Meneropong Hubungan Pasoepati dengan Manajemen Persis Solo Pasca Suksesi, Tetap Kritis Atau Sinergis?
Suporter Persis Solo, Pasoepati. (M Ferri Setiawan/JIBI/Solopos)

Solopos.com, SOLO — Dua bakal pasangan calon presiden-wakil presiden Pasoepati periode 2020-2022, Maryadi Gondrong-Agus Ismiyadi (Gas) dan Wahyu Haryanto-Djodi Purnomo berencana membangun sinergi lebih baik dengan manajemen Persis Solo apabila terpilih sebagai nakhoda baru organisasi.

Kolaborasi dengan manajemen dinilai menjadi langkah strategis agar Persis segera promosi ke Liga 1. Di sisi lain, pasangan Prapto Koting-Sapta Oox berkomitmen mempertahankan Pasoepati sebagai “oposisi” yang berani melontarkan kritik pada manajemen.

Sikap tersebut senada dengan anjuran Presiden-Wapres Pasoepati saat ini, Aulia Haryo Suryo (Rio)-Surya Panca. Rio-Panca yang tak akan nyalon lagi menyarankan pemimpin baru Pasoepati tetap kritis terhadap manajemen Laskar Sambernyawa.

Kian Moncer, Bisnis Kuliner Gibran Dapat Kucuran Dana Segar Rp28,3 Miliar

Saat berbincang dengan Solopos.com, Senin (23/11/2020), Maryadi Gondrong mengaku akan menjalin hubungan yang lebih bersahabat dengan manajemen Persis Solo apabila terpilih dalam Kongres VIII Pasoepati. Menurut Gondrong, sudah saatnya Pasoepati bekerjasama dengan seluruh elemen terkait demi kejayaan Persis.

“Kelompok suporter tidak harus selalu berlawanan dengan manajemen. Pendekatan sinergi perlu lebih diutamakan jika ingin melihat Persis naik kasta,” ujar sesepuh Pasoepati itu.

Sinergi Stakeholder

Tak hanya dengan manajemen, Gondrong berencana membangun hubungan lebih harmonis dengan Askot PSSI Solo dan Surakartans. Dia mengatakan langkah tersebut merupakan upaya agar Pasoepati kembali menjadi suporter sepenuhnya. “Pasoepati ya dibawa ke Stadion Manahan, jangan ditarik ke mana-mana di luar sepak bola.”

Bakal calon presiden Pasoepati, Wahyu Haryanto, menilai sinergi dengan stakeholder akan menjadi prioritasnya apabila dipercaya menakhodai Pasoepati. “Tantangan ke depan akan lebih kompleks. Sinergi perlu diperkuat, tak terkecuali dengan manajemen,” ujar Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Solo ini.

Jatim Siapkan Sistem Hybrid dan ABM Jelang Pembelajaran Tatap Muka, Apa Itu?

Sementara itu, pasangan Prapto Koting-Sapta Oox menilai kritikan adalah bentuk dari rasa memiliki suporter terhadap Persis Solo. Prapto menegaskan Pasoepati tetap akan menjadi mitra kritis manajemen jika dirinya terpilih menggantikan Rio.

“Suporter harus berani mempertanyakan kalau ada yang tidak beres di internal manajemen. Tanpa kritik, manajemen bisa jalan seenaknya sendiri,” ujar anggota DPRD Karanganyar itu.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom