Kategori: Bisnis

Menganalisis Prediksi Kenaikan Harga Laptop Tahun Ini


Solopos.com/Bisnis

 

Solopos.com, JAKARTA–International Data Corporation memrediksi harga laptop bakal merangkak naik tahun ini. Peningkatan kebutuhan laptop tidak sebanding dengan pasokan material yang dibutuhkan.

Market Analyst IDC Indonesia, Stallone Hangewa, mengatakan saat ini kelangkaan akan cip, prosesor, dan material lainnya sudah menjadi kendala yang dihadapi oleh PC vendor sepanjang 2020 dan masih berlangsung pada 2021.

“[Efeknya] potensi kenaikan harga akan selalu ada ketika ada komponen yang harganya naik dari pabrik pembuatnya. [Namun], saat ini masing-masing PC vendor [akan] punya strategi sendiri terkait harga terlebih dengan adanya kenaikan harga dari beberapa komponen,” kata dia dilansir Bisnis, Jumat (16/4/2021).

Baca Juga: Sempat Capai 100 Orang pada Minggu, Pengunjung Museum Sangiran Sragen Menurun

Berdasarkan laporan terbaru dari firma riset International Data Corporation (IDC) menunjukan pada kuartal I/2021 pengapalan PC mengalami peningkatan yang cukup drastis, yakni ada di angka 55,2% di seluruh dunia.

Industri PC telah mengirimkan 83.981 juta perangkat pada kuartal pertama tahun ini. Meski demikian, jumlah ini menurun sekitar 8% jika dibandingkan dengan kuartal keempat 2020.

Menariknya, data tersebut turut mencatatkan sebagian besar pemasok PC di posisi lima teratas menunjukkan pertumbuhan penjualan unit PC lebih dari 50% dari tahun ke tahun.

Lenovo masih menjadi pemimpin pasar dengan menjual 20,4 juta perangkat dan menguasai pangsa pasar sebesar 24,3%. Disusul HP yang berada di urutan kedua dengan pengiriman 19,237 juta perangkat dan memiliki 22,9% pangsa pasar.

Dell menempati posisi ketiga dengan pengiriman 12,946 juta perangkat dengan pangsa pasar 15,4%. Apple mengikuti di posisi keempat dengan mengirimkan 6.692 juta Mac dan memiliki pangsa pasar 8%. Sedangkan Acer ada di posisi kelima dengan pengapalan 5,837 juta perangkat dan memiliki pangsa pasar 7%.

Baca Juga: BCA UMKM Fest Pasarkan 18.000 Produk Asli Indonesia

Setali tiga uang, Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi melihat kelangkaan komponen akan menambah waktu pembuatan dan ujungnya pada peningkatan harga laptop ke depan.

“Melihat ini perlu ada strategi dari para vendor untuk mencari substitusi komponen atau menekan penyedia komponen untuk mengirim komponen tepat waktu,” ujarnya.

Heru pun meyakini peta persaingan pasar laptop tahun ini akan berkutat di kelas bawah dan menengah mengingat kebutuhan pembelajaran jarak jauh dan bekerja dari rumah masih menjadi aktivitas masyarakat.

“Saat ini, penting dan mendesak bagi pemain meminta penyedia komponen untuk menyediakan komponen sesuai perjanjian sembari mereka mencari alternatif lain komponen sejenis dari lain vendor. Harga berpotensi naik, tetapi harus dihitung apakah sesuai dengan daya beli masyarakat,” kata Heru.

Firma riset pasar Trendforce yang mencatat harga DRAM mengalami kenaikan sebesar 3%-8% pada kuartal I/2021. Memasuki kuartal kedua, kenaikan harga diprediksi makin tinggi di angka 13%-18%.

Baca Juga: Duh Bikin Bingung, Korlantas Polri Kini Tak Rekomendasikan Mudik Sebelum 6 Mei

Sekadar catatan, Dynamic random-access memory (DRAM), yaitu Jenis RAM ini merupakan memori semi konduktor yang memerlukan kapasitor sebagai tumpuan untuk menyegarkan data yang ada di dalamnya.

Sebelumnya, harga chip prosesor (CPU) dan GPU juga bakal terdongkrak lebih jauh setelah pabrikan Taiwan Semiconductor Company (TSMC) menaikkan harga komponen pada akhir Maret 2021.

TSMC antara lain memproduksi chip untuk Intel, AMD, dan Nvidia sehingga besar kemungkinan kenaikan ongkos produksi ini akan turut dirasakan oleh konsumen.

Pulih Tahun Ini

Sebelumnya, IDC optimistis pasar PC di Indonesia pulih pada tahun ini lantaran didorong kebutuhan belajar dan bekerja jarak jauh.

Pertumbuhan pada 2021 PC di Tanah Air akan mencapai 37,2%. Dia menjelaskan kenaikan permintaan PC secara global selaras dengan hadirnya tantangan baru yaitu alokasi antar negara dan tentunya akan dihadapi oleh PC vendor di Indonesia.

Berdasarkan laporan IDC Quarterly Personal Computing Device Tracker 4Q20, IDC menemukan penurunan pangsa pasar PC Indonesia, termasuk desktop, notebook, dan workstation mencapai 28,3% (yoy) pada 2020 dengan total 3,04 juta unit dikirimkan ke Indonesia.

Menurutnya, kendala pasokan tersebut membuat banyak PC vendor memutuskan untuk memprioritaskan pasokan PC mereka untuk pasar dengan Average Selling Price (ASP) yang tinggi, berfokus pada pasar yang mature dan produk high-end untuk memaksimalkan profit. ICT Institute juga meyakini pemulihan pasar PC dan laptop di Tanah Air akan dimulai pada awal semester II/2021.

“Bagi pemain, kekurangan pasokan kemungkinan akan terjadi pada enam bulan pertama [2021]. Sekarang pabrik sudah 80% normal sehingga kekurangan pasokan harusnya sudah tidak mengalami kendala berarti,” ujarnya.

Share
Dipublikasikan oleh
Hijriyah Al Wakhidah

Berita Terkini