Tutup Iklan
Komisaris Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. J Sofjan Hidayat (tengah) bersama Direktur Irwan Hidayat (kiri) menerima kunjungan kerja Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri (ketiga dari kanan) saat bertandang ke pabrik perusahaan jamu terkemuka dan termodern di Bergas, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jateng, Rabu (20/3/2019). (Bisnis-Istimewa)

Solopos.com, SEMARANG — Komisaris Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. J Sofjan Hidayat bersama Direktur Irwan Hidayat menerima kunjungan kerja Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri saat bertandang ke pabrik perusahaan jamu terkemuka dan termodern di Bergas, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Rabu (20/3/2019).

Hanif Dhakiri mengapresiasi kinerja komisaris dan direksi Sido Muncul yang dinilainya berhasil mengelola karyawan sebanyak 4.000 orang dengan sinergis, harmonis, dan tanpa gejolak sedikit pun. Legacy nenek moyang Indonesia yang memiliki makna, "impian yang terwujud" disebutnya berhasil dikelola secara ciamik oleh generasi ketiganya, dari pasangan mendiang Jahja Hidayat dan Desy Sulistio Hidayat, yakni lima bersaudara Irwan Hidayat, Sofjan Hidayat, Sandra Linata Hidayat, Johan Hidayat, dan David Hidayat.

Kunci sukses industri jamu itu, menurutnya karena telah dikelola, seperti industri farmasi, yaitu transparan, rasional, aman, bertanggung jawab, dan jujur. Hanif Dhakiri pun angkat topi atas kontribusi besar Sido Muncul kepada bangsa dan negara. Berkat Sido Muncul, banyak angkatan kerja terserap cukup besar sehingga sangat membantu pemerintah mengurangi angka pengangguran.

Meskipun diawali sebagai perusahaan keluarga yang kini sebagai perusahaan publik, Hanif menilai korporasi ini telah sangat kontributif untuk kemajuan ekonomi dan ketenagakerjaan nasional. "Tidak banyak perusahaan keluarga yang kompetitif, namun Sido Muncul bisa membuktikan dengan cara yang baik dan bertanggung jawab kepada karyawan, pengelola, pemegang saham, masyarakat, dan lingkungannya. Karena itu, Pemerintahan Jokowi-JK memberi apresiasi tinggi atas kontribusinya selama ini," ujar Hanif di hadapan ratusan karyawan Sido Muncul.

Komut Sido Muncul J Sofjan Hidayat menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang kali ini diwakili oleh Hanif Dhakiri berkenan mengunjungi langsung pabrik Sido Muncul. "Akan sangat baik dan fair, pemerintah selaku regulator serta fasilitator melihat secara faktual hubungan industrial antara tenaga kerja dengan manajemen atas ketaatan perusahaan melaksanakan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku sehingga terjalin hubungan sinergi dan harmonis," jelas Sofjan Hidayat.

Sofjan Hidayat yang juga Dirut Muncul Mekar, distributor produk-produk Sido Muncul menyebut pemenuhan hak-hak karyawan telah ditunaikan secara baik dan bertanggung jawab oleh perusahaan, mulai dari pemenuhan UMR yang juga melebihi angka yang ditetapkan pemerintah daerah, hak cuti, tunjangan lembur dan transportasi, cuti hamil, beribadah, dan THR.

Menurutnya, pengelolaan SDM menjadi sangat penting bagi perusahaan karena keberadaannya sebagai ujung tombak pencapaian kinerja perusahaan. Tenaga kerja akan merasa aman, nyaman dan mendapatkan kepastian manakala, manajemen juga secara tegas memberikan reward dan punishment jika terbukti ada pelanggaran.

Sofjan bisa menuturkan hal tersebut karena pengelolaan SDM salah satu spesialisasinya. Bagaimana dia sukses membangun jejaring distribusi jamu di seantero Nusantara. "Menjadikan distributor yang tadinya bukan siapa-siapa sekarang diperhitungkan bahkan mau dibajak perusahaan lain. Tapi karena loyalitas dan militan kepada Sido Muncul, mereka menolak tawaran itu karena sudah cukup kapitalnya," ungkap Sofjan.

Menaker Hanif mengamini pernyataan Sofjan karena Sido Muncul telah melaksanakan aturan negara dalam melindungi dan memastikan jaminan hak-hak karyawannya. "Pemerintah juga mengapresiasi Sido Muncul lantaran hubungan industrial dan semua yang terkait dengan ketenagkerjaan berjalan bagus. Karenanya saya berpesan, hendaknya Sido Muncul tetap menjaga kondisi ini, seterusnya," ucap Hanif yang juga Sekjen PKB, kelahiran Kota Salatiga ini.

Menaker Hanif juga merespons positif manajemen Sido Muncul yang telah intens memberikan pelatihan-pelatihan kepada para pekerjanya. Pemerintah sepanjang 2019 ini menargetkan akan membuka program pelatihan bagi 526.000 tenaga kerja. Dikatakannya, tantangan Indonesia kedepan semakin besar. Banyak masalah yang tidak jauh berbeda dari setiap pemerintahan dari masa ke masa mulai dari kemiskinan, ketimpangan sosial, dan pengangguran.

Karenanya, dengan adanya industri yang mampu bersaing seperti Sido Muncul diharapkan terus eksis serta mampu berkontribusi kepada negara secara kompetitif di tengah gelombang industrialisasi. "Artinya mampu menggerakkan perekonomian seluruh mata rantai yang ada serta survive di tengah dunia industri penuh persaingan seperti saat ini," katanya.

Ia menambahkan pencapaian pemerintah dalam upaya menurunkan kemiskinan, ketimpangan sosial, dan pengangguran tidak terlepas dari adanya peran swasta terutama sektor industri.

Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat, menyebut keberhasilan Sido Muncul hingga seperti ini karena selaku mengikuti aturan pemerintah. "Kita selalu mengikuti aturan pemerintah. Seperti karyawan semuanya diasuransikan melalui BPJS Ketenagkerjaan, kita juga memberikan pelatihan-pelatihan, termasuk mengikuti format Revolusi Industri 4.0," jelas Irwan.

http://semarang.solopos.com/">KLIK dan https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten