Membahayakan, Proyek Drainase Jl. Kolonel Sutarto Jebres Solo Dikeluhkan Warga

Proyek penataan jalur lambat sisi utara Jl. Kolonel Sutarto, Jebres, Solo, Senin (26/8/2019), dikeluhkan warga. Proyek yang juga menyasar saluran drainase itu tak menyediakan akses menuju gang-gang perkampungan warga maupun pertokoan.

Membahayakan, Proyek Drainase Jl. Kolonel Sutarto Jebres Solo Dikeluhkan Warga

SOLOPOS.COM - Pekerja menyelesaikan lanjutan proyek pembangunan drainase di jalur lambat Jl. Kolonel Sutarto, Jebres, Solo, Senin (26/8/2019). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO — Proyek penataan jalur lambat sisi utara Jl. Kolonel Sutarto, Jebres, Solo, Senin (26/8/2019), dikeluhkan warga. Proyek yang juga menyasar saluran drainase itu tak menyediakan akses menuju gang-gang perkampungan warga maupun pertokoan.

Selain itu, minimnya tali pengaman di sekitar lubang galian juga dikhawatirkan karena membahayakan. Warga Kelurahan/Kecamatan Jebres, Sabar, mengatakan sejak digali menggunakan ekskavator, pelaksana proyek tidak memasang pita pengaman yang memadai.

“Pita pengaman itu hanya dipasang di antara jalur hijau atau akses menuju gang dan pertokoan. Artinya cuma dipasang di selatan galian, sementara di utara galian dibiarkan saja. Saya khawatir kalau tidak ada tanda tertentu, anak-anak bisa jatuh ke situ dan terluka. Saya juga berharap ada akses ke gang dan pertokoan, misalnya dibuatkan jembatan kayu kecil di atas galian,” kata dia.

Warga lain, Widarti, mengatakan proyek tersebut sudah berlangsung sejak beberapa hari lalu. Namun, ia tidak ingat kapan kali pertama ekskavator mengeruk galian.

“Kalau tidak ada akses ke gang dan pertokoan, kami harus memutar. Memang masih tersisa paling tidak satu sampai dua meter, tapi cukup membahayakan apalagi kalau malam dan kondisi penerangan kurang, bisa terperosok,” ucapnya, Senin.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Solo, Arif Nurhadi, mengatakan bakal menegur pelaksana proyek terkait keluhan warga itu. Menurutnya, standard operating procedure (SOP) proyek pembangunan adalah sosialisasi kepada otoritas wilayah dan warga terdampak.

“Apabila pekerjaan menimbulkan risiko harus ada antisipasi, semestinya galian itu harus diberi pengaman agar risiko kecelakaan berkurang. Kalau sampai ada kecelakaan, pelaksana juga yang harus bertanggungjawab kali pertama,” kata dia.

Arif mengatakan penataan jalur lambat di kawasan itu merupakan kelanjutan proyek serupa tahun lalu. Proyek menyasar jalur lambat mulai dari simpang empat Tugu Cembengan hingga depan diler Panggung Motor.

Berita Terkait

Berita Terkini

Kenapa Sikat Gigi Harus Dibuang Setelah Sembuh dari Covid-19?

Setelah sembuh dari Covid-19, satu hal penting yang harus dilakukan adalah membuang sikat gigi yang digunakan saat isoman.

Testing dan Tracing Jateng Tak Penuhi Target PPKM

Jumlah testing Covid-19 di Jateng sudah cukup tinggi, 150.000 orang per pekan, namun belum memenuhi target yang ditetapkan Inmendagri.

Geger Foto Wali Kota Tanjungpinang Berdua dengan Cowok di Hotel

Foto Rahma tengah duduk berduaan dengan seorang pria di atas kasus kamar hotel belakangan heboh di jagat media sosial.

Seluruh Wilayah di Yogyakarta Masuk PPKM Level 4

Kegiatan nonesensial masih diwajibkan berlangsung secara virtual, aktivitas esensial diperbolehkan beroperasi sampai 50 persen.

Tekan Kematian Covid-19, Dinkes Jateng Sarankan Isolasi Terpusat

Dinkes Jateng meminta pasien Covid-19 untuk melakukan karantina di tempat-tempat isolasi terpusat yang sudah disediakan pemerintah.

Pasien Covid-19 Kini Lebih Cepat Meninggal, Ini Penyebabnya

Pasien sering terlambat dibawa ke rumah sakit hingga berujung meninggal dunia.

Serapan Anggaran Penanganan Covid-19 Plupuh dan Miri Sragen Rendah, Kenapa Ya?

Anggaran penanganan Covid-19 di dua kecamatan Sragen yakni Miri dan Plupuh, masih rendah, kurang dari 30 persen hingga awal Agustus ini.

Waduh, Tingkat Keterisian Bed RS Rujukan Covid-19 Klaten Masih Tinggi Lur!

Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) RS rujukan Covid-19 Kabupaten Klaten hingga awal pekan ini masih tinggi.

Kena Prank Keluarga Akidi Tio, Kapolda Sumsel Memilih Berpikir Positif

Ada atau tidaknya dana Rp2 triliun tidak menyurutkan ikhtiar Polda Sumsel menanggulangi Covid-19.

Pasien Positif Corona Tanpa Gejala Sukoharjo Didorong Isolasi di 2 Tempat Ini

Pasien positif terpapar virus corona tanpa gejala atau bergejala ringan di Kabupaten Sukoharjo didorong menjalani isolasi di tempat khusus.

Ahli IPB: Harimau Tak Bisa Tularkan Corona ke Manusia

Kejadian penyakit pada hewan di berbagai belahan dunia sangat identik, yakni hewan tersebut tertular dari pemiliknya.

Pelayanan Kantor Kecamatan Jebres Solo Buka Lagi setelah Tutup karena 10 Pegawai Positif Corona

Pelayanan kantor Kecamatan Jebres, Solo, sudah kembali dibuka setelah sempat tutup beberapa hari karena sejumah pegawai terpapar Covid-19.