Menengok Gedung Sarekat Islam di Semarang yang Didirikan Tokoh Pendiri PKI

Gedung Sarekat Islam yang berada di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), didirikan Ketua Umum Pertama PKI, Semaoen.

 Gedung eks Sarekat Islam. (Solopos.com-Adhik Kurniawan)

SOLOPOS.COM - Gedung eks Sarekat Islam. (Solopos.com-Adhik Kurniawan)

Solopos.com, SEMARANG — Bangunan tua itu masih berdiri kokoh di tengah permukiman warga Kampung Gendong Utara, Kelurahan Sarirejo, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, Kamis (29/9/2022). Gedung yang saat ini telah terdaftar sebagai bagunan cagar budaya itu memiliki sejarah panjang dalam perjuangan bangsa Indonesia terutama keberadaan organisasi Sarekat Islam hingga terbentuknya Partai Komunis Indonesia atau PKI.

Dikutip dari laman kebudayaan.kemendikbud.go.id, Gedung eks Sarekat Islam atau yang kini dikenal sebagai Balai Muslimin itu dibangun oleh Semaoen, yang merupakan Ketua Umum Pertama PKI pada tahun 1919 dan selesai pada 1920. Gedung Sarekat Islam ini dibangun di atas tanah wakaf keturunan pribumi kaya di Semarang pada zaman kolonial, Taspirin.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Bangunan ini awalnya didirikan sebagai sekolah pada siang hari dan tempat rapat umum Sarekat Islam di malam hari. Gedung pernah menjadi lokasi perjuangan sejumlah tokoh nasional berhaluan kiri atau memilik paham sosialisme sepert Tan Malaka.

Gedung Sarekat Islam atau Balai Muslimin itu kondisinya kini pun cukup terawat jika dibandingkan 8 tahun silam, atau pada 2014 sebelum dilakukan renovasi. Kendati demikian, saat memasuki gedung tersebut tiap sudut terlihat lusuh dengan debu-debu yang menempel.

Namun, tiang-tiang kayu yang menopang bangunan itu terlihat masih kokoh, setelah dilakukan renovasi beberapa waktu lalu. Di tengah ruangan juga terdapat tulisan SI berwarna hitam pada lantai berukuran 2×2 meter yang menjadi penanda berdirinya bangunan tersebut.

Baca juga: Kisah Kiai Tartibi Asal Trucuk Klaten Dihabisi PKI hingga Terluka di Kepala

Pengurus Balai Muslimin, Abidin, mengatakan dalam perjalanannya Gedung SI ini pernah nyaris roboh karena terbengkalai dan tak terawat. Namun seusai direnovasi, gedung ini kembali diaktifkan dan kerap menjadi tempat kegiatan sosial masyarakat sekitar.

“Yang direnovasi itu atap sama plafon, tiang penyangga juga. Makanya saat ini jadi terawat, tiap Minggu pasti ada kegiatan, entah itu mengaji atau lainnya,” jelas Abidin saat dijumpai Solopos.com, Kamis.

Wakaf

gedung sarekat islam semarang
Gedung Sarekat Islam atau Balai Muslimin di Kota Semarang. (Solopos.com-Adhik Kurniawan)

Bergeser ke beberapa sudut, nampak sebagian peninggalan seperti mimbar pidato dan tiang bendera dari kayu jati asli masih tersisa di Gedung Balai Muslimin. Semua itu, tetap terjaga keasriannya meski waktu telah silih berganti.

“Saat ini gedung [SI] juga sudah diwakafkan ke Yayasan Balai Muslimin Indonesia (Yabami). Ke depan akan lebih dimanfaatkan lagi untuk masyarakat,” imbuh Abidin.

Baca juga: Jarang Diperhatikan, Museum Samanhoedi Solo Simpan Aset Berharga Lho

Terpisah, Ketua Yabami, A.M. Jumai, mengungkapkan saat ini gedung Balai Muslimin diwakafkan atau dirawat oleh tiga organisasi Islam yakni Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Sarekat Islam.

“Kita punya rancangan untuk mengembangkan gedung ini. Buat mengoptimalkan fungsi pusat kebudayaan, kajian, pekantoran, termasuk untuk pembinaan ekonomi,” beber Jumai.

Jumai pun berharap gedung yang menjadi cagar budaya itu kedepan bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat. Tak hanya itu, ia berharap gedung itu turut menjasi bagian pembelajaran masa lalu bagi generasi mendatang.

“Sekarang dan masa mendatang, kita ingin anak-anak muda tidak lupa terhadap nilai sejarah, nilai perjuangan pada tokoh ulama dan panutan kita,” tutup dia.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      UMP Jateng 2023 Naik 8,01%, UMK Pekalongan Masih Misteri

      Pemkot Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng), hingga kini belum merumuskan besaran UMK 2023 yang akan diusulkan ke Gubernur Jateng.

      Polisi Dalami Motif Lain Anak Bunuh Keluarga di Magelang dengan Racun

      Polisi mendalami motif lain di balik aksi kejam DD, anak yang bunuh keluarga sendiri di Magelang, Jawa Tengah (Jateng), dengan racun.

      Pj Wali Kota Salatiga Minta Ajarkan Guru Berinovasi, Bukan Digurui Pengabdian

      Guru diajarkan berinovasi bukan digurui tentang pengabdian, karena guru adalah pengabdi yang tidak kenal pamrih.

      Bupati Blora Ajak Korpri Terus Berinovasi Melayani Masyarakat Setulus Hati

      Dalam upacara peringatan HUT ke-51 Korpri tingkat Kabupaten Blora, Selasa (29/11/2022), Bupati Arief Rohman bertindak sebagai inspektur.

      Perhatian! UMK Kota Semarang 2023 Diusulkan Naik 7,95%, Jadi Segini Besarannya

      Berikut perkiraan UMK Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) tahun 2023 jika besaran kenaikan mencapai 7,95 persen.

      Kabid Dokkes Polda Jateng Sebut Jenis Racun yang Bunuh Keluarga di Magelang

      Pelaku pembunuhan satu keluarga di Magelang diduga menggunakan racun jenis sianida maupun racun jenis arsenik.

      Balai Bahasa Jateng Buka Pelatihan Menulis Puisi & Feature

      Balai Bahasa Jateng membuka Bengkel Literasi untuk pelatihan penulisan feature maupun puisi bagi generasi muda.

      Tega, Bayi Laki-Laki di Pekalongan Dibuang dalam Karung

      Bayi mungil berjenis kelamin laki-laki ditemukan di dalam karung di kawasan Pantai Dewi, Kota Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng).

      Mantul! Desa di Jateng Ini Raih Predikat Desa Antikorupsi Terbaik di Indonesia

      Desa Banyubiru di Kabupaten Semarang dinobatkan sebagai desa antikorupsi terbaik di Indonesia oleh KPK.

      Waspada, Mangkang & Tambak Lorok Semarang Potensi Banjir Rob pada Rabu Besok

      BMKG Tanjung Emas Semarang memberikan peringatan terkait potensi banjir rob di kawasan Mangkang dan Tambak Lorok pada Rabu (30/11/2022).

      Kronologi Pembunuhan Tiga Orang dalam 1 Keluarga di Magelang

      Berikut kronologi pembunuhan tiga orang dalam satu keluarga di Magelang, Jawa Tengah (Jateng), dengan cara diracun.

      Percepat Penanganan Stunting, Telkomsel Dukung Digitalisasi BKKBN Jateng

      Dukungan Telkomsel kepada BKKBN jateng diwujudkan dalam bentuk kerja sama seperti pengadaan layanan contact center.

      Harum Manis Mutiara Ajaib dari Dieng

      Dataran Tinggi Dieng menyimpan mutiara ajaib beraroma harum yang khas sebagai salah satu kekayaan kuliner.

      Pelaku Pembunuhan Keluarga di Magelang Sempat Tolak Autopsi untuk 3 Korban

      Pelaku pembunuhan tiga orang dalam satu keluarga di Magelang dengan cara memberi racun merupakan anak kedua dari korban.

      Peroleh 4 Mobil Baru, Polres Salatiga Bertekad Tingkatkan Layanan Masyarakat

      Keempat unit kendaraan dinas tersebut merupakan bantuan dari Korlantas, Baharkam Polri, dan BRI Cabang Salatiga.