Memodifikasi Alat Pemadam Kebakaran Jadi Tabung Oksigen, 6 Orang Ditangkap

Polisi menetapkan enam orang penjual tabung oksigen menjadi tersangka karena memodifikasi tabung pemadam kebakaran menjadi tabung dengan isi oksigen.

 Polisi menggelar jumpa pers alat APAR dimodifikasi jadi tabung oksigen. (Antara)

SOLOPOS.COM - Polisi menggelar jumpa pers alat APAR dimodifikasi jadi tabung oksigen. (Antara)

Solopos.com, JAKARTA – Enam orang ditangkap polisi karena memodifikasi tabung alat pemadam api ringan (APAR) menjadi tabung oksigen. Mereka dibekuk karena membahayakan dan merugikan konsumen.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dir Tipideksus) Polri, Brigjen Pol. Helmy Santika, dalam konferensi pers secara virtual di Jakarta, Rabu (28/7), menyebutkan total ada enam pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Ini berbahaya karena tabung APAR tidak dirancang untuk oksigen,” kata Helmy, Rabu (28/7/2021).

Baca Juga: Beras Bansos Berkutu Ditemukan saat Sidak di Kota Mojokerto

Helmy menjelaskan tabung APAR di dalamnya mengandung karbon dioksida (Co2) sangat berbahaya jika diisi oksigen. Terlebih lagi, belum terjamin bagaimana tank cleaning atau pembersihan tabung yang sebelumnya diisi dengan Co2.

“Dari sisi desain, tabung APAR tidak dirancang untuk diisi oksigen. Tabung oksigen memiliki spesifikasi tertentu, salah satunya bisa menahan sampai dengan 100 Psi,” ujarnya.

Dari hasil penyidikan, pelaku telah menjual 190 tabung APAR yang dimodifikasi menjadi tabung oksigen. Para pelaku mengubah dan mengisi tabung APAR menjadi tabung oksigen dengan modal Rp700.000 hingga Rp900.000, lalu dijual dengan harga variatif hingga Rp2 juta per tabung.

Baca Juga: Doa SBY Agar Pemerintah dan Masyarakat Dapat Atasi Pandemi

 

Pasal Berlapis

Polri, kata Helmy, tidak akan berhenti sampai di sini dan akan terus menelusuri praktik-praktik ilegal mencari keuntungan di tengah situasi sulit pandemi Covid-19.

Menurut Helmy, beredarnya tabung APAR yang dimodifikasi menjadi tabung oksigen berbahaya bagi masyarakat umum apabila tidak melakukan tank cleaning dengan benar.

“Ini juga akan kami cari dijual ke mana, karena ini kan bahaya, takutnya dibeli masyarakat yang tidak tahu bahwa ini sebetulnya asalnya tabung APAR yang awalnya berisi Co2. Kalau tank cleaning tidak benar bisa bahaya, begitu kosong diisi sendiri, misalnya diisi penuh ini juga bisa berbahaya,” kata Helmy.

Baca Juga: Kematian Covid-19 Meningkat 36%, Pasien Isoman akan Dievaluasi

Adapun para pelaku kejahatan tersebut dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 106 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan Pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, serta Pasal 62 juncto Pasal 8 Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun pidana penjara.

“Penindakan ini tidak berhenti sampai di sini, kami kembangkan terus bekerja sama dengan para direktur jajaran, dengan harapan apabila masyarakat memiliki niat untuk mencari keuntungan pada masa ini dapat mengurungkan niatnya,” kata Helmy.

Berita Terkait

Berita Terkini

Irjen Napoleon Perintahkan "Pak RT Penjara" Mengganti Gembok

Penganiayaan yang dilakukan Napoleon terhadap Muhammad Kece ini terjadi di Rutan Bareskrim Polri.

Duh, Ada Bupati Pecat Sekda karena Akan Jadi Rival di Pilkada

Bupati Sula mencopot Sekda tanpa izin dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

Ibu Mertua Mantan Presiden SBY Berpulang di Usia 91 Tahun

Kendati begitu tidak disebutkan secara detail sakit yang diderita almarhumah.

Menggali Nilai-Nilai Pancasila dan Kebajikan Hidup dari Kota Lama Semarang

Direktorat Informasi dan Kominikasi Publik menggelar dialog interaktif menggali nilai-nilai Pancasila dan pelestarian dari Kota Lama Semarang.

Pameran UVO 2021, Perajin : Lebih Praktis, Bisa Promosi dari Rumah

Para perajin usaha kecil menengah (UKM), merasa terbantu dengan gelaran UKM Virtual Expo (UVO) II 2021 yang diselenggarakan Pemprov Jateng.

Puan Maharani Terima Beasiswa PIP, Begini Kisahnya...

Rano Karno mengaku terkejut ketika ada pelajar bernama Puan Maharani dan masuk dalam program PIP.

Alhamdulillah...Tak Ada Lagi PPKM Level 4 di Jawa dan Bali

Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan akan dilakukan uji coba pembukaan mal atau pusat perbelanjaan bagi anak usia di bawah 12 tahun.

Dipuji Bank Dunia, Airlangga: Vaksinasi dan Taat Prokes Cara Menangani Pandemi

Menurut Airlangga, pemerintah juga menekankan agar vaksinasi Covid-19 dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan (prokes).

Manfaatkan Posisi Jenderal, Napoleon Bonaparte Diduga Bisa Aniaya M Kece di Rutan Bareskrim

Napoleon Bonaparte diduga kuat bisa menganiaya Muhammad Kece di balik jeruji besi karena merasa seorang atasan.

3 Petugas Jadi Tersangka Kebakaran LP Tangerang

Tiga tersangka tersebut merupakan pegawai LP Kelas I Tangerang berinisial RE, S, dan Y.

Jokowi Bubarkan 3 BUMN, Namanya Mungkin Anda Baru Dengar

Presiden Jokowi membubarkan tiga BUMN dan menggabungkannya dengan perusahaan pelat merah lain untuk efisiensi.

Mau Donor Darah Saat Pandemi? Aman Kok!

Sebelum pandemi stok darah yang dimiliki PMI cukup untuk kebutuhan empat hari, pada masa pandemi berkurang menjadi hanya dua hari. Selain khawatir tertular Covid-19, masyarakat pun sulit mengakses fasilitas donor darah akibat pembatasan mobilitas.

Menpan RB Pastikan Tak Ada Perekrutan CPNS Tahun Depan, Hanya PPPK

Menpan RB, Tjahjo Kumolo, menyebutkan perekrutan CASN tahun depan hanya untuk PPPK tak ada CPNS.

Irjen Napoleon Berdalih Agama untuk Aniaya Muhammad Kece, Polisi: Caper!

Bareskrim Polri menilai yang dilakukan Irjen Napoleon menyebarkan surat terbuka yang menyebut aksinya menganiaya Muhammad Kece berdalih agama sekadar cari perhatian alias caper.

Terbukti Menyelundupkan Harley Davidson, Ari Ashkara Akhirnya Tak Dipenjara, Lho?

JPU mencabut banding atas vonis PN Tangerang terhadap mantan Dirut Garuda, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara, yang membuatnya tak dipenjara.