MEME PARODI POLITIK : Moderator Debat Cawapres Ternyata Ibunya  “Marsha and the Bear”?
Meme lucu moderator debat mirip Marsha di Marsha and the Bear (twitter)

Solopos.com, SOLO - Ada-ada saja ulah pengguna sosial media. Debat cawapres yang diselenggarakan semalam, Minggu (30/6/2014), ternyata bisa juga jadi bahan guyonan. Setelah moderator debat pertama dikritik karena “tepuk tangan”, moderator debat semalam jadi bahan guyonan karena mirip tokoh kartun.

Barangkali tak ada yang salah dari pembawaan Prof. Dwikorita Karnawati dalam caranya memandu debat semalam. Terlepas dari penampilannya yang dinilai canggung, Wakil Rektor UGM ini memandu debat yang cukup khidmat.

Namun ada saja yang bisa dijadikan bahan guyonan netizen. Kerudung sang moderator ditambah kacamata dengan garis hitamnya disamakan dengan tokoh film kartun Marsha and the Bear.

Lantaran Dwikorita menggunakan kerudung warna merah muda, dia disamakan dengan Marsha. Anda yang pernah melihat kartun ini mungkin sudah tak asing dengan kerudung yang biasa digunakan Masha.

Akun memer @GambarTawa mengunggah foto dengan judul “jadi, ini dia Moderator Debat malam ini. Ibunya Masha. Wkwkwk.” Hingga Senin (30/06/2014) siang, gambar ini sudah dikicaukan sebanyak 3.034 kali dan difavoritkan 107 kali.

Gambar ini dibagikan di berbagai sosial media. Di twitter gambar ini jadi cukup populer karena diunggah oleh ribuan akun.

Prof. Dwikorita bukan moderator pertama yang kena ulah usil netizen. Moderator debat perdana, Zainal Arifin Muchtar sempat jadi bahan lelucon karena kebijakannya melarang penonton tepuk tangan. Dengan jargon “Mohon jangan tepuk tangan sebelum saya izinkan” Direktur Pusat Kajian Antikorupsi UGM ini jadi bulan-bulanan netizen. (Baca Juga: Larang Penonton Tepuk Tangan, Moderator Debat "Dikerjain" Netizen)

Akun twitter parodi politik, @SBYudoyno mengunggah gambar lucu berupa diagram. Dalam diagram itu terlihat pembagian waktu. Dalam diagram lingkaran terlihat “Moderator mengingatkan untuk tidak tepuk tangan” mendominasi acara. Sementara yang paling sedikit justru jawaban dari capres-cawapres.

Ada pula yang menyindir moderator dengan membuat akun bernama Moderator. Kicauan pertamanya “Tolong jangan tepuk tangan” yang lantas disusul dengan, “Silahkan tepuk tangan.”

Zainal Arifin sampai harus menjawab lelucon ini dalam akun twitternya. (Baca Juga: Dibully Gara-gara Larang Tepuk Tangan, Ini Jawaban Sang Moderator)



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom