Mendagri soal Makan di Warung 20 Menit: Terdengar Lucu tapi Sudah Dilakukan di Luar Negeri

Pembatasan makan di tempat atau dine in demi mencegah penumpukan pada suatu warung sehingga mencegah persebaran Covid-19.

 Mendagri Tito Karnavian. (Antara)

SOLOPOS.COM - Mendagri Tito Karnavian. (Antara)

Solopos.com, JAKARTA – Makan di warung pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4, dibatasi selama 20 menit. Kebijakan itu diambil untuk meminimalisasi penularan Covid-19.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, mengakui hal ini terdengar agak lucu. Namun kata dia, di negara lain praktik tersebut sudah dilakukan.

“Mungkin kedengaran lucu, tapi di luar negeri, di beberapa negara lain sudah lama diberlakukan itu. Jadi makan tanpa banyak bicara dan kemudian 20 menit cukup, setelah itu memberikan giliran kepada anggota masyarakat yang lain,” kata Tito, Senin (6/7/2021).

Baca Juga: Arab Saudi Pulangkan 200 Warga Negara dari Indonesia

Tito menuturkan pembatasan makan di tempat atau dine in demi mencegah penumpukan pada suatu warung ataupun tempat. Karenanya pelanggan tidak boleh mengobrol pada saat menyantap makanan sehingga waktu 20 menit dapat dimanfaatkan dengan baik.

“Upayakan tidak membuat aksi atau kegiatan yang membuat terjadinya droplet, aerosol bertebaran, seperti mengobrol keras, tertawa keras,” jelas dia.

Tito menjelaskan kebijakan pembatasan makan di tempat 20 menit akan diawasi oleh aparat di daerah mulai dari Satpol PP yang didukung oleh prajurit TNI-Polri. Aparat pun sudah diminta untuk mengedepankan tindakan persuasif beserta sosialisasi.

Baca Juga: Update Covid-19 Hari Ini: Tambah 28.228, Jawa Barat Penyumbang Terbanyak

 

Tindakan Hukum

Sedangkan tindakan hukum adalah jalan terakhir dan pelaksanaannya harus dalam koridor peraturan yang berlaku.

“Selain masyarakat, pelaku usaha yang punya warung, kita harapkan juga ada pengawas dari Satpol PP dibantu TNI dan Polri untuk memastikan bahwa aturan ini bisa tegak. Mulai dari persuasif, pencegahan, sosialisasi, sampai ke langkah-langkah koersif tentunya dengan cara-cara yang santun dan tidak menggunakan kekuatan yang berlebihan, excessive use of force yang kontraproduktif,” jelas Tito.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melanjutkan PPKM Level 4 mulai 26 Juli 2021 hingga 2 Agustus 2021. Namun demikian pada sektor ekonomi rakyat perlahan mulai dibuka kembali dengan protokol kesehatan ketat disertai pembatasan.

Baca Juga: Update Klasemen Medali Olimpiade Tokyo 2020: Indonesia Peringkat 19

Jokowi mengatakan pasar rakyat yang menjual sembako boleh buka seperti biasa dengan protokol kesehatan ketat. Kemudian, pedagang kaki lima (PKL), toko kelontong, agen, outlet voucher, laundry, pangkas rambut, pedagang asongan, bengkel, cucian kendaraan, beserta usaha kecil lainnya bisa beroperasi dengan protokol kesehatan ketat sampai pukul 21.00 WIB.

Lalu warung makan, lapak jajanan, dan sejenisnya yang memiliki tempat usaha di ruang terbuka dibolehkan buka dengan prokes sampai pukul 20.00 WIB, dan maksimum waktu makan pengunjung 20 menit.


Berita Terkait

Berita Terkini

Terlanjur Basah Terjebak Pinjol Ilegal, Bisa Apa?

Cakupan UU saat ini terlalu luas dan memiliki celah hukum yang sering dimanfaatkan penyedia jasa illegal untuk menjalankan praktik jasa layanan pinjol dan menjebak masyarakat.

Mahasiswa UIN R.M. Said Belajar Konvergensi Media di Solopos

Sebanyak 125 mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN R.M. Said Surakarta mengadakan wisata literasi tentang konvergesi media di Harian Umum Solopos

Jebakan Pinjaman Online Meresahkan Pelaku UMKM

Praktik pinjaman yang menjebak bukan hanya dilakukan pinjaman online ilegal, tapi juga oleh sebagian fintech peer-to-peer (P2P) lending resmi di bawah naungan Otoritas Jasa Keuangan.

10 Berita Terpopuler: Mustakim Lari Salatiga-Klaten, Klaster PTM Solo

Kabar tentang Khoirudin Mustakim, yang berlari sekitar 58 kilometer (km) dari Salatiga hingga rumahnya di Klaten menjadi berita terpopuler di Solopos.com.

PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Dua Pekan, 9 Daerah Level 1

Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis level di Jawa-Bali hingga dua pekan ke depan.

Sst.. Ada Jembatan 'Siluman' di Cianjur, Ini Penampakannya

Jembatan Leuwi Dahu di Kampung Cibitung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dijuluki sebagai jembatan 'siluman'.

Aturan Baru PPKM Cek, Berlaku Mulai Hari Ini!

Pemerintah menyesuaikan beberapa aturan terkait PPKM brlevel yang diterapkan di Jawa-Bali untuk menekan laju persebaran Covid-19.

Sejarah Hari Ini : 19 Oktober 1987, Tragedi Bintaro Tewaskan 139 Orang

Beragam peristiwa terjadi pada 19 Oktober terangkum dalam Sejarah Hari Ini salah satunya tabrakan dua kereta api di Jakarta yang dikenal sebagai Tragedi Bintaro I.

Ini Peringatan KPK Untuk Koran Berlogo Mirip Lembaganya

Muncul koran mirip logo KPK bernama 'Koran Pengawas Korupsi' yang infonya digunakan untuk melakukan pemerasan kepada pihak tertentu.

Bejat! Kapolsek Parigi 2 Kali Setubuhi Anak Tersangka di Hotel

Kapolsek Parigi, Sulteng, Iptu IDGN, memperkosa anak perempuan tersangka, S, 20, sebanyak dua kali di hotel dengan iming-iming membebaskan ayah S.

Sopir Truk Penyebab Meninggalnya Bos Indomaret Diburu Polisi

Polisi masih memburu sopir truk dalam kecelakaan yang menewaskan bos Indomaret di Tol Cipularang Sabtu (16/10/2021).

Polisi Tangkap Anggota Ormas Bekasi Sebut Orang Betawi Bodoh

Polisi menangkap anggota salah satu organisasi masyarakat (ormas) di Bekasi, VVL, 49, karena menyebut Orang Betawi Bodoh.

Buat Poster Kewirausahaan, Mahasiswa UNS Sabet 2 Gelar di Aection 3.0

Mahasiswa prodi Pendidikan Sejarah UNS Surakarta, Fiska Amanda Mulia, menyabet dua gelar pada Poster Competition di gelaran Akmapesa Economic Competition (Aection) 3.0 IPB.

Analisis Gagalnya Celeng Perjuangan di Media Sosial

Artinya, percakapan lebih banyak berpusat pada klaster-klaster itu, bukan pada akun-akun yang memperkuat narasi "celeng perjuangan".

Lansia Singapura Divonis 12,5 Tahun Penjara, Coba Perkosa WNI

Seorang pria lansia di Singapura berusia 68 tahun mencoba memperkosa PRT asal Indonesia yang bekerja di rumahnya.