Mendadak Jadi Miliarder, Warga Sleman Terdampak Tol Prioritaskan Beli Ini
Sejumlah warga Purwomartani mengurus dana ganti kerugian pembangunan jalan tol Jogja-Solo di Balai Kalurahan Purwomartani, Kalasan, Kamis (25/2/2021). (Abdul Hamid Razak/Harian Jogja)

Solopos.com, SLEMAN-- Sekelompok warga berkaos biru mendatangi Balai Kalurahan Purwomartani, Kalasan. Dibelakang kaos ada tulisan mencolok "Paguyuban Waterpak Tol Joglo 2020 Temanggal Purwomartani".

Suwarto, 49, salah satu warga Temanggal, juga ikut mengenakan seragam itu. Ia berseloroh, jika seragam tersebut bukan berasal dari sebuah destinasi wisata. "Ini bukan destinasi wisata seperti waterpark umumnya. Waterpak di sini singkatan dari warga terdampak, tol Jogja Solo. Ada 170an anggotanya," ucapnya sambil tersenyum.

Warto sapaan akrab pria itu bercerita jika Paguyuban Waterpak Tol dibentuk tidak hanya untuk menjaga silaturahmi antar warga terdampak. Paguyuban ini juga memberikan edukasi bahkan advokasi bagi warga terdampak lainnya jika menemui kendala dalam menyiapkan berkas.

Baca Juga: Gibran Dan Bobby Nasution Dilantik Jadi Wali Kota, Jokowi Resmi Cetak Rekor

Warto salah seorang dari pemilik 294 bidang terdampak tol di Purwomartani yang mendapat dana ganti kerugian. Lahan sawahnya seluas 800 meter persegi dihargai oleh LMAN sebesar Rp2,5 miliar. Tidak hanya lahan pertanian miliknya, lahan pertanian milik istrinya juga terkena proyek jalan tol. .

Meski menjadi milader, Ia mengaku tetap memprioritaskan dana tersebut untuk kebutuhan primer dibandingkan kebutuhan sekunder lainnya. "Ya saya mau bangun gubuk dulu mas, soalnya belum punya. Selama ini masih numpang di rumah kakak. Kebetulan masih ada bidang tanah lainnya yang akan digunakan untuk rumah," katanya.

Dia mengaku banyak ditawari berbagai merek mobil. Namun hatinya tetap keukeh untuk mengembalikan uang hasil ganti kerugian tanah itu kembali ke tanah. Jika gelap mata, bisa saja ia memborong tiga mobil mewah sekaligus. "Kalau rumah sudah bangun, sebagian untuk cari lahan pertanian lainnya. Kalau masih ada sisa baru beli mobil. Jadi rumah dulu, sawah, untuk mobil belum dulu lah," katanya.

Baca Juga: MU Melaju Ke 16 Besar Liga Europa Meski Hanya Main Imbang Lawan Sociedad

Pengembangan Usaha

Miliader lainnya adalah Suparmadi, 39 warga Temanggal 2. Lima bidang lahan miliknya sudah dibayar semuanya. Total ia menerima lebih dari Rp9 miliar.

Meski begitu, ia mengaku tidak kebingungan untuk mencari lahan pengganti. Sebab, Suparmadi sudah memiliki calon lahan pengganti yang tak jauh dari lahan yang terdampak tol. "Uangnya nanti saya buat bayar tanah itu, kemudian untuk membangun rumah dan usaha saya. Kalau masih ada sisanya, dananya untuk pengembangan usaha," ujarnya.

Beberapa sales mobil terlihat mengejar warga yang sudah menerima dana ganti kerugian. Mereka memberikan selembar list daftar harga mobil kepada warga. Usut punya usut, ada juga warga yang tetap membeli mobil. "Ya ada satu di sini, dua lainnya ke kantor. Kalau transaksi di sini katanya malu, jadi langsung ke kantor," ujar salah seorang sales Toyota yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga: AC Milan Lolos Ke 16 Besar Meski Hanya Main Imbang 1-1 Lawan Red Star

Panewu Kalasan, Siti Anggraeni Susila Prapti mengatakan saat menerima uang dengan jumlah yang sangat besar, cukup manusiawi orang tergoda membeli barang-barang mewah. Namun, ia tetap mengingatkan agar warga terdampak mengutamakan dananya untuk mencari lahan pengganti.

"Harapan saya masyarakat tidak menggunakan dananya untuk hal hal yang tidak penting. Kehilangan tanah untuk membeli tanah. Itu sudah saya tekankan kepada masyarakat," katanya.

Harapan yang sama diutarakan Lurah Purwomartani Semiono. Dia berharap agar warga yang menerima dana ganti kerugian tetap memprioritaskan dananya untuk membeli lahan pengganti. "Kalau yang memesan atau membeli mobil saya belum mendengar. Kalau yang beli motor ada beberapa tapi itu masih wajar," katanya.



Berita Terkini Lainnya








Kolom