Menakar Kekuatan Paslon PDIP di 4 Kabupaten Soloraya
Lambang PDIP Perjuangan. (Detik.com)

Solopos.com, SOLO – DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengumumkan rekomendasi pasangan calon (Paslon) dalam Pilkada serentak 2020 nanti. Di Soloraya, ada empat kabupaten yang diumumkan di Jakarta, Rabu (19/2/2020), yakni Klaten, Boyolali, Wonogiri, dan Sragen.

Rekomendasi paslon dari PDIP itu jatuh kepada Sri Mulyani-Aris Prabowo (Pilkada Klaten), Mohammad Said Hidayat-Wahyu Irawan (Pilkada Boyolali), Joko Sutopo-Sriyono (Pilkada Wonogiri), dan Kusdinar Untung Yuni Sukowati-Suroto (Pilkada Sragen).

LHKPN Sriyono: Dulu Cuma Rp18,4 Juta, Kini Rp1,6 M

Lalu, bagaimana kekuatan PDIP dalam Pilkada mendatang dengan paslon-paslon yang diusungnya?

Kemiripan di Klaten dan Boyolali

Bupati Klaten petahana, Sri Mulyani, menjadi calon bupati yang rekomendasinya berjalan mulus. Data Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunjukkan pada Pilkada 2015, ia berpasangan dengan Sri Hartini mengantongi suara 321.014 atau 48,98 persen. Lawan terbesarnya, One Krisnata-Sunarto yang diusung Demokrat meraup 271.835 suara (41.48 persen).

Serunya Bocah-Bocah SD Belajar Lalu Lintas Bareng Zebi

Sri Mulyani kalah dengan One di delapan kecamatan. Kekalahan itu sepertinya tidak begitu mengkhawatirkan lantaran pada Pileg 2019, PDIP mengantongi 289.487 suara (38,46 persen). Jauh berada di posisi kedua Golkar bertengger dengan 12,69 persen suara.

Pada Pilkada mendatang, Sri-Mulyani berpasangan dengan sesama kader PDIP, Aris Prabowo. Aris merupakan mantan anggota DPRD Klaten 2014-2019. Tahun lalu, ia gagal menduduki kursi parlemen Klaten karena hanya mengumpulkan 7.859 suara di Dapil Klaten 4.

Produksi Padi Sukoharjo 2020 Diprediksi Turun? Ini Sebabnya

Perolehan suara Aris masih di bawah mantan kepala desa, Sutarna, yang naik kelas menjadi anggota legislatif Klaten 2019-2024. Bahkan, perolehan suaranya masih lebih banyak putra mantan Bupati Klaten Sri Hartini, Andy Purnomo.

Terlepas dari profil Aris Prabowo, PDIP terlihat cukup percaya diri dengan mengandalkan popularitas Sri Mulyani.

Naik 0,61 Poin, IPM Wonogiri Jadi Juru Kunci Di Soloraya

Pola yang sama dari Klaten juga ditemukan di Boyolali. Seno yang dua kali menjabat Bupati Boyolali, harus memberikan ruang kepada wakilnya, Mohammad Said Hidayat untuk maju sebagai calon bupati dalam Pilkada Boyolali 2020.

Karir politik Said sendiri muncul saat dirinya menjabat Wakil Bupati Boyolali mendampingi Seno. Sebelumnya, ia lebih banyak terlihat sebagai pengusaha atau anggota Badan Pengawas PDAM Boyolali.

Ekonomi Tumbuh Tapi Rakyat Masih Miskin, Ini Sederet Masalah Serius Pemerintah

Amunisi utama Said dalam pertarungan mendatang adalah perolehan suara Seno dalam Pilkada 2015 sebanyak 412.573 (69,67 persen). Suara Seno menyapu bersih di semua kecamatan.

Namun, keyakinan PDIP memenangkan pertarungan itu didukung dengan capaian PDIP dalam Pileg 2019. PDIP menguasai 70,98 persen dengan jumlah 397.556 suara.

Peneliti Temukan 21 Spesies Burung Baru

Kemenangan telak PDIP membuatnya berani mengambil risiko dengan memilih pasangan Direktur Utama Perumda Tirta Ampera Boyolali, Wahyu Irawan. Wahyu meski disebut-sebut aktif dalam kepartaian, ia merupakan wajah baru dalam perpolitikan di Kabupaten Tersenyum.

Investasi Pilkada 2024?

Yudian Wahyudi, Dari Kurir Kerupuk Hingga Pimpin BPIP

Bupati Wonogiri petahana, Joko Sutopo, juga menerima rekomendasi PDIP tanpa kendala. Pria yang akrab disapa Jekek itu cukup berada di atas angin untuk situasi politik di Kabupaten Sukses.

Hal itu terlihat dari perolehan suara PDIP dalam Pileg 2019 lalu sebanyak 325.465 suara atau 55,16 persen. Capaian itu membuat PDIP menguasai legislatif dengan 28 dari 50 kursi parlemen Wonogiri.

WNI Eks ISIS Atau ISIS Eks WNI? Ini Landasan Hukumnya

Perolehan PDIP itu selisih tipis dengan suara Jekek dalam Pilkada 2015 yang mengoleksi 304.130 suara (54,47 persen) atau selisih 50.000 suara dari pesaingnya Hamid Noor Yasin dari PKS. Jekek hanya kalah tipis di lima kecamatan, yakni Eromoko, Giriwoyo, Paranggupito, Pracimantoro, dan Wonogiri.

Jekek dipasangkan dengan politikus PDIP, Sriyono. Sriyono sendiri sudah malang melintang di parlemen Wonogiri. Pada Pileg 2019, Sriyono mengantongi 9.995 suara yang mengantarkannya dirinya kembali memasuki legislatif.

Kuasai 3 Kongres PAN, Jago Amien Rais Keok Di Era Jokowi

Ada yang menarik dari harta kekayaan Sriyono. Pada 2003, saat menjadi anggota DPRD Wonogiri, ia melaporkan hartanya berjumlah Rp18,4 juta. Namun, pada laporan terbaru 2018, harta kekayaannya melambung menjadi Rp1,6 miliar.

Di Sragen, kendati Yuni maju melalui Partai Gerindra dan PKS pada Pilkada 2015, ia berhasil mengantongi 220.155 suara (40,60 persen). Kini, ia maju lagi dengan “kendaraan” PDIP.

LHKPN Bupati Klaten: Tanah Sri Mulyani Melejit Dari Bogor Hingga Sleman

Kinerja PDIP di Bumi Sukowati pada Pileg 2019 lalu terbilang bagus kendati tak seagresif Boyolali dan Wonogiri. Ia berhasil meraup 134.095 suara (25,25 persen). Maka tak heran jika PDIP menggandeng PKB dalam Pilkada Sragen 2020 dengan memasang Suroto sebagai calon wakil bupati.

Pada Pileg 2019 lalu, Suroto mengumpulkan 6.538 suara di Dapil Sragen 2. Suroto sendiri masih didukung suara PKB di Sragen sebanyak 69.548 suara (13,09 persen) pada Pileg yang sama. Di atas kertas, kombinasi keduanya memiliki dukungan 38,34 persen suara jika berkaca pada Pileg lalu.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho