Mengenal Lebih Dekat Capres-Cawapres Pasoepati, Maryadi Gondrong-Agus Ismiyadi

Solopos.com, SOLO – Tak ada yang meragukan keseriusan pasangan Maryadi Gondrong-Agus Ismiyadi (Gas) untuk bersaing menjadi pemimpin baru Pasoepati periode 2021-2023.

Bagaimana tidak, sejak jauh hari Gondrong sudah menyatakan kesiapannya untuk dicalonkan dalam Kongres VIII Pasoepati. Pada September 2020 lalu, pasangan Gas bahkan telah mendeklarasikan diri dengan klaim dukungan delapan korwil dan satu duta besar.

Warga Cianjur Divonis 3 Tahun Bui Gegara Rekam 17 Menit Adegan Syur dengan Pacar

Komitmen tersebut tak lepas dari keinginan mereka membawa Pasoepati disegani lagi. Pasangan Gas ingin Pasoepati kembali ke marwahnya sebagai pendukung Persis Solo dan olahraga di Solo secara umum. Gas tegas menolak Pasoepati dicampuri urusan di luar olahraga.

Gondrong yang notabene sesepuh Pasoepati mengatakan sudah saatnya organisasi kembali meresapi AD/ART. “Saya mau bawa Pasoepati ke mana? Ya bawa ke Stadion Manahan, dalam artian fokus ke tugas kita sebagai suporter,” ujar Gondrong saat berbincang dengan Solopos.com, beberapa waktu lalu.

“Belanja masalah” pun dilakukan pasangan Gas untuk memetakan problem yang perlu pembenahan. Dari hasil serap aspirasi di tiap korwil, pasangan yang punya moto “Satu Pasoepati Satu” ini menyebut organisasi butuh “3 I” jika ingin berkibar kembali.

Program

Cawapres Agus Ismiyadi mengatakan 3 I itu adalah komunikasi, koordinasi dan transparansi. “Tiga hal ini yang akan kami benahi jika dipercaya memimpin Pasoepati,” ujar Agus.

Sejumlah program telah disusun berpedoman pada filosofi 3 I tersebut. Maryadi Gondrong-Agus Ismiyadi ingin Pasoepati menjadi organisasi yang sehat dengan memiliki legalitas serta menempatkan orang-orang berkompeten di kabinet.

Chacha Sherly Meninggal di Bulan Lahirnya, 23 Januari Nanti Ulang Tahun ke 30

Gas mengaku tak ragu merangkul pasangan lain yang punya potensi untuk masuk jajaran DPP jika mereka terpilih. Selain itu, pertemuan rutin dengan korwil menjadi program tak kalah penting untuk pemberdayaan suporter akar rumput. “Kami lihat selama ini korwil kurang dilibatkan dalam gawe Pasoepati,” kata Agus.

Beberapa program pemberdayaan korwil pun diluncurkan Gas seperti membuat turnamen antarkorwil bertajuk Pasoepati League hingga pemberian akses internet gratis di tiap sekretariat korwil. Gas juga berkomitmen melanjutkan KTA-nisasi serta pendirian Toko Pasoepati sebagai salah satu upaya menggalang pemasukan mandiri.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom