Foto Fanni Aminadia yang mengklaim sebagai Ratu Keraton Agung Sejagat. (Instagram/@fanniadia_tbtd)

Solopos.com, SOLO -- Fanni Aminadia, 40, perempuan yang mengklaim sebagai ratu Keraton Agung Sejagat, menangis dalam sebuah wawancara, Selasa (21/1/2020). Dia menangis bukan karena merasa bersalah, melainkan karena merasa tidak ada seorang pun yang percaya kepada dirinya dalam kasus kerajaan fiktif itu.

"Bagi media, saya selalu salah, percuma aku membela diri. Kalau aku bicara, aku takut tidak ada yang percaya," kata Fanni sambil menangis tersedu-sedu yang terekam dalam video yang ditayangkan TVOne, Selasa sore.

Masih sambil terus menangis, Fanni kemudian menyampaikan kekesalannya kepada media massa yang dia tuding tak mau percaya kepada klarifikasinya. Bahkan ketika ditanya bukti apa yang dia miliki untuk memperkuat klaim atau klarifikasinya soal Keraton Agung Sejagat, Fanni enggan menjawabnya.

"Indonesia itu pribadi uang unik, manusia-manusianya, yang berlaku hukum sosial, itu lebih berat daripada hukum [positif]. Kalau misalkan di Indonesia itu, kalau ngomong media semuanya peraya. Tapi kalau yang ngomong kita, mau ngomong benar apa salah, apapun tidak percaya. Sekarang kalau aku ingin klarifikasi enggak ada yang percaya," kata Fanni.

Saat ditanya soal tuduhan lain yang terkait dirinya seperti menikah siri dengan Toto Santoso (yang mengklaim sebagai Raja Keraton Agung Sejagat) atau isu aborsi, Fanni mengaku tak tahu apa yang dituduhkan.

"Itu tuh masalah ya mas? Gara-gara viral sama disangka menipu. Benar tidak? [saya] Di-bully katanya anaknya penipu. Ya itu yang aku tahu, aku enggak tahu apa-apa. Viralnya medsos?" kata dia berbalik bertanya kepada wartawan.

Ini bukan kali pertama Fanni menuding media massa menyebarkan kabar yang tidak benar mengenai "kerajaannya". Belum lama ini setelah ditangkap polisi bersama "Sang Raja" Totok Santosa, Fanni sempat mengunggah sebuah foto dan tulisan di akun Instagram @fanniadia_tbtd.

Itu merupakan unggahan terakhir di akun tersebut. Dalam unggahan tersebut, Fanni meminta Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menguji sejarah Keraton Agung Sejagat yang dia klaim sebagai keturunan Majapahit. Fanni tidak menyebut nama Ganjar dengan benar, melainkan menyebut Ginanjar.

"Sugeng siang Pak Ginanjar [Ganjar], prinsipnya kami sangat menyambut baik bahkan menunggu agar diskusi dan diuji secara akademisi sejarah ini bisa terealisasi. Tapi pelintiran berita dan penggalan dokumentasi ternyata mampu merubah makna dari pernyataan kami," tulis Fanni dalam unggahan tersebut, Rabu (15/1/2020).

Fanni mengaku dirinya dituduh menyebarkan hoaks, namun dia juga menuding media massa yang menyebarkan kabar yang tidak benar.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten