Mendikbud Coret Tanoto Foundation & Putera Sampoerna dari Penerima POP

Mendikbud menyebutkan kedua yayasan itu memakai skema pembiayaan mandiri untuk mendukung Program Organisasi Penggerak (POP).

 Mendikbud, Nadiem Anwar Makarim. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Mendikbud, Nadiem Anwar Makarim. (Istimewa)

Solopos.com, JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim, menyatakan Putera Sampoerna Foundation bersama Tanoto Foundation dipastikan tidak menggunakan dana anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dalam POP.

Dia menyebutkan kedua yayasan itu memakai skema pembiayaan mandiri untuk mendukung Program Organisasi Penggerak (POP).

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

"Berdasarkan masukan berbagai pihak, kami menyarankan Putera Sampoerna Foundation juga dapat menggunakan pembiayaan mandiri tanpa dana APBN  dalam Program Organisasi Penggerak. Mereka menyambut baik saran tersebut. Dengan demikian, harapan kami ini akan menjawab kecemasan masyarakat. Mengenai potensi konflik kepentingan dan isu kelayakan hibah yang sekarang dapat dialihkan kepada organisasi yang lebih membutuhkan,” kata Nadiem di Jakarta, dikutip dari keterangan persnya.

Terdengar seperti Guntur, Gedung Kantor OJK Jateng-DIY di Semarang Roboh

Mendikbud menjelaskan alasan Kemendikbud bermitra dengan para penggerak pendidikan dan menghasilkan inovasi-inovasi yang bisa dipelajari oleh pemerintah serta diterapkan skala nasional.

"Itulah tujuan dari POP, agar Kemdikbud bisa belajar dari masyarakat pergerakan pendidikan. Hanya satu visi kami, mencari jurus dan pola terbaik untuk pendidikan Indonesia," ujarnya.

Dia juga mengatakan pekan lalu melakukan penundaan sementara dan evaluasi lanjutan. Namun, polemik serta kebingungan masih terjadi di masyarakat.

Tak Direstui Sang Kakak, Adik Ipar Jokowi Mundur dari Pilkada Gunungkidul

Mendikbud harus mengklarifikasi Tanoto Foundation dan Putera Sampoerna Foundation telah sepakat tidak akan mengggunakan dana APBN sepeser pun.

"Harapan kami ini akan menjawab kekhawatiran masyarakat terkait konflik kepentingan dan isu kelayakan hibah yang saat ini bisa dialihkan kepada organisasi yang lebih membutuhkan," tegasnya.

 

Laporan Program

Sementara itu, organisasi yang menanggung biaya pelaksanaan program secara mandiri nantinya tidak wajib mematuhi semua persyaratan. Namun, kendati tak memakai anggaran negara, Kemendikbud tetap akan meminta laporan pengukuran keberhasilan program dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik.

Penjelasan BMKG Semarang Terkait Embun Upas di Dieng

Instrumen pengukuran yang digunakan antara lain Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter untuk SD dan SMP atau Instrumen pencapaian pertumbuhan dan perkembangan anak untuk PAUD.

“Sekali lagi, saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan perhatian besar terhadap program ini. Kami yakin penguatan gotong-royong membangun pendidikan ini dapat mempercepat reformasi pendidikan nasional yang diharapkan kita semua," tutup Nadiem.

Sumber: Bisnis

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Persebaran PMK Meluas, Kebutuhan Hewan Kurban 1,81 Juta Ekor

+ PLUS Persebaran PMK Meluas, Kebutuhan Hewan Kurban 1,81 Juta Ekor

Pemerintah meluncurkan gerakan disinfeksi nasional, Kamis (30/6/2022), untuk mengendalikan penyakit mulut dan kuku (PMK). Wabah PMK makin meluas di 19 provinsi dan tak hanya menjangkiti sapi.

Berita Terkini

Persebaran PMK Meluas, Kebutuhan Hewan Kurban 1,81 Juta Ekor

Pemerintah meluncurkan gerakan disinfeksi nasional, Kamis (30/6/2022), untuk mengendalikan penyakit mulut dan kuku (PMK). Wabah PMK makin meluas di 19 provinsi dan tak hanya menjangkiti sapi.

Dies Natalis, UT Surakarta Tebar 19.000 Bibit Ikan di Waduk Cengklik

Dalam rangka Dies Natalis yang ke-38 Universitas Terbuka (UT) Surakarta menyelenggarakan kegiatan bakti sosial menebarkan benih ikan di Waduk Cengklik, Boyolali.

Solopos Hari Ini: Momentum Tepat Misi Jokowi

Misi perdamaian yang dibawa Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Ukraina dan Rusia diapresiasi. Upaya diplomasi itu disambut baik oleh pemimpin Ukraina dan Rusia yang diiringi isyarat positif kedua pihak bertikai.

Mengenal Suku-Suku Pedalaman Penghuni 3 Provinsi Baru di Papua

Anim Ha, Meepago dan La Pago resmi menjadi nama provinsi baru di Papua. Tiga provinsi baru di Papua ini dihuni oleh banyak suku pedalaman yang memiliki kearifan lokal berbeda-beda.

Komisi III DPR Himpun Aspirasi tentang Ganja Medis

Komisi III DPR pada Kamis (30/6/2022) menyelenggarakan rapat dengar pendapat umum tentang ganja untuk kepentingan medis.

Diundang Jokowi ke KTT G20, Presiden Ukraina Tak Jamin Bisa Hadir

Presiden Zelenskyy tidak bisa menjamin bisa hadir atau tidak karena harus menyesuaikan kondisi di negaranya.  

Seusai Bertemu Jokowi, Putin Janji Takkan Ganggu Ekspor Ukraina

Melunaknya Presiden Putin itu setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam suasana yang hangat di Moskow, Rusia, Kamis (30/6/2022).

AS Tuding Putin Masih Bernafsu Kuasai Ukraina, Perang Bakal Lama

Amerika Serikat menuding Presiden Rusia Vladimir Putin masih ingin merebut sebagian besar wilayah Ukraina.

Order Anjlok 30%, Ratusan Karyawan Sepatu Nike Kehilangan Pekerjaan

Perusahaan sepatu Nike yang berada di Tangerang, Banten memberhentikan ratusan pekerja karena terus mengalami penurunan order hingga 30%.

Berlangsung Hangat, Ini Hasil Pertemuan Presiden Jokowi-Putin

Putin menyanggupi untuk memberikan jaminan keamanan pasokan pangan dan pupuk baik dari Rusia maupun dari Ukraina untuk negara-negara berkembang, t

Kasus PMK Tinggi, PMI Grobogan Ajari Peternak Buat Eco Enzyme

Kasus penyakit mulut dan kuku di Grobogan mengundang kepedulian PMI Grobogan untuk mengajari peternak membuat Eco Enzyme.

Dipuji Zelenskyy, Jokowi Pemimpin Asia Pertama yang ke Ukraina

Zelenskyy mengapresiasi kedatangan Jokowi dan berharap konflik Rusia-Ukraina segera berakhir.

Duh, Ratusan Karyawan Sepatu Nike Kehilangan Pekerjaan

Sebanyak 297 karyawan sepatu Nike kehilangan pekerjaan setelah masa percobaan mereka tidak diperpanjang.

Banjir Ban dari China Ancam PHK Massal di Tanah Air

Ribuan pekerja terancam terkena PHK lantaran membeludaknya produk impor ban dari China.

Menjauh dari Kebangkrutan, Garuda Indonesia Juni 2022 Laba Rp119,2 M

Kinerja PT Garuda Indonesia membaik  dan pada Juni 2022 mencatatkan laba Rp119,2 miliar.

Kuliah Umum PSHE FH UKSW Bahas Peluang dan Tantangan G20

Kuliah umum FH UKSW ini menghadirkan Duta Besar Indonesia untuk Austria Dr. (iur). Damos Dumoli Agusman, S.H., M.A. sebagai narasumber tunggal.