Masjid Agung Al Aqsha Klaten sedang direnovasi, Senin (6/5/2019). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN -- Menara Masjid Agung Al Aqsha Klaten ditutup untuk umum hingga Lebaran mendatang. Menara tersebut sedang dalam proses penyempurnaan setelah sempat ada polemik pada 2016-2017 lalu.

Kondisi fisik menara masjid sudah sebenarnya sempurna setelah proyek pembangunan dilanjutkan pada 2018 dengan anggaran dari APBD Klaten Rp4 miliar. Seng yang sebelumnya membatasi menara dengan area parkir masjid sebagian sudah dilepas.

Sementara akses menuju pintu masuk menara tersebut hingga kini masih ditutup menggunakan seng. Plt. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperwaskim) Klaten, Juwito, mengatakan menara belum bisa diakses oleh umum lantaran masih ada kelanjutan proyek pembangunan.

Pada 2018, proyek pembangunan menyasar finishing bagian luar menara. Sementara pada 2019 proyek dilanjutkan untuk menyempurnakan interior menara.

“Ada penyempurnaan dinding, plafon, lampu, dan sebagainya. Kemudian penyempurnaan tangga manual termasuk penyempurnaan dinding lift,” kata dia saat berbincang dengan Solopos.com, Senin (6/5/2019).

Pemkab Klaten sudah mengalokasikan anggaran Rp870 juta untuk penyempurnaan interior menara melalui APBD 2019. “Total anggaran untuk kelanjutan proyek sekitar Rp1 miliar. Dana Rp870 juta untuk fisiknya dan sisanya untuk konsultan perencanaan,” urai dia.

Juwito menuturkan saat ini kelanjutan pembangunan menara memasuki tahapan lelang. Proyek penyempurnaan masjid tersebut diharapkan bisa dimulai Juni-Juli mendatang.

Kelanjutan proyek yang didanai APBD tersebut belum menyasar seluruh bagian menara lantaran basement menara belum tersentuh penyempurnaan. Terkait penyempurnaan basement menara, Juwito menuturkan bakal diusulkan melalui APBD Perubahan 2019.

“Harapan kami tahun ini rampung dan sudah bisa dibuka untuk umum,” katanya.

Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengatakan Menara Masjid Agung Al Aqsha Klaten belum dibuka untuk umum lantaran masih ada proyek penyempurnaan pada 2019 salah satunya plafon. “Kalau sudah selesai ya langsung kami buka untuk umum. Mudah-mudahan tahun ini selesai,” katanya.

Sebagai informasi, proyek pembangunan menara dimulai pada 2015 dengan anggaran Rp11 miliar dari APBD Klaten. Namun, proyek pembangunan tak dilanjutkan pada 2016 dan 2017 lantaran ketinggian gardu pandang disoal DPRD.

Gardu pandang yang berada pada ketinggian 35 meter dinilai tak sesuai desain awal yakni pada ketinggian 45 meter. Sementara total ketinggian menara tersebut yakni 66,6 meter.



Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten