Tutup Iklan
Menag Minta Rumah Ibadah Disemprot Desinfektan, Jemaah Jangan Salaman
Mantan Wakil Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi tiba di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa (22/10/2019). (Antara-Puspa Perwitasari)

Solopos.com, JAKARTA -- Menteri Agama Fachrul Razi meminta rumah ibadah disemprot desinfektan untuk mencegah penyebaran virus corona. Dia mengimbau pelaksanaan ibadah seluruh umat beragama dibarengi dengan peningkatan tindakan kewaspadaan terhadap penyebaran virus corona.

“Sebagai ikhtiar kita mencegah penyebaran Covid-19, saya ajak umat untuk bersama-sama melakukan aktivitas bersih-bersih rumah ibadah,” kata Menag melalui keterangan resmi, Jumat (13/3/2020).

Adapun khusus untuk masjid, Menag mengimbau pengurus dapat menggulung untuk sementara karpet alas salat. Menag juga meminta rumah ibadah disemprot desinfektan dan dijaga kebersihannya.

Mantan Wakil Panglima TNI ini juga meminta para jemaah memastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat sebelum menuju rumah ibadah. Menag mengimbau aktivitas peribadatan sedapat mungkin tidak memakan waktu terlalu lama.

“Jangan lupa membawa sajadah sendiri. Pesan khutbah diharapkan juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan,” ujarnya.

Selama pelaksanaan ibadah, Menag Fachrul Razi mengimbau jemaah tidak melakukan kontak fisik. Misalnya berjabat tangan, berpelukan dengan menempelkan pipi, maupun aktivitas fisik lainnya.

Upaya tersebut disarankan dengan maksud agar masyarakat mengantisipasi penularan Covid-19. Pasalnya penyebaran virus tersebut dapat dilakukan antarmanusia.

Hand Sanitizer

Selain rumah ibadah disemprot desinfektan, pengurus diminta menyediakan sabun di tempat yang mudah dijangkau. Misalnya tempat wudu, toilet, dan lokasi lainnya. Apabila memungkinkan, pengurus dapat menyediakan alat deteksi tubuh dan pembersih tangan atau hand sanitizer.

"Jemaah yang sedang mengalami demam, batuk, dan flu, disarankan tidak memasuki rumah ibadah demi kenyamanan dan kesehatan jemaah lainnya,” ujar Menag Fachrul Razi.

Sebagai perbandingan, Singapura melakukan langkah yang jauh lebih progresif. Sebanyak 70 masjid di Singapura ditutup mulai Jumat (13/3/2020). Langkah ini diambil untuk mencegah penyebaran virus corona setelah infeksi dua warga Singapura yang menghadiri pertemuan keagamaan massal di Selangor, Malaysia.

Dilaporkan The Straits Times yang dikutip Suara.com, Kamis (12/3/2020), sekitar 90 warga Singapura menghadiri pertemuan besar Jemaah Tabligh di Selangor, Malaysia, akhir Februari lalu. Beberapa dari mereka menjadi jemaah di masjid-masjid setempat.

"Untuk mencegah bertambahnya kasus Covid-19, semua masjid di Singapura akan ditutup sementara," kata Dewan Agama Islam Singapura (Muis) pada Kamis ini.

Sumber: Bisnis/JIBI


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho