Mengenal Kedelai Grobogan, Kadar Protein Disebut Lebih Tinggi dari Impor

Kedelai lokal, yakni varietas Grobogan disebut-sebut memiliki kadar protein yang lebih tinggi daripada kedelai impor.

 Ilustrasi perajin tengah membuat tempe dengan varietas kedelai Grobogan. (jatengprov.go.id)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi perajin tengah membuat tempe dengan varietas kedelai Grobogan. (jatengprov.go.id)

Solopos.com, GROBOGAN — Kabupaten Grobogan di Jawa Tengah (Jateng) terkenal kaya akan produksi pertanian. Tidak hanya dikenal sebagai lumbung padi atau daerah penghasil padi terbesar di Jateng, Grobogan juga dikenal dengan daerah penghasil kedelai.

Bahkan, konon varietas kedelai Grobogan disebut-sebut memiliki kualitas yang lebih baik dibanding kedelai impor. Kondisi ini pun bisa menjadi solusi bagi perajin tempe maupun tahu di tengah harga kedelai impor yang terus merangkak naik.

PromosiTokopedia Card Jadi Kartu Kredit Terbaik Versi The Asian Banker Awards 2022

Kepala Dinas Pertanian Grobogan, Sunanto, mengatakan varietas kedelai Grobogan memiliki kualitas baik dan tak kalah dari kedelai impor. Bahkan, varietas Grobogan dinilai lebih unggul karena belum direkayasa secara genetis.

Selain itu, varietas kedelai Grobogan memiliki beberapa keunggulan seperti umur tanaman yang pendek, sekitar 76-85 hari siap panen, produktivitas tinggi, dan protein yang lebih tinggi.

“Kita pernah menanam itu produktivitasnya 3,6 ton per hektare untuk varietas Grobogan. Selain itu proteinnya lebih tinggi lokal yang mencapai 43-44 persen, dibanding impor yang hanya 38 persen. Selain itu kedelai lokal lebih fresh, sementara kedelai impor adalah transgenik atau Genetically Modified Organism (GMO). Kalau kedelai kita non-GMO. Jadi lebih sehat,” ujar Sunanto dikutip dari laman Internet Pemprov Jateng, Sabtu (7/10/2022).

Baca juga: Harga Kedelai Melambung, Bakul Tahu di Sragen Mengeluh

Secara data, Sunanto memaparkan produksi kedelai Grobogan mengalami fluktuasi. Pada 2018 panen petani kedelai mengalami kejayaan. Pada tahun tersebut luasan produksi kedelai mencapai 60.000 hektare.

Setelahnya, pada 2019 lahan kedelai turun menjadi 15.000 hektare, lalu 2020 menyusut menjadi 6.000 hektare. Pemulihan mulai terasa pada 2021, di mana luas produksi tanaman kedelai meningkat menjadi 15.000 hektare, dan 2022 ditarget 30.000 hektare.

Belum Percaya

“Kelemahannya, masyarakat belum percaya benih lokal bisa untuk tahu atau tempe. Maka itu, kami dirikan Rumah Kedelai Grobogan yang di sana tahu dan tempe dihasilkan dari benih-benih lokal. Benih kedelai Grobogan itu menyulai sekitar 75% kebutuhan benih nasional,” sebut Sunanto.

Baca juga: Wuih! Puluhan Patung Peradaban Nusantara Hiasi Festival Jerami di Grobogan

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Jateng, Supriyanto, mengatakan produksi kedelai lokal belum bisa memenuhi kebutuhan kedelai di Jateng. Namun demikian, pihaknya terus menggenjot produksi serta memberi bantuan kepada petani.

Ia mengatakan produksi kedelai di Jateng mencapai puncaknya pada 2018 yang mencapai 166.000 ton. Namun seiring fluktuasi harga, produksi kedelai di bawah 100.000 ton. Sementara, kebutuhan kedelai di Jateng defisit 555.000 ton per tahun.

Supriyanto menambahkan pihaknya tidak mempermasalahkan masuknya kedelai impor. Hanya saja, ia mendorong agar petani mulai menggalakkan penanaman kedelai lokal, tak terkecuali varietas Grobogan. Apalagi, harga jual kedelai lokal kian membaik.

“Untuk petani, mari kita berproduksi yang bagus sembari menanti pemerintah [pusat] memberi patokan harga yang berpihak ke petani. Setelah punya produksi yang banyak dan bagus, ayo pengusaha tahu tempe kembali ke kedelai lokal,” ujar Supriyanto.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Lewat Flashmob, Cara Dispangtan Salatiga Sosialisasikan Kenyang Tak Harus Nasi

      Kepala Dispangtan Kota Salatiga Henny Mulyani mengaku tujuan flashmob sebagai bentuk edukasi dan publikasi bahwa kenyang tidak harus makan nasi.

      Pemkot Salatiga Raih 2 Penghargaan di Akhir 2022, Ini Daftarnya

      Government Entrepreneurial Marketing Awards merupakan sebuah bentuk apresiasi yang diharapkan dapat membantu memperkenalkan inovasi, kreativitas, interpretasi dan benefit yang telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota di Indonesia

      Terekam CCTV, Siswa SMK di Semarang Serang Sekolah Lain dengan Sajam

      Sebanyak empat siswa SMK Negeri 10 Semarang ditangkap lantaran melakukan penyerangan atau memicu tawuran dengan menggunakan senjata tajam kepada siswa SMKN 3 Semarang.

      Drama My Superhero Tomato SD Kristen Satya Wacana Ingatkan Pola Hidup Sehat

      My Superhero Tomato bercerita tentang perjuangan untuk hidup sehat. Beraneka jenisnya makanan, jika tidak diimbangi pola hidup sehat akan menjadi sumber penyakit.

      Berenang di Sungai Bogowonto, Seorang Lansia Purworejo Hanyut

      Seorang warga lanjut usia (lansia) dilaporkan hanyut dan tenggelam saat berenang di Sungai Bogowonto, Purworejo.

      Wuiihhh Keren! Peralatan Makan dari Kayu Buatan Jepara Tembus Pasar Dubai

      Peralatan makan berbahan kayu buatan perajin asal Jepara yang mampu tembus pasar Timur Tengah atau Dubai dipamerkan di Kota Semarang.

      Program Matching Fund, Dosen UKSW Ciptakan Aplikasi eRumputTernak

      program matching fund ini dilaksanakan melihat masalah yang dihadapi usaha perternakan, antara lain jumlah produk belum mampu memenuhi kebutuhan pasar dan pelangan, terbatasnya lahan produksi, serta harga bahan baku complete feed cukup mahal.

      Si Baja, Animasi Belajar Budaya Jawa Karya ISI Jogja Dikenalkan di Salatiga

      Film animasi Si Baja mendapat dukungan Program Matching Found Vokasi Kedaireka Kemendikbudristek.

      Simak! Ini Skenario Rekayasa Lalu Lintas saat Pernikahan Kaesang-Erina

      Begini rekayasa lalu lintas yang disusun Polda DIY saat pernikahan Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono di Sleman, Yogyakarta.

      UMK Kota Semarang Tertinggi di Jateng, Begini Reaksi Buruh

      Serikat pekerja atau buruh yang tergabung dalam KSPN Jateng menilai kenaikan UMK di Kota Semarang tahun 2023 belum sesuai dengan kebutuhan hidup layak (KHL).

      Pasar Ngaliyan Kota Semarang Kebakaran, 10 Kios Hangus

      Kebakaran melanda Pasar Ngaliyan di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), pada Kamis (8/12/2022) sore dan menghanguskan sejumlah kios.

      Ganjar Sebut Kerja di KIK Gaji di Atas UMK Kendal

      Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menyebut gaji karyawan yang bekerja di Kawasan Industri Kendal atau KIK lebih besar dari UMK Kendal.

      Imbas Kecelakaan Bus di Sarangan, Pemilik Bus Wisata Mulai Sulit Cari Pelanggan

      Pelaku jasa perjalanan wisata mengeluhkan adanya kekhawatiran masyarakat untuk menggunakan bus pariwisata imbas kecelakaan maut di Sarangan.

      Suap Dosen UIN Walisongo, 8 Kades di Demak Duduk di Kursi Pesakitan

      Sebanyak delapan kades di Demak, Jateng, menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Semarang atas kasus dugaan suap kepada dosen UIN Walisongo Semarang.

      Kenaikan UMK 2023 di Semarang Tertinggi se-Jateng, Capai Rp225.327

      Kenaikan UMK tertinggi di Jawa Tengah atau Jateng untuk tahun 2023 berada di Kota Semarang, yakni sekitar 7,95% atau Rp225.327,49.