Bambang Nurdiansyah resmi menukangi PSIS Semarang. (Semarangpos.com-MO PSIS)

Semarangpos.com, SEMARANG — PSIS Semarang resmi menunjuk Bambang Nurdiansyah sebagai pelatih kepala, Senin (19/8/2019). Banur, sapaan pelatih berusia 58 tahun itu akan mengisi kekosongan kursi pelatih kepala PSIS Semarang yang ditinggalkan Jafri Sastra.

Bagi pencinta sepak bola Tanah Air dan Semarang, Banur bukanlah sosok yang asing. Ia bahkan disebut-sebut sebagai salah sosok legenda hidup sepak bola Tanah Air.

Di kancah persepakbolaan nasional, Banur dikenal sebagai salah satu striker terbaik Tanah Air kala masih menjadi pemain. Ia bahkan pernah meraih hattrick gelar top skor saat masa Galatama, yakni ketika tampil bersama Yanita Utama Bogor dan Krama Yudha Tiga Berlian Palembang pada tahun 1983-1985.

Tak hanya moncer di kompetisi domestik, Banur juga sukses mengharumkan nama Indonesia di kancah Asia Tenggara. Ia masuk dalam skuat Timnas Indonesia yang sukses mempersembahkan emas SEA Games pada 1991 silam.

Seusai pensiun sebagai pemain, pria kelahiran Banjarmasin 28 Desember 1960 itu melanjutkan kiprahnya sebagai pelatih. Ia mengawali kariernya sebagai pelatih sementara atau caretaker bagi Timnas Indonesia pada tahun 2005.

Tak beberapa lama, Banur memilih untuk menukangi PSIS Semarang. Melalui besutannya PSIS Semarang mengalami masa keemasan.

Saat itu, PSIS Semarang yang diperkuat sederet bintang seperti Emanuel De Porras, Maman Abdurahman, dan M. Ridwan, sukses menempati urutan ketiga klasemen Liga Indonesia.

Banur kembali menangani PSIS Semarang pada musim 2009. Saat itu, PSIS Semarang baru saja terdegradasi ke Divisi Utama.

Di masa ini, Banur gagal mendongkrak prestasi Laskar Mahesa Jenar, hingga akhirnya memutuskan untuk hengkang.

Kini, Banur kembali melatih PSIS Semarang saat tim juga tengah terpuruk di Liga 1. Dalam empat laga terakhir, PSIS Semarang selalu menelan kekalahan.

Skuat kebanggaan warga Kota Semarang itu kali terakhir meraih kekalahan adalah saat bertandang ke markas Semen Padang di Stadion H. Agus Salim, Jumat (16/8/2019). Saat itu, PSIS Semarang dibekuk Semen Padang dengan skor tipis 0-1.

Kendati demikian, Banur tidak gentar untuk menangani PSIS Semarang. Ia bahkan rela meninggalkan posisinya sebagai pelatih kepala di Cilegon United hanya untuk membawa PSIS Semarang bangkit.

 “Saya merasa tertantang untuk membawa PSIS Semarang bangkit. Saya lihat PSIS Semarang punya banyak pemain potensial. Hanya masalah konsentrasi saja,” ujar Banur saat diperkenalkan sebagai pelatih kepala, Senin malam.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten