Mengenal R0 Virus Corona, Target Ambisius New Normal Indonesia
Anggota Komunitas Info Cegatan Solo (ICS) membagikan masker kain secara gratis kepada pengendara kendaraan bermotor di perempatan Ngarsopuro, Jl. Slamet Riyadi, Solo, Minggu (15/3/2020). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, JAKARTA – Wacana new normal atau normal baru yang sedang berkembang di Indonesia didasarkan pada target R0 atau R-naught virus corona SARS-CoV-2 di bawah 1. Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan R0 atau R-naught a.k.a R-nol ini dan apa kaitannya dengan pandemi Covid-19?

Businessinsider.sg menyebut R0, dilafalkan sebagai R-nol, adalah metrik krusial mewakili berapa banyak orang yang rata-rata terinfeksi oleh virus. Coronavirus memiliki R0 kira-kira 2 sampai 2,5, yang berarti bahwa setiap orang yang baru terinfeksi menyebarkan penyakit ini rata-rata ke 2,2 orang.

Mau Dilaporkan ke Polisi, Farid Gaban: Kok Tidak Bantai dengan Argumen?

Angka metrik itu menjelaskan mengapa Covid-19 lebih menular daripada flu musiman.

Tetapi R0 dalam pandemi virus corona bukanlah angka mutlak. Angka ini dapat berkurang dengan tindakan pencegahan yang tepat. Membawa R0 di bawah 1 diyakini akan mengakhiri pandemi.

194 Calon Penumpang Ditolak Naik Kereta Api dari Semarang

Sementara itu James Gallagher, Health and science correspondent BBC, dalam artikel di BBC.com 18 Mei 2020 memberi penjelasan tentang metrik R ini. R adalah kode atau simbol yang menunjukkan jumlah reproduksi. Jadi R0 virus corona berarti menunjukkan virus itu tak berkembang hingga menulari orang.

Kode R ini merupakan cara menilai kemampuan suatu penyakit untuk menyebar. R menjadi indeks jumlah orang yang rata-rata ditularkan oleh satu orang yang terinfeksi virus.

25 Daerah di Indonesia akan Terapkan New Normal, Aman dari Covid-19?

Campak, misalnya, memiliki angka reproduksi tertinggi, hingga 15, di kota yang warganya tidak memiliki kekebalan. Campak, dalam wilayah seperti ini, dapat menjadi wabah yang  eksplosif.

Bagaimana R0 Coronavirus baru atau virus corona baru? Virus ini memiliki angka reproduksi sekitar 3, tetapi perkiraan ini bervariasi.

Politikus PKS: Comot WHO, New Normal Indonesia Tak Masuk Akal

Menghitung R?

Para ilmuwan bekerja dengan menarik data ke belakang. Dengan menggunakan data – seperti jumlah orang yang meninggal, dirawat di rumah sakit, atau positif virus saat dites – para ahli memperkirakan seberapa mudah virus menyebar.

Umumnya, penelusuran itu akan memberikan gambaran tentang indeks R pada dua hingga tiga pekan sebelumnya. Pengujian rutin di kelompok rumah tangga dapat memberikan perkiraan yang lebih tepat waktu.

Pemerintah Klaim RS di Jakarta Mulai Sepi Pasien Covid-19, Faktanya?

Mengapa ada target R0 virus corona dan angka R di atas 1 berbahaya?

Jika jumlah reproduksi lebih tinggi dari satu, jumlah kasus meningkat secara eksponensial. Hal itu bisa membuat penularan menggelinding bagai bola salju pada kartu kredit yang tidak kunjung dibayar dan terus berlipat tagihan bunganya.

Jumlah Kasus Baru Covid-19 Naik Lagi, Inikah Normal Baru Indonesia?

Jika angka R lebih rendah, penyakit ini pada akhirnya akan mereda karena tidak cukup banyak orang baru yang terinfeksi. Seperti diketahui orang yang terinfeksi menjadi inang atau tempat tinggal virus hingga bisa mempertahankan berjangkitnya wabah.

Jika nilai R di atas satu maka jumlah kasus kumulatif akan melonjak. Tetapi jika R di bawah 1, atau antara R0 – R1, maka akhirnya wabah virus corona akan berhenti. Semakin angkanya jauh di bawah, semakin cepat wabah berakhir.

Keluarga Positif Covid-19 Mudik dan Halalbihalal, Kontak dengan Puluhan Orang

Kemampuan Indonesia

Itu sebabnya pemerintah di mana pun berupaya keras agar angka reproduksi turun dari sekitar 3 (R3/ jumlah R jika tidak ada tindakan) hingga di bawah 1. Konsekuensinya, masyarakat harus rela tidak berinteraksi dengan keluarga, harus bekerja dari rumah dan anak-anak tidak sekolah.

Tujuannya adalah demi menghentikan sentuhan fisik satu sama lain untuk memutus rantai penyebaran virus corona atau mendekati R0. Namun, indeks reproduksi ini di suatu wilayah tidak akan tetap. Hal itu tergantung perilaku masyarakat di wilayah tersebut atau ketika kekebalan masyarakat (herd immunity) tumbuh dan berkembang.

Abu Bakar Baasyir Dapat Remisi, Bebas Murni 7 Bulan Lagi

Namun di Indonesia, target R0 virus corona menghadapi tantangan berupa ketidakdisiplinan masyarakat dalam pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Apalagi, target R0 coronavirus muncul setelah kebijakan pemerintah yang kerap berubah terkait PSBB.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho