Pembalap Solo, Diptya Oktadewa, memamerkan trofi juara Kejurnas ROK Cup 2019. (istimewa)

Solopos.com, SOLO — Pembalap muda asal Solo, Diptya Oktadewa Ichwan, kembali menggemparkan jagat motorsport Indonesia dengan menjuarai Kejurnas Gokart ROK Cup kelas shifter 150 musim 2019. Ini merupakan gelar kedua beruntun bagi siswa SMAN 4 Solo itu setelah tahun lalu juga menjadi juara nasional ajang yang sama.

Capaian gemilang tersebut membuat Diptya berambisi naik kelas dengan menjajal World Super Series Karting di Benua Eropa tahun depan. Namun sebelum bersaing di ajang prestisius tersebut, Diptya bakal mengikuti Rok Cup Super Final di South Garda, Italia, bulan Oktober 2019.

Ajang ini bakal diikuti para juara ROK Cup dari penjuru belahan dunia. Informasi yang dihimpun Solopos.com, pembalap yang akrab disapa Dio itu tak tergoyahkan di puncak klasemen ROK Cup kelas shifter nasional meski hanya finis ketiga dalam seri keenam atau balapan pamungkas di Sirkuit Sentul, Bogor, Minggu (8/9/2019).

Pembalap Respon Motorsport tersebut mengumpulkan 2.240 poin, unggul 82 poin dari Prassetyo Hardja (UT Racing) di posisi kedua klasemen akhir. Perjuangan remaja yang tahun ini menginjak usia 16 tahun ini tak mudah untuk mempertahankan gelar juara nasional.

Di sesi pre-final (sesi sebelum lomba), Dio sempat keluar trek karena berbenturan dengan pembalap lain. Sasis gokartnya mengalami kerusakan cukup parah sehingga membuat awak mekanik kelimpungan.

“Sasisnya rusak dan berlubang. Mau ganti sasis waktunya juga sudah enggak cukup. Akhirnya harus membalap di sesi final dengan kondisi seadanya,” ujar mentor Dio, Dicky Septiawan, kepada Solopos.com, Selasa (10/9/2019).

Membalap dengan kondisi sasis rusak membuat Dio susah menggeber kecepatan maksimal. Dicky pun cukup puas anak asuhnya bisa mengamankan posisi tiga untuk menyegel gelar kelas shifter 150 dua musim beruntun. Sayang kesuksesan di kelas ini tak berlanjut di kelas senior yang juga diikutinya. Dio gagal masuk lima besar setelah mengalami insiden sekitar 50 meter sebelum finish di balapan terakhir, Minggu.

Gokart Dio bertabrakan dengan gokart milik pembalap Malaysia, Nick Zamir, sehingga dia keluar trek dan menghantam pagar pembatas dengan kecepatan tinggi. Beruntung Dio tak mengalami cedera parah. Dia sempat dirujuk ke rumah sakit terdekat dan mendapat tujuh jahitan di kaki kanan. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten