Rumah kontrakan Ali Amirul Alam alias Umar, 40, di Gang Salak RT 003 RW 021 Waringin Rejo, Cemani, Grogol, Sukoharjo, yang digeledah Densus 88 Antiteror, Senin (10/6/2019). (Solopos-Indah Septiyaning W)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Densus 88 Antiteror Mabes Polri menggeledah rumah kontrakan terduga teroris Ali Amirul Alam alias Umar, 40, di Gang Salak RT 003 RW 021 Waringin Rejo, Cemani, Grogol pada Minggu (9/6/2019). Sebelumnya, Umar telah ditangkap Densus di Lampung karena diduga terkait teror bom di Pos Keamanan Simpang Tiga Kartasura, Sukoharjo.

Camat Grogol Bagas Windaryanto mengatakan dalam penggeledahan tersebut Densus 88 menemukan buku tentang jihad, empat handphone rusak, simcard, dua botol alumunium berisi etanol, saringan besar, spatula, kain hitam bertuliskan solusi jihad warna merah, satu gunting, dan empat buah batere ABC kecil.

"Umar bukan penduduk asli Ngruki, Cemani. Yang bersangkutan merupakan pendatang yang ngontrak di Ngruki," katanya, Senin (10/6/2019).

Umar merupakan pria kelahiran Jakarta dan menempati kamar indekos di Gang Salak Ngruki sejak dua tahun lalu. Selama tinggal di Ngruki, Umar juga dinilai jarang bersosilisasi dan berinteraksi dengan warga sekitar sehingga tidak diketahui aktivitasnya. "Informasinya pekerjaannya berdagang," katanya.

Terkait kasus tersebut, Bagas mengimbau kepada seluruh Ketua RT/RW di wilayah Cemani, Sanggrahan, dan di Kecamatan Grogol agar melakukan deteksi dini terhadap warga yang indekos dan mengontrak rumah. Warga pendatang yang mempunyai perilaku agak menyimpang dan mencurigakan agar dikomunikasikan dengan aparat setempat bisa melalui Babinsa, Babinkamtibmas, dan juga Muspika Grogol.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, rumah yang ditinggali Umar berada di lingkungan padat penduduk. Rumah tersebut tampak sepi dan hanya ada sebuah lampu kecil yang dibiarkan terus menyala di rumah itu.

Ketua RT003 RW 021 Waringin Rejo, Cemani, Prabowo Humardani saat dijumpai di rumahnya mengatakan penggeledahan rumah terduga teroris dilakukan oleh polisi berpakaian serba hitam dan menyita sejumlah buku tentang jihad. Menurutnya, Umar sehari-hari berjualan minyak wangi di kawasan Pasar Klithikan Notoharjo, Semanggi, Solo.

Di kalangan tetangga, Umar dan keluarga merupakan pribadi yang tertutup dan tidak pernah bersosialisasi dengan warga sekitar. "Dua tahun tinggal di sana bahkan tidak pernah memberikan identitas ke RT. Kami sudah berulang kali minta tapi tidak pernah diberi. Mereka juga tidak pernah mengikuti kegiatan warga di sini," kata dia.

Umar selama ini tinggal bersama istri dan tiga anaknya yang masing berusia anak-anak. Saat dilakukan penggeledahan, dia mengatakan rumah dalam sepi tanpa penghuni. Berdasarkan informasi dari warga, Umar dan keluarga telah pergi meninggalkan rumah tersebut beberapa hari sebelum Lebaran.

"Kemungkinan Umar dan keluarga mudik dan sampai akhirnya ditangkap Densus di Lampung. Umar ditangkap terkait kasus bom bunuh diri di Kartasura," katanya.

Di hari sama, Kapolres juga menyampaikan Densus 88 Antiteror juga menangkap Sugeng Riyadi, 34, warga Pasar Kliwon, Solo, di kawasan tanggul Sungai Bengawan Solo tepatnya di Dusun Jatiteken, Desa Laban, Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo. Hingga kini polres belum mengetahui keterlibatan SR dalam jaringan apa atau hanya berdiri seorang diri.

Sama halnya dengan Umar, Sugeng Riyadi sehari-hari juga berjualan di Pasar Pagi Pasar Klitikan Semanggi, Solo. "Semua masih dalam pendalaman Densus 88 Antiteror," katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten