Puing bangunan yang roboh akibat gempa di salah satu pusat perbelanjaan di Denpasar, Bali, Minggu (5/8/2018) akibat Gempa Lombok. (Antara-Nyoman Budiana)

<p><strong>Solopos.com, JAKARTA &ndash;</strong> Gempa berkekuatan 7 SR terjadi di <a href="http://news.solopos.com/read/20180806/496/932232/korban-meninggal-gempa-lombok-37-orang-mayoritas-dari-lombok-utara">Lombok</a>, Nusa Tenggara Barat, Minggu (5/8/2018). Dilaporkan 82 orang meninggal dunia dan tak sedikit mengalami luka. Gempa ini juga mengakibatkan kerusakan parah sejumlah bangunan rumah dan fasilitas umum.</p><p>Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengajak umat beragama mengadakan doa bersama untuk keselamatan, kesabaran, dan ketabahan <a href="http://news.solopos.com/read/20180805/496/932163/pascagempa-70-sr-2-desa-lombok-utara-dilanda-tsunami">masyarakat NTB</a> dan Bali yang mengalami dampak buruk dari peristiwa alam tersebut. "Khusus kepada umat Islam, mari kita lakukan Salat Gaib untuk para korban wafat," ajak Menag di Jakarta, Senin (6/8/2018), sebagaimana dilansir <em>Kemenag.go.id</em>.</p><p>Menag juga mengajak masyarakat untuk menggalang bantuan guna meringankan beban korban. "Mari kita galang dukungan bantuan dalam bentuk apapun untuk meringankan beban derita yang dialami saudara-saudara kita yang terdampak langsung oleh peristiwa gempa," tuturnya.</p><p>Menteri Agama Lukman beserta jajarannya dijadwalkan akan menggelar Salat Gaib berjemaah di Kantor Kementerian Agama.</p><p>"Saya minta kepada Kepala Kanwil Kemenag Provinsi dan para Kepala Kantor Kemenag Kab/Kota di wilayah <a href="http://news.solopos.com/read/20180805/496/932157/gempa-lombok-7-sr-bmkg-ketinggian-maksimum-tsunami-05-meter">Nusa Tenggara Berat</a> beserta jajarannya untuk proaktif dalam membantu penanganan korban gempa," tandasnya.</p>


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten