Mengenang Sejarah Kemerdekaan RI, Siapa Penulis Teks Proklamasi?

Jelang Hari Kemerdekaan RI, mari mengingat kembali sejarah teks Proklamasi termasuk siapa penulis naskah tersebut.

Senin, 8 Agustus 2022 - 21:45 WIB Editor: Astrid Prihatini WD | Solopos.com

SOLOPOS.COM - Naskah proklamasi. (kemdikbud.go.id)

Solopos.com, SOLO-Sambut Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus, tak ada salahnya kembali mengingat sejarah penulisan dan penulis teks Proklamasi Indonesia. Indonesia meraih kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Dikutip dari laman Cagar Budaya Kemendikbud pada Senin (8/8/2022), naskah ini ditulis pada lembar kertas berwarna putih dari blocknote. Terdapat lebih kurang 15 lubang pada bagian tengah kertas bekas dimakan serangga.

Saat ini warna kertas berubah menjadi kuning kecoklatan, pada bagian tengah dan bawah terdapat bercak kecoklatan yang disebabkan oleh reaksi kimia bahan perekat pada cellotape yang mengering.  Seluruh kalimat masih terbaca jelas.

Penulis teks Proklamasi adalah Soekarno pada Jumat tanggal 17 Agustus 1945 dinihari di rumah Laksamana Tadashi Maeda, Jalan Meiji Dori, sekarang dikenal dengan nama Jalan Imam Bonjol Nomor 1, Jakarta Pusat  (Naskah rekomendasi sebagai Bangunan Cagar Budaya Nomor Ba-0004/TANCB/17/05/2013).

Baca Juga: Biografi Moh Hatta: Wakil Presiden Pertama RI yang Mundur dari Jabatan

Naskah dirumuskan oleh tiga orang yaitu Soekarno, Mohammad Hatta, dan Ahmad Soebardjo. Paragraf pertama diusulkan oleh Ahmad Soebardjo, paragraf kedua merupakan usulan Mohammad Hatta. Selanjutnya naskah ini dimintakan persetujuan kepada sidang yang seluruhnya berjumlah lebih kurang 40 orang. Naskah kemudian disalin oleh Sajuti Melik menggunakan mesin tik.

Naskah tulisan tangan ini sempat dibuang karena dianggap tidak diperlukan lagi, tetapi kemudian diambil dan disimpan oleh Burhanuddin Mohammad Diah atau B.M. Diah setelah berakhirnya rapat perumusan naskah proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945.

Pada 1995 B.M. Diah menyerahkan teks Proklamasi dengan penulis Soekarno itu kepada Presiden Soeharto, dan pada tahun yang sama, naskah disimpan di Arsip Nasional Republik Indonesia.

Baca Juga: Senjata Indonesia Saat Melawan Penjajah, Bambu Runcing Paling Dikenal

Saat ini permukaan kertas bagian belakang dilapis dengan tisu Jepang agar tidak patah karena kertas sudah getas dan berlubang. Di bagian ini terdapat tulisan tentang pengumuman proklamasi:

“Berita Istimewa.. Berita Istimewa..
Pada hari ini, tgl 17 bln 8, 2605
di Djakarta telah dioemoemkan
proklamasi jg boenjinja Kemerdekaan
Indonesia”

Kertas naskah pernah dilipat empat sehingga bekas lipatannya masih tampak jelas. Naskah dimasukkan ke dalam kantong plastik kedap dan disimpan dalam brankas di ruang bertemperatur khusus Gedung Arsip Stastis, Arsip Nasional Republik Indonesia, Jalan Ampera, Jakarta Selatan.

Pada baris kedua paragraf pertama terdapat bercak berwarna coklat tua yang menutup bagian akhir dari kata kemerdekaan.  Teks naskah proklamasi atau Proklamasi Klad adalah naskah asli yang merupakan tulisan tangan sendiri oleh Soekarno sebagai pencatat, dan merupakan hasil gubahan (karangan) oleh Mohammad Hatta dan Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo.

Baca Juga: Mobil Presiden Soekarno, dari Rampasan Jepang Hingga Hadiah Rusia

Waktu itu, para pemuda yang berada di luar meminta supaya teks proklamasi bunyinya keras. Namun Jepang tak mengizinkan. Beberapa kata yang dituntut adalah “penyerahan”, “dikasihkan”, diserahkan”, atau “merebut”. Akhirnya yang dipilih adalah “pemindahan kekuasaan”. Setelah dirumuskan dan dibacakan di rumah orang Jepang, isi proklamasi pun disiarkan di radio Jepang.

Berikut isi proklamasi tersebut:

Proklamasi

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal2 jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan tjara saksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, 17 – 8 – ’05
Wakil2 bangsa Indonesia.

Naskah Proklamasi Klad ini ditinggal begitu saja dan bahkan sempat masuk ke tempat sampah di rumah Laksamana Muda Tadashi Maeda. B.M. Diah menyelamatkan naskah bersejarah ini dari tempat sampah dan menyimpannya selama 46 tahun 9 bulan 19 hari, hingga diserahkan kepada Presiden Soeharto di Bina Graha pada 29 Mei 1992.

Baca Juga: Teks Proklamasi: Isi, Sejarah Singkat & Perbedaan Naskah Klad-Otentik

Teks naskah Proklamasi yang telah mengalami perubahan, yang dikenal dengan sebutan naskah “Proklamasi Otentik”.  Penulis teks Proklamasi Otentik adalah hasil ketikan oleh Mohamad Ibnu Sayuti Melik (seorang tokoh pemuda yang ikut andil dalam persiapan Proklamasi), yang isinya adalah sebagai berikut:

P R O K L A M A S I
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan tjara saksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
Atas nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif