Mengenal Lebih Dekat Capres-Cawapres Pasoepati, Agus Warsoep-Beto

Solopos.com, SOLO – Ibarat kompetisi sepak bola, pasangan Agus Warsoep-Beto (Abe) adalah kuda hitam dalam kontestasi pemilihan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Pasoepati 2021-2023.

Sebelumnya tak banyak yang menyangka duet muda ini bakal naik gelanggang di Kongres VIII. Namun Abe terus melaju hingga dinyatakan lolos untuk menantang dua pasangan lain yang lebih senior, Maryadi Gondrong-Agus Ismiyadi dan Prapto Koting-Sapta Oox.

Pedagang di Pos 4 Gunung Lawu Sakit, Puluhan Sukarelawan Turun Tangan Untuk Evakuasi

Mewakili generasi milenial Pasoepati, terobosan yang terkait penggunaan teknologi informasi banyak mewarnai program Agus Warsoep-Beto. Inovasi paling mutakhir yang diusulkan pasangan bernomor urut satu ini adalah pembuatan aplikasi Pasoepati. Agus Warsoep mengatakan pengembangan aplikasi menjadi salah satu upaya agar Pasoepati semakin adaptif dengan perkembangan zaman.

“Di era keterbukaan, kita perlu database yang rapi dengan cara praktis. Adanya aplikasi dapat menjangkau anggota dari pelosok hingga luar negeri. Cukup akses lewat handphone masing-masing, mereka bisa menyimak perkembangan Pasoepati dan Persis Solo,” ujar Agus kepada Solopos.com, Selasa (5/1/2021).

Selain aplikasi, Abe akan menghidupkan website Pasoepati kembali serta membikin channel You Tube dengan konten seputar edukasi suporter. Kreativitas memang menjadi salah satu patron utama Abe jika terpilih menakhodai Pasoepati dalam kongres, 10 Januari 2021.

Identitas Mayat Wanita Mengapung di Bengawan Solo Kawasan Sragen 4 Hari Lalu Masih Misterius

Dengan mewadahi ide-ide segar suporter, Abe yakin Pasoepati dapat tumbuh sebagai organisasi otonom. “Kami ingin mandiri dalam pengelolaan. Kami lihat banyak potensi yang belum digali,” tutur dirigen Pasoepati Mboergadoel itu.

Cawapres Beto menggarisbawahi soal komunikasi eksternal Pasoepati dengan manajemen Persis Solo dan Pemkot Solo. Jika terpilih, pihaknya akan menjadi jembatan dan pengawal bagi aspirasi suporter dengan stakeholder. “Selain pembenahan internal, kami ingin memperbaiki komunikasi eksternal,” ujar pendiri Pasoepati Jawa Timur itu.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom