Mendag Sebut Harga Gula Pasir Tinggi karena Negara Lain Lockdown, Ini Penjelasannya
Ilustrasi perdagangan gula pasir curah. (JIBI/Solopos/Antara-F.B. Anggoro)

Solopos.com, JAKARTA -- Harga gula pasir masih di atas harga eceran tertinggi (HET) Rp12.500 per kilogram. Menteri Perdagangan (Mendag), Agus Suparmanto, menyebutkan hal itu salah satunya disebabkan kebijakan lockdown di negara asal impor gula.

Mendag menjelaskan terdapat tiga hal yang menyebabkan harga gula kristal putih atau GKP masih berada di level tinggi. Salah satunya disebabkan oleh kebijakan lockdown.

Seperti diketahui, harga gula di sejumlah daerah masih terpantau di atas HET yang ditetapkan pemerintah yaitu Rp12.500 per kilogram. Di Solo, berdasarkan data Sistem Informasi Harga dan Produksi Komoditi (Sihati), harga gula pasir tembus Rp15.833 per kilogram.

Awas! Gejala Baru Covid-19: Sulit Bicara hingga Halusinasi

“Salah satunya [penyebab harga gula tinggi] mundurnya pengapalan impor karena penetapan lockdown sejumlah negara yang terkena pandemi Covid-19,” kata Agus seperti dikutip dari Bisnis.com, Senin (18/5/2020).

Indonesia mengimpor gula dari sejumlah negara, di antaranya India dan Thailand. Keduanya menerapkan lockdown di tengah wabah Covid-19.

Jalur Distribusi Terganggu

Selain kendala akibat lockdown di negara asal impor gula, Mendag menyebut terdapat dua alasan lain yang menyebabkan harga gula masih tinggi. Pertama, terganggunya jalur distribusi. Kedua jadwal penggilingan tebu yang tertunda.

Tak Bisa Mudik? Ikutan Lomba Video Mudik Virtual Aja Kuy...

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, juga mengatakan hal yang sama. “Lantaran di beberapa negara lain terjadi pembatasan akibat lockdown,” ujar dia.

Berdasarkan laporan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga rata-rata gula pasir pada pekan kedua Mei 2020 masih berada pada level Rp17.650 per kilogram. Sementara itu pada Senin, harga gula pasir secara nasional berada pada level Rp17.700 per kilogram.

Karyawan Tyfountex Geruduk Kantor Bupati Sukoharjo, Curhat Gaji Belum Dibayar

Direktur Utama Perum Bulog (Persero), Budi Waseso, memperkirakan pasokan gula akan meningkat tajam pada Juni 2020 mendatang. Hingga Juni nanti, Bulog akan memiliki stok gula pasir konsumsi hingga 75.000 ton.

Jumlah itu berasal dari 25.000 ton produksi dalam negeri dan 50.000 ton dari gula impor asal India. "Produksi kita kurang lebih ada 25.000 ton untuk bulan depan, sekarang sedang digiling. Jadi masyarakat tidak usah khawatir. Pabrik-pabrik gula lokal sudah mulai berproduksi, jadi bulan depan banjir lah," kata pria yang akrab disapa Buwas itu.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho