BPDASHL Solo Tanam 330.000 Mangrove di Gresik
Penanaman ratusan ribu mangrove melalui kegiatan padat karya di pesisir pantai Randuboto, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Rabu (28/10/2020). (Istimewa)

Solopos.com, SOLO– Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menanam 330.000 batang mangrove di pesisir pantai Randuboto, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. Hal ini merupakan bagian dari program pemulihan ekonomi nasional.

Melalui Badan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Solo, penanaman ratusan ribu mangrove ini juga turut mendukung kegiatan padat karya. Sebab, dalam penanaman ini melibatkan 250 pekerja. Mulai dari nelayan hingga ibu-ibu di desa setempat.

“Penanaman mangrove ini pada intinya adalah program Pemulihan Ekonomi Nasional [PEN]. Karena ketika masa pandemi, masyarakat khususnya wilayah pesisir terdampak secara ekonomi yang sangat signifikan,” ujar Dwi Anto Teguh Widodo perwakilan BPDASHL Solo, Rabu (28/10/2020).

Sukoharjo Kembali Masuk Zona Orange Covid-19

Dwi menjelaskan, penanaman mangrove ini bertujuan untuk perputaran ekonomi masyarakat, berupa pemberian upah kepada masyarakat. Dan juga melestarikan hutan mangrove. Dengan harapan hasil laut meningkat dan mencegah terjadinya abrasi.

“Pada tahun 2020 ini kami melakukan penanaman mangrove seluas 316 hektar di dua kabupaten, yakni Gresik dan Lamongan. Untuk di Randuboto penanaman seluas 33 hektare dengan jumlah 330.000 batang mangrove jenis Rhizophora SP,” ujarnya.

Keunggulan jenis Rhizophora SP ini, lanjut Dwi, memiliki akar tunjang yang banyak. Selain penampilannya yang cukup menarik, pohon ini juga bisa mencegah erosi pantai. Hal ini juga bisa meningkatkan hasil laut seperti kepiting dan ikan laut lainnya.

“Secara penampilan jenis Rhizophora SP ini lebih menarik. Ketika hutan mangrove ini terjaga maka tidak menutupkemungkinan akan menjadi daya tarik wisata. Oleh karena itu perlu adanya pemeliharaan dan perawatan,” imbuhnya.

Pencairan Kedua Subsidi Gaji Pekerja Mulai November 2020

Sangat Membantu Warga

Warga terlibat dalam penanaman ratusan ribu mangrove melalui kegiatan padat karya di pesisir pantai Randuboto, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Rabu (28/10/2020). (Istimewa)
Warga terlibat dalam penanaman ratusan ribu mangrove melalui kegiatan padat karya di pesisir pantai Randuboto, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Rabu (28/10/2020). (Istimewa)

Sementara itu, Kepala Desa Randuboto Andhi Sulandra mengatakan program penanaman mangrove ini sudah berjalan sejak 2 bulan, melalui KLHK yang dilaksanakan oleh BPDASHL Solo. Dengan model padat karya, mulai dari pembuatan ajir (potongan bambu), penanaman hingga perawatan.

“Total ada 250 warga yang ikut dilibatkan. Hampir semuanya berasal dari nelayan. Padat karya penanaman mangrove ini sangat membantu, karena selain memperbaiki ekosistem mangrove di Desa Randuboto, masyarakat juga mendapatkan upah. Antusias masyarakat sangat tinggi,” ungkap Andhi Sulandra.

Andhi menegaskan, penanaman mangrove disini bisa dibilang berbeda dari daerah-daerah lain. Karena para pekerjanya menggunakan alat ski lumpur untuk membawa batang mangrove, ajir dan peralatan lainnya.

“Dan di sekeliling tanaman mangrove kita pasang bambu dan ban yang bisa naik turun saat air pasang dan surut. Dengan tujuan memecah ombak dan melindungi tanaman mangrove yang baru ditanam. Target kami akhir Desember 2020 rampung,” ujarnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom