Mendes PDTT Wacanakan Masa Kerja Kades Jadi 9 Tahun

Alasan masa jabatan kades diwacanakan sembilan tahun agar pembangunan desa lebih mapan dan tidak terpengaruh pada dinamika politik desa.

 Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar. (Antara-Wahyu Putro A.)

SOLOPOS.COM - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar. (Antara-Wahyu Putro A.)

Solopos.com, SRAGEN—Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mewacanakan masa kerja kepala desa (kades) tidak hanya enam tahun, tetapi menjadi sembilan tahun.

Wacana itu diperjuangkan supaya pembangunan desa lebih mapan dan tidak terpengaruh pada dinamika politik desa.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

Hal itu diungkapkan Abdul Halim Iskandar saat menyampaikan keynote speaker dalam talk show yang dihelat Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) di Gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS) Sragen, Sabtu (30/7/2022) lalu.

Dalam talk show tersebut, Mendes PDTT menghadirkan dua orang pejabat eselon I di Kemendes PDTT dan juga dihadiri anggota DPR Luluk Nur Hamidah.

Dia menerangkan desa menempati posisi yang strategis. Dia menyebut wilayah Indonesia ini terdiri atas 91% wilayah desa dan 9% kelurahan.

Baca Juga: KTNA The Exporience Sragen 2022 Bakal Habiskan Rp250 Juta

Dari jumlah penduduk berdasarkan data Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), ujar dia, 71% penduduk Indonesia tinggal di pedesaan. Dia mencatat jumlah desa di Indonesia ini mencapai 74.961 desa.

“Kalau bicara tentang ketahanan pangan maka 71% masalah pangan selesai di desa. Oleh karena peran desa harus semakin maksimal. Atas dasar itulah saya menggulirkan wacana masa kerja kades itu bukan 18 dibagi tiga tetapi 18 dibagi dua, yakni dari enam tahun menjadi sembilan tahun. Wacana ini saya usulkan dan saya perjuangan supaya pembangunan di desa lebih mapan dan tidak terpangaruh pada dinamika politik desa,” jelas Mendes PDTT.

Dia menjelaskan untuk memulihkan kerenggangan pascapemilihan kepala desa butuh waktu dua tahun.

Kemudian untuk persiapan pilkades berikutnya, ujar dia, persiapannya dua tahun.

Dia mengatakan praktis kalau masa kerja enam tahun itu kades hanya bisa maksimal dalam membangun desa hanya dua tahun.

Baca Juga: KTNA The Exporience 2022 Sragen Bakal Berbeda, Ini yang Bikin Spesial

Dengan penambahan masa kerja kades menjadi sembilan tahun, ujar dia, maka pembangunan efektif di desa itu bisa berlangsung lima tahun.

Dia berharap wacana masa kerja kades sembilan tahun ini bisa menjadi wacana bersama dengan tujuan untuk kesejahteraan warga desa dan dana desa bisa dirasakan seluruh warga desa.

Abdul mengapresiasi KTNA Sragen yang secara mandiri menggelar KTNA Ekspo 2022. Dia melihat KTNA ini merupakan representatif petani yang tinggal di desa.

Dia ingat dengan pesan Presiden Joko Widodo tentang optimalisasi dana desa (DD), yakni fokus pada dua hal. Dia menyebut dua hal itu terdiri atas pertumbuhan ekonomi dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).

“DD itu boleh dipakai apa saja kecuali yang dilarang. Intinya DD itu harus dipakai yang bersentuhan terhadap dua hal yang disampaikan Presiden. Ketika ada stunting misalnya maka ketahanan pangan menjadi penting sehingga ada porsi minial 20% DD untuk tehanan pangan,” jelasnya.

Dia meminta KTNA sebagai bagian dari desa bisa memanfaatkan DD, yakni berkaitan dengan adanya badan usaha milik desa (BUMDes). Dia mengatakan arah kebijakan pembangunan desa itu sudah dirumuskan dalam SDGs Desa yang secara berkelanjutan bisa mengatasi permasalahan desa, seperti kemiskinan, kelaparan, kesehatan desa, pendidikan desa, dan seterusnya.

“Alokasi DD di Sragen 2022 dengan 196 desa ini mencapai Rp182,67 miliar. Artinya rata-rata per desa mendapatkan alokasi DD Rp937 juta. Saya lihat APBDes di Sragen itu mencapai Rp441,3 miliar. Dana ini dua kali lipat dari alokasi DD yang disalurkan di Sragen. Pendapatan asli desa mencapai Rp38,14 miliar atau 9%. Angka yang fantastis karena pendapatan negara saya hanya 2,9%,” jelas dia.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Dilema Hak Asasi Manusia, Destinasi Wisata Prioritas, dan Investasi

      + PLUS Dilema Hak Asasi Manusia, Destinasi Wisata Prioritas, dan Investasi

      Konflik antara pelaku wisata di Taman Nasional Komodo dengan aparat kepolisian pada Senin (1/8/2022) adalah akibat kebijakan pemerintah yang mementingkan urusan investasi dibanding mendengar aspirasi masyarakat yang langsung terdampak kebijakan.

      Berita Terkini

      Ada Raden Bagus Munyul di Situs Pringgoloyo Zaman Megalitikum Klaten

      Desa Sukorejo, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten diyakini menyimpan kawasan diduga situs peninggalan zaman megalitikum atau masa prasejarah.

      Pasar Hewan di Karanganyar Belum Juga Dibuka, Ada Apa?

      Disdagnakerkop UKM Karanganyar belum ada rencana membuka kembali pasar hewan yang sudah ditutup sejak Juni lalu.

      Upacara Detik-Detik Proklamasi di Karanganyar Digelar di Alun-Alun

      Pemkab Karanganyar memastikan menggelar upacara detik-detik proklamasi di Alun-Alun Karanganyar.

      Karanganyar Imbau Peternak Jaga Kebersihan Kandang Babi, Ini Tujuannya

      Pemkab Karanganyar mengimbau peternak babi memperhatikan kebersihan kandang mencegah penularan wabah PMK

      Kenapa Orang Solo Doyan Makan Sate Kambing & Tengkleng?

      Tahukah Anda kenapa orang Solo doyan makan aneka olahan kuliner kambing?

      Wow, Ada 9 Pasangan Suami-Istri di Sragen Maju di Pilkades 2022

      Ada 18 orang yang merupakan pasangan suami-istri yang maju dalam Pilkades serentak di Sragen.

      Kabar Duka, Kades Gladagsari Boyolali Meninggal Dunia

      Setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama sepekan, Kades Gladagsari Edy Suryanto meninggal dunia di rumahnya.

      Ada Senjata Api di Daftar Aset Pemkot Solo, Ini Kenyataannya

      Laman resmi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kota Solo menyebutkan ada dua senjata api yang menjadi aset Pemkot Solo.

      Karyawan Pabrik Pergoki Api Menyala dari Rumah Warga Jetak Sragen

      Sumber api diduga berasal dari obat nyamuk yang menyalat kain di sekitar lokasi.

      Ditinggal Pergi, Dapur Rumah Warga Mandong Klaten Terbakar

      Kapolsek Trucuk AKP Sarwoko menjelaskan saat kejadian pemilik rumah tidak berada di tempat

      Sego Trondol Mbok Kam Boyolali Rp5.000, Beri Penasaran Pengunjung

      Sego Trondol Mbok Kam itu mirip nasi kucing dengan menu bandeng, mi, sambal, dan cap jay.

      Dari Pecandu Kini Jadi Pengedar Narkoba, Warga Baki Dibekuk Polisi

      Tersangka sudah membeli obat-obatan terlarang sebanyak lima kali melalui online.

      Vaksinasi PMK di Sukoharjo Masuki Dosis Kedua

      Jumlah vaksin dosis kedua yang diterima Kabupaten Jamu sebanyak 2.100 dosis. Dari jumlah tersebut telah disuntikkan 1.000 dosis.

      KKN UGM Rintis 3 Desa Wisata di Sambungmacan Sragen, Ini Lokasinya

      3 Desa yang dirintis menjadi desa wisata di Kecamatan Sambungmacan, Sragen memiliki potensi yang berbeda untuk mendatangkan pengunjung menikmati desa wisata.

      Inilah Daftar 19 Desa di Sragen yang akan Menggelar Pilkades

      Pilkades serentak akan berlangsung 25 Oktober 2022