Menelusuri Jejak Raja Pajang Jaka Tingkir di Desa Krebet Masaran Sragen
Alun-Alun Mas Karebet yang dilengkapi replika kerangka perahu menjadi ikan Desa Krebet, Kecamatan Masaran, Sragen. (Istimewa)

Solopos.com, SRAGEN – Krebet merupakan nama salah satu desa di Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen. Secara geografis, desa ini terletak di jalan Solo-Sragen km 14.

Desa yang memiliki luas 352.6700 ha ini dihuni sekitar 6.340 jiwa yang terbagi dalam 2.044 kepala keluarga (KK). Siapa sangka asal muasal Desa Krebet ternyata berkaitan erat dengan raja pertama Kerajaan Pajang yakni Sultan Hadiwijaya.

Sultan yang memimpin Kerajaan Pajang pada 1549-1582 itu memiliki julukan lain yakni Jaka Tingkir atau Mas Karebet. Ditinjau dari etimologi bahasa, sebutan Desa Krebet berasal dari nama Mas Karebet.

Misteri Sumur Emas di Gondangrejo Karanganyar, Airnya Berkilauan Loh

Tokoh masyarakat di Desa Krebet, Anggun Mahardika, mengisahkan asal usul desa yang disarikan dari berbagai sumber. Berdasarkan penuturannya, desa ini memang berkaitan dengan sosok Jaka Tingkir yang menjadi raja pertama di Kerajaan Pajang.

Mas Karebet merupakan putra Ki Ageng Pengging atau Ki Kebo Kenanga yang dihukum mati karena dituduh memberontak terhadap Kerajaan Demak. Setelah kematian suaminya, Ny. Ageng Pengging jatuh sakit dan meninggal dunia.

Sejak saat itu, Mas Karebet diasuh Ny. Ageng Tingkir, janda Ki Ageng Tingkir yang menjadi teman Ki Ageng Pengging saat masih berguru dengan Syekh Siti Jenar.

Diiringi Ribuan Pendukung, Joswi Ngontel ke KPU Daftar Pilkada Sukoharjo 2020

Mas Karebet

Mas Karebet tumbuh menjadi pemuda yang gemar bertapa dan mendapat julukan Jaka Tingkir. Sunan Kalijaga merupakan guru pertama dari Mas Karebet.

Dalam Babad Tanah Jawi dikisahkan Mas Karebet mengabdi ke Kerajaan Demak di bawah pimpinan Sultan Trenggana. Mas Karebet diangkat sebagai Adipati Pajang bergelar Adipati Hadiwijaya oleh Sultan Trenggono. Ia juga menikahi Ratu Mas Cempaka, putri dari Sultan Trenggana.

Orang Tanpa Gejala Ikut Takziah, 15 Warga Plupuh Sragen Tertular Covid-19

Pada 1568, penguasa Kerajaan Islam di Gresik, Giri Kedaton, Sunan Prapen, menjadi mediator pertemuan antara Mas Karebet dengan para bupati di Jawa Timur. Para bupati itu kemudian bersepakat untuk mengakui kekuasaan Kerajaan Pajang sebagai kelanjutan dari Kesultanan Demak.

“Dalam perjalanan mengikuti mediasi itu, Mas Karebet singgah di sebuah kampung di wilayah Masaran, Bumi Sukowati, yang kemudian kampung itu dikenal dengan sebutan Krebet,” terang Anggun Mahardika soal sejarah Desa Krebet kepada Solopos.com, di Sragen, Kamis (9/5/2019).



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom