Tutup Iklan
Padi Reborn (Solopos-M. Ferri Setiawan)

Solopos.com, SOLO - Sempat vakum hingga tujuh tahun, grup musik Padi kembali dengan ‘mesin’ baru bernama Padi Reborn dua tahun lalu. Jumat (3/5/2019) malam ini, untuk kali pertama mereka konser di Solo setelah pentas terakhir di Stadion Sriwedari 2005 silam.

“Saya baru kepikiran tadi pas di atas [lantai II Griya Solopos] nih. Diibaratkan seperti mobil klasik ya, misalnya Mercy Tiger tahun 70-an. Bentuk lama tapi mesinnya baru dari Jerman, tahun 2019. Mobilnya klasik. Waduh, tapi ngebut banget,” kelakar gitaris Padi Reborn, Ari, saat menceritakan semangat baru grup musiknya dalam acara Meet and Greet dan jumpa pers di Griya Solopos, Kamis (2/5/2019) sore.
eng

Ceritanya spontan disambut tawa dan riuh tepuk tangan penonton. Ari yang datang bersama tiga personel lain Yoyo (drum), Rindra (bas), dan Piyu (gitar), semakin bersemangat. Simbol Mercy Klasik itu ternyata bukan sekadar candaan. Ari melanjutkan, ibarat mobil tua ia menilai Padi (nama sebelum Padi Reborn) sempat ngos-ngosan dan tidak bersemangat.

Pada 2011 mereka berencana vakum tiga bulan, mundur enam bulan, setahun, hingga berlanjut di tahun ketujuh. Sampai akhirnya menemukan energi baru untuk kembali bersama dan hadir dengan tagline anyar Padi Reborn.

Nama Padi Reborn, kata Ari, sebelumnya hanya judul konser reuni mereka di Jakarta 2017 silam. Setelah itu nama Reborn justru menjadi trigger untuk kembali menghidupkan Padi. Sampai akhirnya mengikat komitmen di hadapan notaris dengan uang patungan Rp500.000 per orang.

Konser Padi Reborn digelar di malam puncak penganugerahan Solo Best Brand Index-Jogja Best Brand Index (SBBI-JBBI) 2019 di De Tjolomadoe, Colomadu, Karanganyar, Jumat (3/5/2019) malam WIB. Sesuai temanya Brand Concert #IniMerekGue, acara ini merupakan perayaan merek-merek pemenang.

Ketua SBBI–JBBI, Tri Wahyudi, saat jumpa pers mengatakan sengaja mengusung Padi Reborn sebagai bintang utama. Kalau ditilik dari sejarah, penyelenggara acara yaitu PT Aksara Solopos dengan Padi lahir di tahun yang sama. Harian Umum Solopos dan Padi Reborn berkarya hingga lintas generasi.

“Karya mereka juga dinikmati lintas generasi. Ditambah antusias para penggemar di Solo yang cukup besar pada grup Padi Reborn. Terlihat dari tiket yang langsung sold out. Apalagi mereka juga sudah lama tidak konser di Solo,” terangnya.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten