Warga menyusuri jalan setapak berupa anak tangga menuju wilayah Dukuh Girpasang, Desa Tegalmulyo, Kemalang, Klaten, Rabu (27/2/2019) siang. (Solopos-Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten menunggu tanggapan dari pemerintah pusat ihwal usulan pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan Dukuh Girpasang dengan Dukuh Ngringin, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten.

Jembatan gantung itu dinantikan guna memudahkan akses menuju Girpasang, kampung terpencil di lereng Gunung Merapi.

Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Klaten, Sunarna, mengatakan pemkab tak mengalokasikan anggaran membangun jembatan gantung di Girpasang pada 2020 karena sudah diusulkan pemkab ke pemerintah pusat pada awal 2019.

“Secara struktural kami sudah mengusulkan. Dari Bu Bupati juga sudah menyampaikan langsung ke Presiden. Usulan [pembangunan jembatan gantung] kami sampaikan sekitar awal 2019 sekaligus kami usulkan perbaikan jalur evakuasi,” jelas Sunarna saat dihubungi solopos.com, Senin (9/12/2019).

Pembangunan jembatan gantung diusulkan ke pemerintah pusat lantaran kawasan Girpasang masuk daerah rawan bencana. Girpasang berjarak sekitar 4,5 km dari puncak Gunung Merapi.

Disinggung ada tim survei yang datang melakukan pengukuran rencana pembangunan jembatan gantung, Sunarna mengaku belum mengetahui ada kegiatan tersebut.

 

Warga Dukuh Girpasang, Desa Tegalmulyo, Kemalang, Klaten berjalan di kampung mereka di lereng Merapi. (Solopos-Taufiq SIdik Prakoso)
Warga Dukuh Girpasang, Desa Tegalmulyo, Kemalang, Klaten berjalan di kampung mereka di lereng Merapi. (Solopos-Taufiq Sidik Prakoso)

“Mungkin itu dari tim pemerintah pusat. Kalau dari kami [pemkab] belum ada. Saat ini kami menunggu dari pusat seperti apa,” kata Sunarna.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Klaten, Tajudin Akbar, juga menjelaskan hingga kini tim dari DPUPR Klaten belum pernah melakukan survei rencana pembangunan jembatan gantung di Girpasang dengan perkampungan lainnya di Tegalmulyo.

“Mungkin saja pernah ada survei namun tidak dari DPUPR Klaten,” kata Tajudin saat ditemui di DPUPR Klaten.

Sebelumnya, Kepala Desa (Kades) Tegalmulyo, Sutarno, mengatakan sudah ada tim survei yang datang ke Girpasang untuk mengukur potensi pembangunan jembatan gantung. Tim sudah datang ke Tegalmulyo sebanyak tiga kali dan terakhir dilakukan sekitar tiga bulan lalu.

“Dari pengukuran itu jarak antara Girpasang dengan Dukuh Ngringin sekitar 120 meter. Sementara, kedalaman jurang yang memisahkan Girpasang dengan kampung lainnya itu juga 120 meter. Harapan kami jembatan gantung itu benar-benar terealisasi untuk akses warga,” kata Sutarno.

Girpasang merupakan kampung terpencil di lereng Gunung Merapi. Posisi kampung itu di punggung bukit yang terpisahkan jurang dengan perkampungan lainnya. Saat ini, kampung itu dihuni sekitar 35 jiwa.

Satu-satunya akses yang memungkinkan dilalui warga yakni jalan setapak di tepi jurang yang kini mayoritas sudah diplester dan berupa anak tangga. Waktu tempuh dari kampung terdekat ke Girpasang berkisar 30 menit hingga satu jam. Keberadaan jembatan gantung dinantikan warga untuk memudahkan akses terutama ketika membawa warga yang sakit atau hamil.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten