Striker PSIS Semarang, Bruno Silva, mendapat pengawalan dari pemain Persela Lamongan dalam laga Liga 1 di Stadion Gelora Suranjaya, Lamongan, Jumat (18/10/2019). (Semarangpos.com-Media Officer PSIS Semarang)

Solopos.com, SEMARANG — PSIS Semarang sukses meraih kemenangan dalam lawatannya ke markas Persela Lamongan pada laga lanjutan Liga 1 di Stadion Gelora Suranjaya, Lamongan, Jumat (18/10/2019).

Tim berjuluk Mahesa Jenar itu menaklukkan Persela Lamongan dengan skor tipis 0-1. Gol tercipta secara dramatis dari kaki penyerang PSIS Semarang,Hari Nur Yulianto, di masa injury, tepatnya menit ke-90+2.

Kemenangan itu pun membuat PSIS Semarang mengakhiri rekor kandang Persela Lamongan. Dalam sembilan laga kandang, sebelumnya tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu tak pernah kalah.

Selain itu, kemenangan tersebut juga membuat posisi PSIS Semarang untuk sementara menjauh dari zona degradasi. PSIS Semarang untuk saat ini berada di posisi ke-12, dengan torehan 24 poin dari 22 laga.

Kendati demikian, Pelatih PSIS Semarang, Bambang Nurdiansyah, meminta skuatnya untuk tetap membumi. Pelatih yang akrab disapa Banur itu menilai posisi PSIS Semarang sepenuhnya belum aman dari zona degradasi Liga 1.

“Syukur kita bisa raih 3 poin away. Tapi, sekali lagi saya ingatkan! Pertandingan masih banyak, posisi kita belum sepenuhnya aman. PR kita masih banyak. Kerja kita belum selesai. Saya masih harus menyiapkan tim ini supaya aman dari degradasi,” ujar Banur seusai laga.

Saat ini posisi tiga terbawah pada klasemen Liga 1 atau zona degradasi ditempati Kalteng Putra, Persela Lamongan, dan Persija Jakarta. Ketiganya mengantongi poin 20 atau hanya terpaut empat poin dari PSIS Semarang.

Namun, Persija Jakarta memiliki kans lebih besar untuk naik ke posisi atas atau papan tengah. Hal itu dikarenakan Persija memiliki dua sisa laga lebih banyak dibanding dua tim lainnya maupun PSIS Semarang. Skuat Macan Kemayoran, julukan Persija Jakarta baru melakoni 20 laga.

Sementara itu, Bambang menilai kemenangan atas Persela Lamongan diraih berkat kerja keras para pemainnya. Ia mengaku tak banyak memberikan instruksi teknis dalam laga tersebut.

“PSIS menang karena pemainnya enggak mau kalah. Saya hanya meminta mereka mematikan pemain asal Jepang [Kei Hirose] karena kalau dibiarkan bebas berbahaya. Selain itu, saya hanya meminta pemain untuk menerapkan counter attack,” ujarnya.

Setelah menghadapi Persela, PSIS Semarang akan kembali melakoni laga Liga 1, Selasa (22/10/2019). Kali ini, Wallace Costa dkk. akan melawat ke markas Barito Putera di Stadion Demang Lehman.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten