Liverpool vs Manchester City (Reuters/Phil Noble)

Solopos.com, LIVERPOOL - “Dua kali! Dua kali!.” Sambil berteriak, Josep Guardiola sambil mengacungkan dua jarinya pada ofisial pertandingan ketika wasit Michael Oliver tak menunjuk titik putih seusai handball Trent-Alexander Arnold di kotak penalti di menit ke-82. Dalam tayangan ulang, bek sayap Liverpool itu tampak menyentuh bola akibat tendangan Raheem Sterling.

Alih-alih mengecek insiden itu lewat video assistant referee (VAR), Oliver memilih meneruskan pertandingan. Pep terlihat frustrasi di area tekniknya. Seusai laga, pelatih asal Spanyol itu langsung menyalami wasit dan dua orang asistennya. “Terima kasih banyak. Terima kasih banyak. Terima kasih banyak,” ucap Guardiola sambil memberikan penekanan dengan suara keras dan gelengan kepala.

Pep memang layak kecewa dengan keputusan wasit. Sebab, timnya bisa saja menghidupkan asa untuk mengejar ketertinggalan apabila handball Alexander-Arnold berbuah penalti. Empat menit sebelum insiden itu City baru saja memperkecil kedudukan menjadi 1-3 lewat gol Bernardo Silva.

Pada awal laga, tepat sebelum gol Fabinho, tim tamu sebenarnya sudah dibikin gigit jari setelah wasit tak memberi penalti atas handball pertama Alexander-Arnold. Bola yang memantul liar di kotak penalti The Reds terlihat mengenai tangan bek Timnas Inggris itu.

“Ada VAR di sana. Saya pikir [bola] mengenai lengan saya tapi itu lebih dulu mengenai Bernardo Silva. Anda harus melanjutkan bermain. Mereka protes, tapi Anda harus terus bermain,” kilah Alexander-Arnold dilansir BBC.

Lantas, apakah dua handball Alexander-Arnold seharusnya dihukum penalti? Dilansir Manchester Evening News, Liga Premier Inggris memberlakukan aturan baru untuk handball mulai musim. Perubahan paling mencolok dalam aturan baru adalah tangan pemain tak perlu dalam kondisi aktif untuk bisa dianggap handball.

Handball kini ditinjau lewat posisi dari lengan atau tangan. Pengecualian jika pemain menggunakan lengan atau tangannya untuk menopang badan saat ia terjatuh atau hilang keseimbangan. Aturan juga tak berlaku jika dalam situasi bola defleksi (bola pantul/liar). Perubahan arah bola yang mendadak akibat defleksi membuat pemain mustahil memiliki waktu untuk menggerakkan lengan atau tangan sesuai kehendak mereka. Hal itu tak dianggap handball.

Berangkat dari regulasi, handball pertama Alexander-Arnold memang tak layak dihukum penalti karena merupakan bola liar yang mengenai tangan. Namun kesimpulan bisa berbeda di handball kedua sang bek. City mestinya mendapat hadiah penalti karena bola dengan jelas mengenai langsung tangan Alexander-Arnold, meskipun tangannya dalam kondisi pasif. Bagaimana menurut Anda?


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten